ADVERTISEMENT
Senin, April 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Masih dari Peristiwa Pembunuhan di Yahukimo, Bupati Didimus: Darah Perempuan Itu Akan Terus Mengejar Orang yang Membunuhnya

“Seharusnya itu dipahami bahwa guru, tenaga kesehatan, wartawan, pendeta, pastor atau tenaga kemanusiaan itu tidak boleh disentuh. Jika dilukai apalagi sampai dibunuh semua orang akan membenci”.

28 Maret 2025
0
Masih dari Peristiwa Pembunuhan di Yahukimo, Bupati Didimus: Darah Perempuan Itu Akan Terus Mengejar Orang yang Membunuhnya

Rosalina Berek Sogen (30), guru asal Desa Lewotala, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, NTT, yang tewas diserang OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Peristwa pembunuhan terhadap guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Distrik Aggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat 21 Maret 2025 masih menjadi pembicaraan banyak kalangan.

Untuk diketahui dalam peristiwa tragedi kemanusian itu, mengakibatkan satu guru perempuan atas nama Rosalina Rerek Sogen (30) tewas, sementara delapan guru dan tenaga kesehatan lainnya menderita luka berat dan luka ringan.

ADVERTISEMENT

Sejumlah pihak menyebut bahwa aksi pembunuhan itu dipicu akibat pernyataan Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI yang mengatakan bahwa tenaga pengajar di sekolah-sekolah di pedalaman Papua adalah tentara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pernyataan ini menjadi dasar yang mendorong kelompok Tentara Pembebasan Negara Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan aksi penyerangan dan pembunuhan itu.

Baca Juga

Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM di Seluruh Wilayah Papua

Terkait dengan peristiwa ini, Didimus Yahuli, Bupati Yahukimo dengan tegas menyatakan bahwa dirinya siap untuk meletakkan jabatan, apabila dalam perekrutan tenaga medis dan guru ternyata ditunggangi misi lain.

Ia memastikan bahwa semua proses perekrutan guru dan Nakes dalam program Yahukimo Sehat dan Yahukimo Cerdas, berjalan sesuai ketentuan bahkan dilakukan secara ketat dengan melalui proses verifikasi selama satu bulan.

“Ini saya sampaikan untuk membantah anggapan bahwa tenaga guru atau medis yang bekerja di Yahukimo adalah aparat keamanan,” tegasnya beberapa hari lalu di Jayapura.

Didimus menyampaikan, sebagai kepala daerah di wilayah itu, dirinya mengaku sedih dan kecewa. Karena yang menjadi korban dalam peristiwa itu adalah tenaga guru dan Nakes.

“Darah perempuan itu akan mengejar orang yang membunuh. Seharusnya itu dipahami bahwa guru, tenaga kesehatan, wartawan, pendeta, pastor atau tenaga kemanusiaan itu tidak boleh disentuh,” kata Bupati Didimus.

Jika dilukai apalagi sampai dibunuh semua orang akan membenci. Bupati Didimus menuturkan bahwa, negara perjuangan mana yang membunuh guru dan Nakes yang akhirnya berhasil dan maju.

“Itu tidak ada karena mereka paham aturannya,” tandas Bupati Didimus.

Bupati Didimus bahkan menantang siapa saja untuk berani menunjukan bahwa guru dan Nakes yang direkrut adalah aparat keamanan.

“Tidak benar ada anggota yang menyamar jadi guru dari perekrutan itu. Itu bohong. Saya bantah 100 persen soal itu. Kami disini bersih dalam program Yahukimo Cerdas, Yahukimo Sehat, tidak ada yang terselubung,” bebernya.

Rasa sedih juga terlihat di wajah Esau Miram, Wakil Bupati Yahukimo. Ia bahwa mengawal langsung proses evakuasi hingga pengiriman jenazah Rosalina Sogen ke Jayapura untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Flores Timur, NTT.

Tidak sampai di Jayapura, Esau Miram juga masuk dan mendampingi jenazah sampai ke ruangan.

Ia mengaku sedih karena yang menjadi korban adalah tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan yang sepatutnya tidak disentuh dalam urusan  kepentingan konflik apapun.

Apalagi seorang guru disebut sebagai sosok yang nantinya mendorong perubahan peradaban satu daerah sehingga menganggap kejadian penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ini adalah tindakan jahat dan harus ditindak.

“Salah kalau mencurigai tenaga guru atau kesehatan ini adalah aparat. Mereka kami rekrut murni untuk kepentingan daerah. Mereka murni sipil,” jelas Esau Miram.

Ia merasa prihatin sebab Anggruk adalah salah satu tempat yang aman di Yahukimo namun itu dinodai. Karena sejak tahun 1961 daerah itu aman, dan karena pertiswa ini akhirnya memberi luka.

“Ini pukulan telak bagi pemerintah daerah dan kami sedih sekali. Seorang guru, wanita harus meregang nyawa ditempat tugas oleh ulah kelompok yang tidak bertanggungjawab. Yang tidak mau daerah ini maju,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Tegas Menolak Perluasan Perkebunan Sawit dan PSN

Perkuat Misi YPPK, Uskup Timika: Ide Sudah Didiskusikan, Saatnya Bersinergi Nyata

20 April 2026
Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

20 April 2026
Longsor di Keerom Akibatkan Jalan Trans Papua Putus Total, Distribusi Bahan Makanan Terhenti

Longsor di Keerom Akibatkan Jalan Trans Papua Putus Total, Distribusi Bahan Makanan Terhenti

20 April 2026
Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

20 April 2026
Dua Rumah di Kadun Jaya Mimika Terbakar, Seluruh Isi Rumah Hangus Tak Tersisa

Dua Rumah di Kadun Jaya Mimika Terbakar, Seluruh Isi Rumah Hangus Tak Tersisa

20 April 2026
Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

20 April 2026

POPULER

  • Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Dapodik Mimika Bermasalah, Kadisdik: Data Pusat dan Kondisi Rill di Sekolah Jauh Berbeda

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Kereta Api Segera Hadir di Papua: Rute Pertama Hubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Minta Tradisi Bakar Batu Dihentikan, Gubernur Meki Nawipa: Lebih Baik Anggaran Dialihkan untuk Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Minta Tradisi Bakar Batu Dihentikan, Gubernur Meki Nawipa: Lebih Baik Anggaran Dialihkan untuk Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Hasil Pantauan TPID Mimika, Ketersediaan Gas Elpigi dan Telur Ayam Mencukupi, Cabai Tembus Rp140 Ribu Per Kilogram

Hasil Pantauan TPID Mimika, Ketersediaan Gas Elpigi dan Telur Ayam Mencukupi, Cabai Tembus Rp140 Ribu Per Kilogram

Termasuk di Papua, Kabar Gembira untuk Nakes Berhak Dapat Rumah Subsidi dari Pemerintah, Tahap Awal 42 Ribu Orang

Termasuk di Papua, Kabar Gembira untuk Nakes Berhak Dapat Rumah Subsidi dari Pemerintah, Tahap Awal 42 Ribu Orang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id