ADVERTISEMENT
Minggu, November 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Puluhan Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas di Mimika Dibekali Materi Pengawasan Kesling

Tenaga Kesling juga bertugas melakukan konseling terhadap pasien yang datang dengan keluhan penyakit berbasis pada pelayanan kesehatan lingkungan.

2 Desember 2024
0
Puluhan Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas di Mimika Dibekali Materi Pengawasan Kesling

Ferry Maitindom, Kasie Kesling dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Papua. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah memberikan pembekalan kepada puluhan tenaga sanitasi lingkungan Puskesmas tentang Pengawasan Kesehatan Lingkung (Kesling).

Pelatihan yang dilakukan Bidang Kesling Dinkes Mimika, berlangsung di salah satu hotel di Timika, Senin 2 Desember 2024.

Ferry Maitindom, Kasie Kesling dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Papua dihadirkan sebagai pemateri dalam kegiatan itu.

Ferry menjelaskan pelatihan ini sangat penting bagi tenaga Sanitarian di Puskesmas, karena Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Baca Juga

SCOPI Optimistis Kopi Puncak Jaya Berkembang, Petani Didorong Tingkatkan Kualitas

HKN ke-62, Dinkes dan KORMI Mimika Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

Lewat pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sanitarian dalam pelayanan kesehatan lingkungan. Karena beberapa program atau indikator kinerja mereka difokuskan pada pelayanan paripurna.

Dikatakan, pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah pelayanan yang paling utama berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Undang-Undang ini yang mengarahkan bagaimana penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas yang harus secara terintegrasi dengan pelayanan terbaik.

“Mereka itu wajib ditingkatkan kapasitasnya, karena mungkin saja mereka masih bekerja dengan pola-pola yang lama atau bekerja tidak berdasarkan arahan dari rencana strategis pembangunan kesehatan,” jelas Ferry kepada koranpapua.id.

Ia menjelaskan pelayanan di Puskesmas diarahkan ke pelayanan preventif dan promotive.

Karenanya kesehatan lingkungan lebih banyak melakukan pelayanan preventif, terkait dengan penanganan di dalam gedung, barang habis pakai di Puskesmas dan pelayanan di luar gedung.

Ia menjelaskan pelayanan yang dilakukan tenaga Kesling di Puskesmas memiliki tiga tugas pokok yakni konseling, inspeksi Kesling dan interfensi Kesling.

“Interfensi kesehatan lingkungan sekitar lingkungan itu mereka harus selenggarakan dan dijabarkan secara baik dalam enam indikator secara Nasional,” katanya.

Tenaga Kesling juga bertugas melakukan konseling terhadap pasien yang datang dengan keluhan penyakit berbasis pada pelayanan kesehatan lingkungan, misalnya malaria, diare, TBC dan kusta frambusia dan kecacingan.

“Kesehatan lingkungan harus dikonseling untuk menunjukkan bahwa penyakit lingkungan ini perlu penanganan yang lebih spesifik,” pungkasnya.

Dengan demikian petugas perlu melakukan  kunjungan ke lapangan untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Apakah di lingkungan masyarakat itu mempunyai risiko-risiko yang kemudian dianalisasi, memicu munculnya kasus-kasus penyakit lingkungan.

Menurutnya, jika dalam penanganan membutuhkan sentuhan teknologi berarti bisa dengan melibatkan instansi lain.

Misalnya pasien mengalami diare penyebabnya adalah karena konsumsi air sumur yang jelek dan selanjutnya petugas Kesling memberikan desinfektan atau kaporit.

Tetapi jika tetap tidak mengalami perubahan berarti karena konstruksinya tidak bagus. Dengan demikian perlu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Karena PUPR yang mendesain sumur, jadi koordinasi agar bisa digunakan masyarakat dalam upaya memperkecil risiko munculnya penyakit yang bersumber dari air”.

Masalah lain misalnya tingginya kasus malaria disebabkan banyaknya genangan air. Atau rumput banyak tumbuh di pekarangan rumah sehingga harus dibersihkan.

Untuk mencegah penyakit-penyakit berbasis lingkungan petugas Kesling akan memberikan edukasi merubah pola perilaku masyarakat.

Caranya dengan menjaga kesehatan lingkungan, dan memperbaiki genangan air limbah cucian piring atau pakaian. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

SCOPI Optimistis Kopi Puncak Jaya Berkembang, Petani Didorong Tingkatkan Kualitas

SCOPI Optimistis Kopi Puncak Jaya Berkembang, Petani Didorong Tingkatkan Kualitas

7 November 2026
HKN ke-62, Dinkes dan KORMI Mimika Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

HKN ke-62, Dinkes dan KORMI Mimika Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

7 November 2026
Satgas Korpasgat Koroway Batu Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga

Satgas Korpasgat Koroway Batu Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga

7 November 2026
10.458 Kasus Malaria Ditangani Puskesmas Timika Jaya, Dua Wilayah Tertinggi

10.458 Kasus Malaria Ditangani Puskesmas Timika Jaya, Dua Wilayah Tertinggi

7 November 2026
Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Akibat Kemarau

Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Akibat Kemarau

7 November 2026
Operasi TNI di Yahukimo, Tujuh Pucuk Senjata Api Diamankan

Operasi TNI di Yahukimo, Tujuh Pucuk Senjata Api Diamankan

7 November 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

    TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • 28 Ibu Hamil di Mimika Positif HIV, 24 Orang Telah Jalani Pengobatan ARV

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • ASN Korban Penikaman di Ilaga Dievakuasi ke Timika, Pisau Masih Tertancap

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Bupati JR Tegaskan Hasil Profiling Jadi Pertimbangan Penempatan Jabatan ASN di Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Bappeda Mimika Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Kampung Adat, Agustinus: Tahun Depan Didorong Menjadi Perda  

Bappeda Mimika Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Kampung Adat, Agustinus: Tahun Depan Didorong Menjadi Perda  

TNI-Polri Tembak Mati Satu Satu Anggota KKB di Kabupaten Puncak

TNI-Polri Tembak Mati Satu Satu Anggota KKB di Kabupaten Puncak

Pemberlakuan Dua Arah di Jalan Budi Utomo Tanpa Koordinasi Resmi dengan Dishub Mimika

Pemberlakuan Dua Arah di Jalan Budi Utomo Tanpa Koordinasi Resmi dengan Dishub Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id