ADVERTISEMENT
Selasa, April 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Cuaca

Minim Pasokan dan Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

“Biasanya satu ikat besar sayur kita ambil dari petani harganya Rp15 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Ini juga karena banyak petani gagal panen karena banjir, jadi pasokan berkurang”.

26 Juli 2025
0
Minim Pasokan dan Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

Ibu Eca, seorang pedagang melayani Ibu Wiwit pembelu di pasar senteal Timika. (Foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada Sabtu 26 Juli 2025.

Kenaikan ini dipicu terbatasnya pasokan, terutama akibat petani gagal panen sebagai dampak dari cuaca buruk dan distribusi yang terganggu.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang, Ibu Eca, mengungkapkan bahwa harga cabai keriting dan cabai rawit kini mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara tomat dijual Rp40 ribu per kilogram, bawang merah Rp65 ribu per kilogram, dan bawang putih relatif stabil di harga Rp60 ribu per kilogram.

Baca Juga

Melawan Saat Ditangkap, DPO Penembak Anggota TNI Tewas Dibedil Aparat

Gibran Instruksikan Pemprov Papua Tengah Optimalkan Pelabuhan Nabire Jadi Simpul Ekonomi

“Bawang merah sempat turun tiga hari lalu, tapi stok sudah menipis. Saya perkirakan besok harganya akan naik lagi karena barang di pasar makin sedikit,” jelas Ibu Eca.

Tak hanya bumbu dapur, harga sayur-mayur juga ikut melambung. Bayam, kangkung, hingga daun bawang kini lebih mahal dari biasanya.

“Biasanya satu ikat besar sayur kita ambil dari petani harganya Rp15 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Ini juga karena banyak petani gagal panen karena banjir, jadi pasokan berkurang,” tambahnya.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pembeli. Ibu Wiwit, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di pasar itu, mengaku terpaksa tetap membeli meski harus merogoh kocek lebih dalam.

“Sebagai konsumen, berat sekali rasanya. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan kebutuhan sehari-hari. Saya hanya berharap harga bisa segera turun,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, termasuk membantu para petani agar pasokan bahan pokok kembali normal.

“Harapan saya ya pemerintah bisa stabilkan harga sehingga harga tidak melambung seperti sekarang,” ujarnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Melawan Saat Ditangkap, DPO Penembak Anggota TNI Tewas Dibedil Aparat

Melawan Saat Ditangkap, DPO Penembak Anggota TNI Tewas Dibedil Aparat

21 April 2026
Gibran Instruksikan Pemprov Papua Tengah Optimalkan Pelabuhan Nabire Jadi Simpul Ekonomi

Gibran Instruksikan Pemprov Papua Tengah Optimalkan Pelabuhan Nabire Jadi Simpul Ekonomi

21 April 2026
Komnas HAM Resmi Nyatakan 12 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Tembak TNI-OPM di Puncak

Kementerian HAM: Baku Tembak di Puncak Tewaskan 15 Warga Sipil

21 April 2026
Pengabdian Tulus: Pakai Roda Tiga Polisi Layani Antar Jemput Murid SDN Uta 2 Kapiraya

Pengabdian Tulus: Pakai Roda Tiga Polisi Layani Antar Jemput Murid SDN Uta 2 Kapiraya

21 April 2026
Wapres Gibran Tinjau Pengembangan Bandara Nabire: Dari ATR ke Boeing untuk Konektivitas Papua Tengah

Wapres Gibran Tinjau Pengembangan Bandara Nabire: Dari ATR ke Boeing untuk Konektivitas Papua Tengah

21 April 2026
Sinergi Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Warga Bahu-Membahu Evakuasi Jenazah

Sinergi Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Warga Bahu-Membahu Evakuasi Jenazah

21 April 2026

POPULER

  • Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

    598 shares
    Bagikan 239 Tweet 150
  • Dapodik Mimika Bermasalah, Kadisdik: Data Pusat dan Kondisi Rill di Sekolah Jauh Berbeda

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Kereta Api Segera Hadir di Papua: Rute Pertama Hubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM di Seluruh Wilayah Papua

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kode Wanita Berjaket Loreng Terekam CCTV Sebelum Gedung RSUD Paniai Terbakar

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Wilayah Nabire, Belum Ada Laporan Kerusakan Infranstruktur

Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Wilayah Nabire, Belum Ada Laporan Kerusakan Infranstruktur

Jarak Tujuh Meter, KKB Tembak Mati Warga Sipil di Intan Jaya

Jarak Tujuh Meter, KKB Tembak Mati Warga Sipil di Intan Jaya

Wujudkan Program Pendidikan Gratis SMA-SMK, Tiga Kabupaten Rapat Bahas Validasi Data di Timika

Wujudkan Program Pendidikan Gratis SMA-SMK, Tiga Kabupaten Rapat Bahas Validasi Data di Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id