ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Cuaca

Minim Pasokan dan Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

“Biasanya satu ikat besar sayur kita ambil dari petani harganya Rp15 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Ini juga karena banyak petani gagal panen karena banjir, jadi pasokan berkurang”.

26 Juli 2025
0
Minim Pasokan dan Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

Ibu Eca, seorang pedagang melayani Ibu Wiwit pembelu di pasar senteal Timika. (Foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada Sabtu 26 Juli 2025.

Kenaikan ini dipicu terbatasnya pasokan, terutama akibat petani gagal panen sebagai dampak dari cuaca buruk dan distribusi yang terganggu.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang, Ibu Eca, mengungkapkan bahwa harga cabai keriting dan cabai rawit kini mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara tomat dijual Rp40 ribu per kilogram, bawang merah Rp65 ribu per kilogram, dan bawang putih relatif stabil di harga Rp60 ribu per kilogram.

Baca Juga

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

“Bawang merah sempat turun tiga hari lalu, tapi stok sudah menipis. Saya perkirakan besok harganya akan naik lagi karena barang di pasar makin sedikit,” jelas Ibu Eca.

Tak hanya bumbu dapur, harga sayur-mayur juga ikut melambung. Bayam, kangkung, hingga daun bawang kini lebih mahal dari biasanya.

“Biasanya satu ikat besar sayur kita ambil dari petani harganya Rp15 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Ini juga karena banyak petani gagal panen karena banjir, jadi pasokan berkurang,” tambahnya.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pembeli. Ibu Wiwit, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di pasar itu, mengaku terpaksa tetap membeli meski harus merogoh kocek lebih dalam.

“Sebagai konsumen, berat sekali rasanya. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan kebutuhan sehari-hari. Saya hanya berharap harga bisa segera turun,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, termasuk membantu para petani agar pasokan bahan pokok kembali normal.

“Harapan saya ya pemerintah bisa stabilkan harga sehingga harga tidak melambung seperti sekarang,” ujarnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

30 Mei 2026
SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

30 Mei 2026
Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

30 Mei 2026
Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

30 Mei 2026
Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

30 Mei 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    714 shares
    Bagikan 286 Tweet 179
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Wilayah Nabire, Belum Ada Laporan Kerusakan Infranstruktur

Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Wilayah Nabire, Belum Ada Laporan Kerusakan Infranstruktur

Jarak Tujuh Meter, KKB Tembak Mati Warga Sipil di Intan Jaya

Jarak Tujuh Meter, KKB Tembak Mati Warga Sipil di Intan Jaya

Wujudkan Program Pendidikan Gratis SMA-SMK, Tiga Kabupaten Rapat Bahas Validasi Data di Timika

Wujudkan Program Pendidikan Gratis SMA-SMK, Tiga Kabupaten Rapat Bahas Validasi Data di Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id