ADVERTISEMENT
Selasa, September 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Kenang Kisah Sengsara Yesus, Umat Katolik Santo Stefanus Sempan Timika Ikut Jalan Salib Hidup

Peristiwa sengsara ini diperankan oleh George Valentino sebagai Yesus, sementara Ignatius berperan sebagai Desmas atau Dismas sebagai penjahat yang bertobat, yang tergantung di sebelah kanan Yesus.

18 April 2025
0
Kenang Kisah Sengsara Yesus, Umat Katolik Santo Stefanus Sempan Timika Ikut Jalan Salib Hidup

Yesus bersama dua orang penjahat disalibkan di Golgota dalam jalan salib hidup di halaman Gereja Paroki Santo Stefanus Sempan Timika, Jumat 18 April 2025. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Kisah sengsara Yesus Kristus adalah kisah penangkapan, pengadilan dan penderitaan Yesus di kayu salib.

Kisah yang terjadi 2.000-an tahun silam itu, merupakan sejarah yang dicatat dalam Injil dan diperingati oleh umat Kristiani setiap tahun selama pekan suci.

ADVERTISEMENT

Peristiwa sengsara itu diawali dengan penangkapan Yesus di Getsemani, Yesus diadili dan dilanjutkan dengan dijatuhi hukum cambuk oleh Pontius Pilatus.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kemudian Yesus disalibkan, mati di kayu salib dan dimakamkan menurut kebiasaan orang Yahudi.

Baca Juga

15 Tahun Retribusi TKA BP Tangguh Tak Tertagih, Pemda Bintuni Minta Data

BRIDA Mimika Gandeng Perguruan Tinggi, Hasil Riset Jadi Dasar Program Pemerintah

Mengenang kisah ini sengsara ini, Umat Katolik Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Keuskupan Timika, Kabupaten Mimika menggelar jalan salib hidup, Jumat 18 April 2025.

Peristiwa sedih dan cukup menyayat hati ini diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) dan dikuti oleh ribuan umat Paroki Santo Stefanus Sempan.

Titik star perjalanan kisah sengsara Yesus dimulai dari halaman Gedung Tongkonan Jalan Sam Ratulangi sekitar pukul 08.00 WIT.

Peristiwa sengsara ini diperankan oleh George Valentino sebagai Yesus, sementara Ignatius berperan sebagai Desmas atau Dismas sebagai penjahat yang bertobat, yang tergantung di sebelah kanan Yesus.

Sementara Falen berperan sebagai Gestas orang yang tidak bertobat yang juga disalibkan sebelah kiri Yesus.

Di taman Getsemani menghadapi situasi sakratulmaut, Yesus didera, disiksa dan Yudas menjual Yesus dengan 30 keping perak.

Kisah Golgota mengenang sikap Pilatus mencuci tangan atas kebenaran Yesus sebagai raja orang Yahudi.

Di taman Getsemani pula Petrus menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam jantan berkokok tiga kali.

Selepas dari halaman Tongkonan, umat bersama Yesus dan para serdadu bergerak dari Jalan Sam Ratulangi menuju Jalan Yos Sudarso, selanjutnya masuk ke Jalan Pattimura menuju dan masuk halaman Gereja Santo Stefanus Sempan.

Sepanjang jalan Yesus mendapat caci maki, cemoohan dan terus disiksa. Sambil memikul kayu salib yang berat, Yesus ditendang dan diludahi. Orang-orang meneriaki salibkan dia…salibkan dia…!!

Pada peristiwa ketiga, ketujuh dan kesembilan Yesus jatuh di bawah salib. Yesus jatuh karena kayu salib yang dipikul-Nya terasa semakin berat.

Yesus juga kehabisan tenaga ditengah kejamnya para serdadu menyiksa-Nya dalam perjalanan menuju Golgota.

Tindakan para serdadu jelas menguras seluruh tenaga Yesus. Kekuatan fisik Yesus makin lama terlihat semakin lemah.

Perjalanan-Nya masih jauh tetapi Yesus berusaha untuk bangkit kembali dan tetap setia untuk memanggul salibnya.

Pertolongan Simon dari Kirene memanggul salib dan Veronika mengusap wajah Yesus sesungguhnya belum sanggup mengurangi penderitaan Yesus.

Yesus tidak dapat menyembunyikan rasa lelah dan sakit-Nya. Kemanusiaan Yesus semakin tampak, ketika Yesus jatuh untuk kedua kalinya.

Saat jatuh kedua kalinya, Yesus dengan semua daya yang masih tersisa, tetap berusaha bangkit kembali.

Beban salib yang dipikul Yesus semakin berat akibat dosa-dosa manusia. Salah satu dosa adalah kesombongan.

Meskipun dengan beban salib di pundak, Yesus masih merasa iba dan memberikan penghiburan kepada para wanita Yerusalem.

‘Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu’.

Setiba di Golgota para serdadu dengan paksa melepaskan jubah-Nya seraya menarik dengan kasar, membagikan dan membuang undi atasnya.

Menanggalkan jubah serupa dengan menanggalkan harga diri. Yesus dipaksa untuk menanggalkan jubah dan harga diri-Nya.

Yesus dengan hati yang besar tetap melaksanakan tugas-Nya.

Harga diri merupakan nilai yang sangat berharga bagi sebagian besar orang, tetapi sebagai pengikut Kristus hendaknya dapat mengikuti teladan Kristus.

Tidak mempertahankan harga diri yang membuat diri menjadi sombong dan besar kepala.

Jalan salib dengan tema pertobatan ekologis ini, manusia diarahkan untuk tidak memanfaatkan alam ciptaan berlebihan, mengeksploitasi, bahkan menghancurkan alam ciptaan.

Akibat keserakahan manusia bumi mengalami pemanasan global, peningkatan polusi udara dan perubahan iklim yang bermuara pada masalah kesehatan dan lingkungan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

15 Tahun Retribusi TKA BP Tangguh Tak Tertagih, Pemda Bintuni Minta Data

15 Tahun Retribusi TKA BP Tangguh Tak Tertagih, Pemda Bintuni Minta Data

7 September 2026
Gubernur Papua Barat Tegaskan Tak Intervensi Pemilihan Ketua KONI

Gubernur Papua Barat Tegaskan Tak Intervensi Pemilihan Ketua KONI

7 September 2026
Satgas Pasgat Layani Warga Sinak, dari Pengobatan Gratis hingga Bantuan Sembako

Satgas Pasgat Layani Warga Sinak, dari Pengobatan Gratis hingga Bantuan Sembako

7 September 2026
Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Pelaku Utama Pembunuhan Ojek di Timika Diburu

Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Pelaku Utama Pembunuhan Ojek di Timika Diburu

7 September 2026
Tiga Ular Death Adder Hendak Dikirim ke Semarang, Digagalkan di Timika

Tiga Ular Death Adder Hendak Dikirim ke Semarang, Digagalkan di Timika

7 September 2026
Dari 9 Orang yang Diamankan di Kwamki Narama, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Dari 9 Orang yang Diamankan di Kwamki Narama, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

7 September 2026

POPULER

  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Mobil Rental Penganiayaan Maut di Jalan Freeport Lama Ditemukan, Identitas Pelaku Dikantongi Polisi

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Penindakan di Yahukimo, Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas, Enam Diamankan

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
Next Post
Juara Umum Liga 4, Persipuncak Chartenz Wakili Papua Tengah di Level Nasional

Juara Umum Liga 4, Persipuncak Chartenz Wakili Papua Tengah di Level Nasional

Canangkan Pendidikan Gratis, Gubernur Meki Nawipa: Menjadi Fondasi Utama Wujudkan Perubahan Sosial yang Berkelanjutan

Canangkan Pendidikan Gratis, Gubernur Meki Nawipa: Menjadi Fondasi Utama Wujudkan Perubahan Sosial yang Berkelanjutan

Empat Personel Polisi di Puncak Jaya Diserang OTK, Briptu Kiki Supriyadi Meninggal Dunia

Tolak Provokasi OPM, Stabilitas Papua Harus Dijaga. Berikut Pernyataan Dandim Yahukimo, Ketua Komnas HAM hingga Puan Maharani

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id