ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Cerita Yakobus Pani, Petani Sawah di Kampung Mulia SP7 Mimika, Bisa Tiga Kali Panen, Pupuk Masih Menjadi Kendala

"Kita tanam dari bulan 11 kemarin, jadi mungkin sekitar dua minggu lagi sudah bisa panen. Tapi ini kami uji coba yang jenis Impari 32, karena ada yang bisa bertahan ada juga bibit yang tidak tahan penyakit”.

28 Januari 2025
0
Cerita Yakobus Pani, Petani Sawah di Kampung Mulia SP7 Mimika, Bisa Tiga Kali Panen, Pupuk Masih Menjadi Kendala

Yakobus Pani, saat menunjukkan padi di sawah miliknya.(foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Membuka lahan persawahan tidak semua dilakukan oleh petani di Kabupaten Mimika.

Kondisi ini bisa dilihat, hampir di semua lahan pertanian tidak terlihat persawahan. Hanya didominasi sayur-sayuran, buah, cabe dan tanaman jangka pendek lainnya.

Sedikit berbeda dengan Yakobus Pani, petani asal Kampung Mulia Kencana SP7, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Sejak tahun 2012, Yakobus mulai menggarap lahan sawah di Kampung Mulia Kencana, tempat ia dan keluarganya menetap saat ini.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Meski demikian sepanjang itu, beberapa petak sawah yang digarapnya sempat berhenti.

Dan pada bulan November 2024, Yakobus memutuskan untuk kembali bertani dengan menanam padi di tujuh petak sawah.

Kali ini ia mengajak rekannya yang tergabung dalam anggota Kelompok Tani Mandiri Mulia.

Dikatakan, saat pertama kali bertani, dalam satu tahun, bisa panen tiga kali dengan pendapatan padi mencapai tiga ton.

“Kalau hasilnya bagus bisa tiga ton. biasanya juga hasilnya tidak menentu, jadi ada kala naik ada kala menurun,” ujar Yakobus kepada koranpapua.id saat ditemui di lahannya, Selasa 28 Januari 2025.

Sejauh ini dirinya telah menggarap tujuh petak sawah, karena masih dalam tahap uji coba. Dan untuk hasilnya masih menunggu panen sekitar dua minggu lagi.

“Kita tanam dari bulan 11 kemarin, jadi mungkin sekitar dua minggu lagi sudah bisa panen. Tapi ini kami uji coba yang jenis Impari 32, karena ada yang bisa bertahan ada juga bibit yang tidak tahan penyakit,” tuturnya.

Dari hasil panennya sebagian untuk konsumsi bersama keluarga, sebagian lainya dijual, kalau ada yang mau membeli.

Dikatakan, sesuai rencana Kelompok Tani Mandiri Mulia, pada Februari 2025 akan menanam padi serentak di lahan seluas 16 hektare dan hasilnya nanti dibeli Dinas Pertanian.

“Kalau program ini hasilnya nanti dibeli oleh dinas (Pertanian) dan dinas kasih kembali lagi ke petani berupa bantuan pupuk, bibit dan alat pertanian,” katanya.

Yakobus mengaku, untuk kebutuhan air ke sawah sangat melimpah karena ada irigasi di lokasi lahannya, termasuk dibantu alkon untuk mengalirkan.

Namun untuk pupuk, sedikit mengalami kendala. Sebab stok pupuk subsidi dari pemerintah tidak selalu tersedia.

Sementara jika belanja di toko secara mandiri harganya lebih tinggi. Bahkan terkadang kehabisan stok.

“Karena dulu juga pernah gagal panen, padi merah semua, karena hama. Jadi harus beri pupuk mulai dari tanam, sampai panen itu bisa tiga sampai empat kali, tergantung tanamannya,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Perahu Terbalik Dihamtam Gelombang, SAR Timika Turunkan RIB 85 PK, Tujuh Selamat, Satu Orang Belum Ditemukan

Perahu Terbalik Dihamtam Gelombang, SAR Timika Turunkan RIB 85 PK, Tujuh Selamat, Satu Orang Belum Ditemukan

Tiga Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Ini Daftar Nama dan Penggantinya

Tiga Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Ini Daftar Nama dan Penggantinya

Jadi Agen Perubahan Lokal Cegah Stunting, 25 Warga Mimika dan Asmat Diberikan Pelatihan

Jadi Agen Perubahan Lokal Cegah Stunting, 25 Warga Mimika dan Asmat Diberikan Pelatihan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id