ADVERTISEMENT
Rabu, April 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Empat Hari Setelah Lebaran, Harga Cabai Rawit di Pasar Sentral Timika Tembus Rp140 Ribu Per Kilogram

Tidak hanya cabai rawit, komoditas lain seperti bawang putih bawang merah dan tomat juga ikut mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram.

3 April 2025
0
Empat Hari Setelah Lebaran, Harga Cabai Rawit di Pasar Sentral Timika Tembus Rp140 Ribu Per Kilogram
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah tembus Rp140 ribu per kilogram di hari keempat setelah lebaran, Kamis 3 April 2025.

Para pedagang mengaku harga tersebut sudah turun Rp10 ribu sejak dua hari terakhir, dimana sebelumnya dijual dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

“Sekarang kita jual 140 ribu satu kilo, kemarin malah sempat naik sampai 150 ribu. Padahal hari lebaran kita masih jual dengan harga 90 sampai 100 ribu. Habis lebaran ini langsung melonjak,” ujar salah satu pedagang kepada koranpapua.id.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, lonjakan harga cabai dipengaruhi oleh kurangnya ketersediaan cabai yang dibawah oleh petani ke pasar.

Baca Juga

Empat Bulan, Dua Ton Sopi Tanpa Pemilik Masuk Mimika

RS Waa Banti Terancam Amruk, Pemkab dan Freeport Percepat Penanganan Longsor

Akibatnya, ketersediaan cabai rawit di pasar terbesar di kota Timika ini tinggal sedikit. Adapun yang dijual saat ini adalah cabai kiriman yang datang dari luar Timika.

“Biasanya petani yang antar tapi sudah berapa hari ini belum ada yang masuk, yang saya jual ini barang dari luar semua, apalagi belum ada kapal yang masuk jadi harga naik semua,” terangnya.

Menurutnya, tidak normalnya harga cabai rawit, dikarenakan sehari jelang Idul Fitri para pedagang masih menjual dengan harga Rp90 ribu sampai Rp100 ribu. Namun setelah lebaran harganya melambung sampai Rp150 ribu per kilogram.

Tidak hanya cabai rawit, komoditas lain seperti bawang putih bawang merah dan tomat juga ikut mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram.

Sebagai pedagang, dia mengaku was-was dengan kurangnya stok ditambah harga yang melambung tinggi.

“Pembeli tidak mengeluh tetapi misalnya dengan harga sekarang dan stok menipis kita pedagang juga tidak berani ambil banyak. Takutnya besok harganya turun tapi kalau kita tidak ambil juga nanti tidak ada, jadi bikin kita penjual ini was-was,” tuturnya.

Dia berharap secepatnya harga komoditas normal kembali terutama cabai sehingga para petani dan pembeli tidak merasa dirugikan.

“Kalau normal harganya kan petani juga senang, pembeli juga tidak komplen, kita juga senang karena pasti banyak yang beli,” pungkasnya (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Empat Bulan, Dua Ton Sopi Tanpa Pemilik Masuk Mimika

Empat Bulan, Dua Ton Sopi Tanpa Pemilik Masuk Mimika

28 April 2026
KKB Tembak Warga Sipil di Yahukimo, Terluka Bagian Leher, Korban Dirujuk ke Jayapura

KKB Tembak Warga Sipil di Yahukimo, Terluka Bagian Leher, Korban Dirujuk ke Jayapura

28 April 2026
RS Waa Banti Terancam Amruk, Pemkab dan Freeport Percepat Penanganan Longsor

RS Waa Banti Terancam Amruk, Pemkab dan Freeport Percepat Penanganan Longsor

28 April 2026
Riswandy Jemaah Haji Termuda asal Mimika: Usia 18 Tahun, Gantikan Almarhum Ayah

Riswandy Jemaah Haji Termuda asal Mimika: Usia 18 Tahun, Gantikan Almarhum Ayah

28 April 2026
Polda Papua Bongkar Mafia BBM Subsidi, Ini Modus Operandi para Pelaku

Polda Papua Bongkar Mafia BBM Subsidi, Ini Modus Operandi para Pelaku

28 April 2026
Dukung Program Perumahan, Mendagri Ajak Pemda di Papua Perkuat Kolaborasi

Dukung Program Perumahan, Mendagri Ajak Pemda di Papua Perkuat Kolaborasi

28 April 2026

POPULER

  • Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    638 shares
    Bagikan 255 Tweet 160
  • Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Yones Yohame Tewas di Depan Rumahnya, Aparat Gabungan Buru Anggota OPM Pelaku Penembakan

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • SK LMHA Belum Bisa Terbit, Bupati Johannes Rettob: Diperbaiki atau Musda Ulang

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Senator Perempuan di DPR PT Kritik Kunjungan Wapres Gibran ke Tanah Papua

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Bentrok Antara Pendukung Paslon di Puncak Jaya, 12 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Luka-luka

Bentrok Antara Pendukung Paslon di Puncak Jaya, 12 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Luka-luka

Diperkirakan Sekitar 2.850 Orang akan Tiba di Timika

Arus Balik Lebaran ke Timika Dimulai Besok 6 April 2025, Gelombang Pertama 700 Orang

Direncanakan 12 Uskup Asal NTT Datang ke Timika Bulan Depan, Warga Flobamora Menyambut dengan Sukacita

Direncanakan 12 Uskup Asal NTT Datang ke Timika Bulan Depan, Warga Flobamora Menyambut dengan Sukacita

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id