ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Peringatan Hari Malaria Sedunia, Freeport Bagikan Repellent kepada Karyawan yang Turun ke Timika, Berikut Tips Mudah Cegah Malaria

Apabila minum obat malaria tanpa resep dokter, minum obat tidak teratur dan tidak tuntas dapat menimbulkan resistensi obat, dan kekambuhan malaria dapat menurunkan produktivitas bekerja.

25 April 2025
0
Peringatan Hari Malaria Sedunia, Freeport Bagikan Repellent kepada Karyawan yang Turun ke Timika, Berikut Tips Mudah Cegah Malaria

Karyawan dibagikan repellent atau obat anti nyamuk dilengkapi pamflet tips pencegahan nyamuk malaria saat turun dari bus di Terminal Gorong-Gorong, Jumat 25 April 2025. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- PT Freeport Indonesia memperingati Hari Malaria Sedunia yang pelaksanaannya dipusatkan di Terminal Gorong-Gorong, Timika pada Jumat 25 April 2025.

Untuk tahun ini peringatan Hari Malaria Sedunia mengangkat tema Aksi Bersama untuk Indonesia Bebas Malaria (Unity In Action Toward Zero Malaria).

ADVERTISEMENT

Bertepatan dengan momen ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) membagikan Repellent kepada setiap karyawan yang turun dari dataran tinggi ke Timika menggunakan bus.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Untuk diketahui Repellent adalah obat anti nyamuk yang dilengkapi dengan langkah-langkah edukasi pencegah gigitan nyamuk.

Baca Juga

Pelatihan Literasi AI di Timika “Diserbu” Ratusan Peserta

Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

Dipilihnya Terminal Gorong-Gorong sebagai tempat pembagian Repellent bertujuan agar penanganan pengendalian malaria lebih difokuskan di area dataran rendah.

Hal itu mengingat banyak terdapat kolam sebagai tempat perindukan jentik nyamuk dan 60 persen karyawan bersama keluarga tinggal di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.

dr. Ferdy Permana, Manager PHMC Area Industrial PTFI menjelaskan, malaria disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang infektif.

Ia menyebutkan ada empat jenis malaria yakni malaria tropika (plasmodium falciparum), malaria tersiana (plasmodium vivax), malaria kuartana (plasmodium malariae) dan malaria avale (plasmodium ovale).

Adapun gejala yang akan dialami ketika seseorang terkena malaria. Diantaranya, merasa demam, menggigil, berkeringat, mual, muntah, cepat lelah, diare dan mata kuning.

Sementara akibat dari terkena malaria tropika yakni dapat menyebabkan komplikasi pada organ tubuh seperti otak, ginjal dan limfa serta bisa menyebabkan koma hingga kematian.

dr. Ferdy juga menuturkan, komitmen Freeport dalam mengendalikan malaria setiap tahun tetap sama. Dan yang paling utama yakni berupaya meningkatkan kesadaran setiap karyawan dalam melindungi diri dari malaria.

Fokus pengendaliannya lebih pada penggunaan Repellent atau obat ration anti nyamuk malaria.

Dimana semua karyawan dapat melakukan secara mandiri tanpa mengurangi kualitas hidup semua karyawan pada saat beraktivitas di malam hari.

Freeport berharap dengan membangun budaya baru untuk menggunakan obat anti nyamuk bisa meningkatkan perlindungan karyawan dari gigitan nyamuk malaria.

Karena dengan terhindar dari malaria karyawan dapat bekerja secara produktif.

Ia mengakui berdasarkan data tahun 2024 lalu jumlah angka kesakitan malaria pada karyawan mengalami peningkatan mencapai 4.000 lebih kasus per tahun.

Peningkatan kasus malaria di kalangan karyawan sejalan dengan jumlah kasus malaria di masyarakat yang ada di Kota Timika.

“Apa yang kita kerjakan untuk karyawan tidak terlepas juga apa yang dikerjakan untuk masyarakat Mimika”.

“Kalau kasus malaria di masyarakat meningkat pasti kasus malaria di karyawan meningkat, sehingga perlu secara bersama-sama turunkan kasus malaria pada karyawan,” jelasnya.

Ia berharap dengan ada kolaborasi pengendalian malaria bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, kedepan mampu menekan angka kasus malaria.

Disampaikan, di kalangan karyawan penularan malaria hanya terjadi di area dataran rendah.

Ini disebabkan faktor suhu dan kelembaban udara dan lingkungan yang lebih hangat sehingga memudah penularan malaria berkembang cepat.

Sedangkan untuk di dataran tinggi seperti Tembagapura tidak ada penularan malaria karena kondisi lingkungan lembab dan dingin.

“Karyawan yang bekerja di wilayah dataran tinggi baru terkena malaria pada saat turun dan berada di dataran rendah Kota Timika,” katanya.

Ia menambahkan dengan mempusatkan peringatan hari malaria sedunia di Terminal Gorong-Gorong bertujuan mengingatkan karyawan, bahwa ketika turun ke Timika berarti memasuki daerah dengan pelunaran malaria yang tinggi.

Sehingga salah satu langkah strategisnya dengan memberikan promosi kesehatan bagi karyawan, selain upaya pengendalian vektor di area kerja Freeport yang selama ini dilakukan.

Diakuinya, saat ini PTFI dan Pemkab Mimika menghadapi tantangan sangat berat dalam pemberantasan nyamuk, karena jumlah nyamuk yang makin banyak dan faktor lingkungan yang lembab.

Hal itu diakibatkan oleh banyaknya lokasi genangan permanen dan kontur tanah yang relatif datar menyulitkan air untuk mengalir dengan lancar.

dr. Fredy juga menyampaikan bahwa apabila minum obat malaria tanpa resep dokter, minum obat tidak teratur dan tidak tuntas dapat menimbulkan resistensi obat, dan kekambuhan malaria dapat menurunkan produktivitas bekerja.

Sedangkan untuk perilaku nyamuk malaria (Anopheles SP) yaitu, aktif pada malam hari dan saat hinggap atau menggigit, posisi kepala lebih rendah dari badan (menungging).

Nyamuk jenis ini menggigit atau menghisap darah setiap 3-4 hari untuk dapat bertelur dan dapat terbang sejauh dua kilometer dari genangan tempat bertelur menuju sumber darah.

Tempat hidup nyamuk anopheles adalah genangan sementara dimana cekungan tanah yang menampung air hujan lebih dari 10 hari dan genangan permanen.

Misalnya, danau, rawa, kolam, saluran drainase dan genangan lain yang permukaannya terdapat tanaman air seperti eceng gondok, kangkung, lumut dan rumput liar.

Untuk pencegahan agar tidak digigit nyamuk malaria, dr. Fredy memberikan tips yang paling mudah adalah:

  1. Gunakan pakaian tertutup saat di luar rumah.
  2. Gunakan lotion anti nyamuk.
  3. Pasang kawat kasa anti nyamuk pada jendela, pintu dan ventilasi udara pada bangunan.
  4. Gunakan kelambu berinsektisida saat tidur malam.
  5. Memasang obat anti nyamuk bakar/elektrik.
  6. Menyemprotkan insektisida rumah tangga satu jam sebelum tidur.
  7. Menggunakan perangkap nyamuk ultraviolet atau kipas angin ditempat orang berkumpul pada malam hari.

Manager Community Health Development (CHD) PTFI, Daniel Perwira menjelaskan, kerjasama Freeport dengan Dinas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dalam pengendalian malaria, dari tahun ke tahun terus ditingkatkan.

Kerjasama itu, baik dari sisi anggaran maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan secara kolaborasi.

Ia juga mengungkapkan meskipun saat ini kasus malaria masih tinggi, namun Freeport bersama Pemkab Mimika berkomitmen pada tahun 2030 Mimika Bebas Malaria.

Karenanya berbagai upaya terus diperjuangkan dengan membuat strategi-strategi pengendalian malaria.

Termasuk melibatkan semua pihak untuk ikut ambil bagian dan berkontribusi mengeliminasi malaria dari Mimika. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pelatihan Literasi AI di Timika “Diserbu” Ratusan Peserta

Pelatihan Literasi AI di Timika “Diserbu” Ratusan Peserta

2 Mei 2026
Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

2 Mei 2026
Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

2 Mei 2026
Perputaran Uang di Provinsi Papua: Menunjukan Tren Positif, Tabungan Masyarakat Meningkat

Perputaran Uang di Provinsi Papua: Menunjukan Tren Positif, Tabungan Masyarakat Meningkat

2 Mei 2026
Polisi di Timika Tangkap Dua Pengedar dan Sita Ratusan Paket Sabu

Polisi di Timika Tangkap Dua Pengedar dan Sita Ratusan Paket Sabu

2 Mei 2026
Hardiknas 2026 di Mimika Jadi Momentum Refleksi, Pendidikan Harus Memanusiakan Manusia

Hardiknas 2026 di Mimika Jadi Momentum Refleksi, Pendidikan Harus Memanusiakan Manusia

2 Mei 2026

POPULER

  • Tragis! Kecelakaan Motor di Timika Berujung Pembacokan, Dua Nyawa Melayang

    Tragis! Kecelakaan Motor di Timika Berujung Pembacokan, Dua Nyawa Melayang

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • MRP-PPT Bukan Bawahan Gubernur, Agustinus: Perlu Perhatikan Etika dan Jangan Saling Menjatuhkan

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • YLBH Papua Tengah Kecam Oknum TNI Masuk Ruang Privat Pastor Paroki Katedral Timika

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • 30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post

World Malaria Day, Puskesmas Mapurujaya Lakukan Pemeriksaan Masal dari Rumah ke Rumah

Polisi Mediasi Kasus Aksi Lempar Batu Antarpelajar Dua SMP di Timika, Melanggar Dikeluarkan dari Sekolah

Freeport Pastikan Tahun Ini Datangkan 6.000 Fiel Vaksin DBD untuk Masyarakat Mimika

Freeport Pastikan Tahun Ini Datangkan 6.000 Fiel Vaksin DBD untuk Masyarakat Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id