ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Mengenang Wanita Berkerudung Biru (Eulogi Pertama untuk Sr. Nikolin Pajo SSpS-Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki)

Sr. Nikolin memiliki latar belakang pendidikan guru agama. Pak Hilarius R. Sama, Kepala SMPK Maukaro saat itu meminta kesediaan Sr. Nikolin mengajar agama dan menjadi bendahara sekolah.

8 November 2024
0
Mengenang Wanita Berkerudung Biru (Eulogi Pertama untuk Sr. Nikolin Pajo SSpS-Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki)

Sr. Nikolin Pajo SSpS. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh : RD Stefanus Wolo Itu

HARI Senin pagi tanggal 4 Nopember jam 04.40 waktu Swiss. Seorang umat paroki menulis pesan: “Stefan, vor ein paar Stunden ist der Vulkan Lewotobi Laki Laki auf der indonesischen Insel Flores ausgebrochen. Es gab mindestens zehn Tote. Mein herzliches Beileid.

ADVERTISEMENT

Artinya: Stefan, beberapa jam yang lalu, gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Indonesia meletus. Paling sedikit 10 orang meninggal. Saya turut berdukacita”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saya langsung bangun dan membuka media sosial: grup-grup WhatsApp dan Facebook. Hampir semua memosting dan menulis tentang letusan gunung berapi itu.

Baca Juga

Edaran Bupati Terbit, Truk Pengangkut Material Tanpa Terpal Masih Bebas Melintas di Timika

103 Pasangan di Mimika Ikuti Nikah Massal, Pemkab Pastikan Kepastian Hukum Keluarga

Kampung-kampung sekitar, rumah misi SSpS Hokeng, SMPK Sanctissima dan Seminari Menengah San Dominggo Hokeng mengalami kerusakan berat.

Dan lebih memilukan hati, letusan itu memakan korban jiwa. Saya terkejut karena salah satu korban adalah Sr. Nikolin Katharina Pajo SSpS. Spontan air mata saya berguguran.

Saya mengenal Sr. Nikolin bulan Januari tahun 2003. Saat itu saya bertugas sebagai Pastor Paroki St. Vinsensius A Paulo Ratesuba. Seorang wanita berkerudung biru datang ke pastoran. Dia datang “melapor dan memperkenalkan diri”.

Dia tahu saya berasal dari Wolorowa-Ngada. Karena itu ia menyapa dengan bahasa Bajawa: “Selamat siang le ema nara pastor paroki. Jao Sr. Nikolin SSpS, isi Radha – Bajawa. Jao mai punu be’o ema nara. Jao dhapa tugas lau komunitas Maukaro.

Artinya: Selamat siang bapak-saudara. Saya Sr. Nikolin SSpS dari Radha-Bajawa. Saya datang memberitahu bapak-saudara. Saya mendapat tugas baru di komunitas Maukaro”.

Saya menjawab: “Terima kasih ine weta (Mama-Saudari). Selamat datang dan selamat mengalami kehidupan bersama umat Maukaro dan keluarga besar Paroki Ratesuba.

Kehadiran ine weta tentu membawa rahmat tersendiri bagi kami. Sambil menunjuk ke arah dataran tinggi Paroki Ratesuba, saya katakan:

“Inilah medan pelayanan kita. Suster pasti akan banyak berjalan kaki, melewati sungai, mendaki dan menurun bukit. Lumayan jauh dan sulit bila dibandingkan dengan perjalanan dari Radha ke Naru atau Radha ke Bajawa. Tapi jangan takut”.

Sambil tersenyum Sr. Nikolin katakan: “Molo gha ema nara jao. Kena tugas kita. Mawe-mawe pasti nge. Ema nara biar tuka beje nge wado dua zele wolo.

Baiklah bapak-saudaraku. Itu tugas kita. Pelan-pelan pasti bisa. Saudaraku yang gendut bisa pulang pergi ke dataran tinggi. Saya harus bisa”.

Sambil tertawa saya menjawab: “Betul sekali. Sr. Nikolin pasti bisa. Sapaan, senyuman dan cinta istimewa dari umat menguatkan kita. Mereka selalu menghadirkan sukacita lahir dan batin. Saya sudah mengalaminya”.

Saya mencatat dalam ingatan bahwa para suster SSpS secara resmi bekerja di Paroki Ratesuba tanggal 15 Januari 2002.

Sehari sebelumnya pastor paroki, kapelan, Dewan Paroki, mosalaki, pimpinan pemerintah kecamatan, desa dan seluruh umat menerima para suster dengan sukacita.

Sr. Tarsisia Gemma Galgani SSpS, Sr. Ursula SSpS dan Sr. Ermelinda Nur SSpS merupakan misionaris perdana. Kami menyiapkan rumah sederhana di samping Gereja Maukaro sebagai biara sementara.

Umat mengumpulkan makanan sayuran untuk mendukung kehidupan para suster. Bahkan almarhum Vitalis Teti dan istrinya Vero menyiapkan dan menanam padi di beberapa petak sawah mereka.

Para misionaris Abdi Roh Kudus ini membantu karya pastoral paroki. Mereka aktif dalam karya pastoral umat Basis, lingkungan, stasi.

Mereka turut membantu persiapan penerimaan sakramen-sakramen, kegiatan SEKAMI dan OMK. Mereka memperlancar urusan liturgi hari raya tingkat paroki, TPAPT bahkan Kevikepan Ende.

Saat pentahbisan ketiga imam baru RD. Yance Sengga, RD. Edy Reda dan RP. Kletus Nenda SVD bulan Agustus 2003, para suster membantu persiapan dan perlengkapan liturgi serta dekorasi. Mereka bekerja luar biasa.

Sr. Nikolin memiliki latar belakang pendidikan guru agama. Pak Hilarius R. Sama, Kepala SMPK Maukaro saat itu meminta kesediaan Sr. Nikolin mengajar agama dan menjadi bendahara sekolah.

Saya sendiri pernah mengabdi dan selalu aktif mendukung sekolah ini. Saya tahu sekolah ini, hampir semua aspek memiliki banyak kekurangan.

Bahkan pernah diplesetkan sebagai “SMPK Tak Berdaya Maukaro. Hidup enggan mati tak mau”. Saya tetap membesarkan hati para guru, BP3/Komite Sekolah, umat paroki dan masyarakat sekitar.

Setiap kali pertemuan, saya selalu ingatkan: “Kita memiliki tanggung jawab moral menghidupi sekolah ini”.

Saya meyakinkan Sr. Nikolin SSpS. Sekolah ini sudah melahirkan banyak orang hebat. Mereka bekerja dipelbagai bidang kehidupan.

Dari barisan para pastor ada P. Dr. Baltasar Rengga Ado SVD, doktor Filsafat alumni Universitas Freiburg Jerman dan P. Adrianus Gegi SVD, misionaris Austria.

Keduanya alumni 1983-1986. Kemudian muncul lagi RD. Fidelis Du’a, tokoh pendidikan di Keuskupan Maumere.

Suster fokus membantu SMPK Maukaro. Tidak perlu berpikir tentang berjalan kaki naik bukit turun lembah. Kehadiran Suster pasti membawa berkat tersendiri bagi SMPK Maukaro.

Suster seorang biarawati, sekaligus rohaniwati. Kehadirannya pasti memberi warna rohani dan memperkuat energi spiritual.

Suster Nikolin akan menjadi satu-satunya wanita berkerudung di antara mereka. Kerudungmu akan membawa berkat.

Suatu waktu nanti, Suster akan menyaksikan anak didikmu berkerudung warna warni sesuai dengan ketentuan ordo mereka.

Belakangan saya tahu, beberapa siswi bimbingan Sr. Nikolin di SMPK Maukaro telah menjadi biarawati.

Suster tidak perlu berkecil hati dan merasa sendirian. Suster akan ditemani seorang wanita berkerudung. Dia bukan biarawati. Tapi dia seorang guru dan pendidik agama muslim.

Namanya Ibu Daniarti dari Nioniba. Sejak awal berdirinya, sekolah ini selalu menjadi rumah bersama orang tua serta siswi katolik dan muslim.

Sekolah ini secara fisik (saat itu) nampaknya tak berdaya. Tapi dibalik “cap ketidakberdayaan” lembaga ini memiliki daya istimewa. SMPK Maukaro menjadi sekolah multikultural.

Mereka merawat budaya toleransi katolik dan muslim, Ende dan Ngada (saat ini Nagekeo), Jao-Ngao-Aku dan Flores dengan Buton, Selayar, Jeneponto dan Bugis.

Sr. Nikolin dan ibu Daniarti akan menjadi wanita kembar berkerudung. Kerudungmu adalah lambang kerendahan hati, ketaatan spiritual dan penyerahan diri yang total kepada Tuhan.

Kerudung juga memotivasi melakukan segala sesuatu secara lebih baik. Bahkan siap melakukan yang terbaik.

“Kamu mengajarkan memberi contoh nilai-nilai toleransi. Toleransi adalah bagian dari “Peace Culture atau Budaya Damai”.

Sejak awal SMPK Maukaro berkomitmen mewujudkan masyarakat damai. Saya percaya Sr. Nikolin, ibu Daniarti dan keluarga besar SMPK Maukaro bisa menciptakan “Peace Agent atau Agen-Agen Perdamaian.

“Kamu pasti selalu dihormati, dicintai dan dikenang hingga ajal tiba. Kematian tidak menghancurkan hubungan, melainkan mengubahnya menjadi kenangan yang abadi”. Bersambung!

Kirchgasse 4, 5074 Eiken AG

Hari Pemakaman Sr. Nikolin Pajo SSpS, Selasa 5 November 2024 (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Sugapa Intan Jaya

Satgas Pasgat Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Sugapa Intan Jaya

5 Agustus 2026
Edaran Bupati Terbit, Truk Pengangkut Material Tanpa Terpal Masih Bebas Melintas di Timika

Edaran Bupati Terbit, Truk Pengangkut Material Tanpa Terpal Masih Bebas Melintas di Timika

5 Agustus 2026
103 Pasangan di Mimika Ikuti Nikah Massal, Pemkab Pastikan Kepastian Hukum Keluarga

103 Pasangan di Mimika Ikuti Nikah Massal, Pemkab Pastikan Kepastian Hukum Keluarga

5 Agustus 2026
Pemprov Papua Selatan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kualitas SDM

UNJ Bekali Mahasiswa Mappi Papua Selatan Lewat Program Matrikulasi Sebelum Kuliah

5 Agustus 2026
Pemprov Papua Selatan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kualitas SDM

Pemprov Papua Selatan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kualitas SDM

5 Agustus 2026
Dinkes Mimika Gencarkan GERMAS di Pasar Sentral, Dorong Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

Retribusi Tetap Dipungut, Pasar Sentral Timika Masih Terjebak Sampah dan Genangan Air

5 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    656 shares
    Bagikan 262 Tweet 164
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Pj Bupati Mimika Sebut Estimasi APBD 2025 Rp6,3 Triliun, Pekan Depan Dibahas Bersama DPRD

Pj Bupati Mimika Sebut Estimasi APBD 2025 Rp6,3 Triliun, Pekan Depan Dibahas Bersama DPRD

KPU Mimika Bagikan Titik Koordinat Potensial TPS, Budiono Harap yang Sudah Ditetapkan Jangan Digeser Lagi

KPU Mimika Bagikan Titik Koordinat Potensial TPS, Budiono Harap yang Sudah Ditetapkan Jangan Digeser Lagi

Sosok Peduli Lintas Denominasi: Yusuf Rombe Hibahkan Lahan Bagi GBI Mimika

Sosok Peduli Lintas Denominasi: Yusuf Rombe Hibahkan Lahan Bagi GBI Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id