ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Keterlibatan Oknum Pimpinan Bank Papua di Kasus Dugaan Korupsi DD Rp168,17 Miliar Berpotensi Kehilangan Kepercayaan Publik

Kasus ini melibatkan keterlibatan pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa yang seharusnya diperuntukan 354 kampung di Lanny Jaya.

26 September 2025
0
Keterlibatan Oknum Pimpinan Bank Papua di Kasus Dugaan Korupsi DD Rp168,17 Miliar Berpotensi Kehilangan Kepercayaan Publik

Kapolda Papua, Irjen Polisi Patrige Renwarin didampingi Dirkrimsus Polda Papua, Kombes Polisi Era Adinanta saat memperlihatkan barang bukti kasus korupsi dana desa Rp168,17 miliar di Lanny Jaya. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ironis! Dana Desa (DD) yang seharusnya digunakan untuk penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, justru ‘diembat’ oleh sekelompok orang yang secara ekonomi berkecukupan.

Diam-diam dana yang dikucurkan Pemerintah Pusat untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, malah justru dialihkan ke rekening khusus tanpa sepengetahuan kepala kampung.

ADVERTISEMENT

Jumlahnya sangat fantastis, dan mungkin ini menjadi yang terbesar raibnya DD di Tanah Papua. Bayangkan saja nilainya mencapai angka Rp168,17 miliar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Irjen Polisi Patrige Renwarin menyampaikan, proses penyelidikan telah berlangsung hampir satu tahun sebelum akhirnya ditingkatkan ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka.

Baca Juga

Pemkab Mimika Dorong Pelaku Usaha Tak Abaikan Lingkungan

Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

Dikatakan, pemindahan buku dilakukan atas permintaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) kepada Bank Papua Cabang Tiom, dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemberdayaan Negara.

Kapolda menjelaskan, merujuk pada alokasi dana desa yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2022–2024, juga terjadi melalui publikasi Peraturan Bupati yang menyalahi aturan, berdasarkan hasil audit dan kajian ahli.

“Sebanyak sembilan tersangka telah ditetapkan, di antaranya, TK selaku Plt Kepala DPMK Lanny Jaya membuat dan menandatangani surat pemindah bukuan. Dia diduga menerima keuntungan Rp16,17 miliar,” jelas Kapolda di Jayapura, Kamis 26 September 2025.

Lalu ada YFM, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat mencairkan dan menggunakan dana desa, diduga menerima Rp69 miliar. Selain itu, juga ada TY, tenaga ahli penandatanganan slip dikeluarkandan, diperkirakan menerima Rp5,2 miliar.

“HS selaku Sekretaris DPMK menggunakan rekening atas nama orang lain untuk menerima aliran dana, diduga menerima Rp 44,25 miliar. Kemudian TW, Kabid Pemberdayaan Masyarakat diduga menerima Rp22 miliar,” terang Kapolda.

Patrige juga mengatakan, selain itu tersangka PW selaku Sekda Lanny Jaya menerbitkan Peraturan Bupati yang bertentangan dengan aturan dan diduga menerima Rp11 miliar.

Bank Papua Terancam Kehilangan Kepercayaan Publik

Dr. Muhammad Rifai Darus, Pendiri Papua Corruption Watch dan Direktur Eksekutif Indonesia Development Review, mengatakan, keterlibatan oknum pimpinan Bank Papua Cabang Lanny Jaya kembali membuka mata kita bahwa sistem pengawasan di tubuh Bank Papua masih jauh dari kata maksimal.

Padahal, dana desa merupakan instrumen vital pembangunan masyarakat akar rumput yang seharusnya dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Tindakan penyalahgunaan wewenang ini tidak bisa dilihat sebagai kesalahan individu semata. Justru sebaliknya, hal ini menyoroti lemahnya peran direksi dan komisaris dalam memastikan sistem pengawasan internal berjalan efektif.

Direksi yang bertugas menjalankan manajemen harian dan komisaris yang seharusnya menjadi pengawas independen terbukti gagal mendeteksi penyimpangan serius di lapangan.

Lebih jauh lagi, kasus ini berimplikasi langsung pada reputasi dan kredibilitas Bank Papua. Sebagai bank daerah yang diharapkan menjadi mitra pembangunan.

Keterlibatan aparaturnya dalam korupsi dana desa bisa memicu krisis kepercayaan masyarakat (loss of public trust).

“Jika kepercayaan publik hilang, maka loyalitas nasabah, legitimasi kelembagaan, dan keberlangsungan bisnis Bank Papua akan menghadapi ancaman serius,” ujar Muhammad dalam keterangannya, Jumat 26 September 2025.

Ia menyarankan beberapa langkah konkret harus segera diambil Bank Papua

  1. Audit investigatif menyeluruh terhadap aliran dana desa yang melewati Bank Papua.
  2. Reformasi sistem pengawasan internal, termasuk penguatan peran komisaris agar tidak sekadar formalitas.
  3. Transparansi publik melalui publikasi hasil audit dan tindakan tegas kepada pelaku.
  4. Reformasi manajemen SDM dengan menekankan integritas dan etika profesi.

Bank Papua harus menyadari bahwa menjaga trust publik jauh lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan bisnis. Karena kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang jika hilang, tidak akan mudah dipulihkan kembali.

Barang Bukti yang Disita

Polda Papua telah menyiapkan sejumlah barang bukti, antara lain, uang tunai sebesar Rp14,61 miliar, tiga bidang tanah di Tanah Toraja.

Termasuk tiga bidang tanah di Arso, dua di Kabupaten Keerom, empat unit mobil Mitsubishi Triton (hitam), Expose (putih), Mitsubishi L300, dan Strada (merah).

Atas kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 2 ayat1, Pasal 3, dan Pasal 5 ayat 1 huruf B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Pasal 55 dan Pasal 64 KUHP. Dengan hukuman Ancaman maksimal mencapai 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Papua, Kombes Polisi Era Adinanta menjelaskan, kasus ini melibatkan keterlibatan pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa yang seharusnya diperuntukan 354 kampung di Lanny Jaya.

“Praktik manipulatif ini melalui surat permintaan pemindahbukuan dan penerbitan peraturan bupati yang tidak sesuai aturan, menyebabkan kerugian besar bagi negara,” pungkas Era.

Daftar Nama Tersangka

PW, selaku Sekertaris Daerah tahun 2022 merangkap Pj Bupati Lanny Jaya tahun 2022 – 2024, TK selaku Plt Kepala DPMK Kabupaten Lanny Jaya, YFM selaku koordinator tenaga ahli pemberdayaan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya tahun 2022 – 2024.

MCY selaku tenaga ahli pemberdayaan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya, AS sebagai Sekretaris DPMK Lanny Jaya, ST selaku Kabid Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan bendahara pengelola Alokasi Dana Desa

Tiga tersangka lainnya adalah, CM selaku pimpinan Bank Papua Cabang Lanny Jaya tahun 2022, JEU selaku pimpinan cabang Bank Papua Lanny Jaya tahun 2023 dan HDW selaku pimpinan Bank Papua Cabang Lanny Jaya tahun 2023 – 2024. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Potowaiburu Disiapkan Jadi Kota Wisata, Pemkab Mimika Mulai Susun Master Plan

Potowaiburu Disiapkan Jadi Kota Wisata, Pemkab Mimika Mulai Susun Master Plan

20 Agustus 2026
Pemkab Mimika Dorong Pelaku Usaha Tak Abaikan Lingkungan

Pemkab Mimika Dorong Pelaku Usaha Tak Abaikan Lingkungan

20 Agustus 2026
Siswa SMP Santo Bernardus Timika Tembus O2SN Nasional Cabang Renang

Siswa SMP Santo Bernardus Timika Tembus O2SN Nasional Cabang Renang

20 Agustus 2026
Pasca Penembakan, Pemkab Mimika Evakuasi Nakes dan Guru dari Jila

Pasca Penembakan, Pemkab Mimika Evakuasi Nakes dan Guru dari Jila

20 Agustus 2026
Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

20 Agustus 2026
Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

19 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    722 shares
    Bagikan 289 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Kontak Senjata di Kiwirok, Tiga Prajurit TNI Tertembak, Satu Gugur

Kontak Senjata di Kiwirok, Tiga Prajurit TNI Tertembak, Satu Gugur

Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Kabupaten Deiyai Diguncang Gempa 4,6 M Pagi Tadi

TPNPB-OPM Klaim Tanggung Jawab atas Penembakan yang Menewaskan Pratu Haris Umaternate

TPNPB-OPM Klaim Tanggung Jawab atas Penembakan yang Menewaskan Pratu Haris Umaternate

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id