ADVERTISEMENT
Kamis, November 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Dinas Sosial Bekali 40 Kader untuk Pendampingan Anak Terlantar di Mimika

berdasarkan hasil evaluasi Dinsos, sejauh ini anak-anak yang didampingi sudah terlihat mengalami perubahan. Anak-anak yang awalnya sulit diatur, sekarang sudah mulai menerima dan berubah.

17 Oktober 2024
0
Dinas Sosial Bekali 40 Kader untuk Pendampingan Anak Terlantar di Mimika

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial memberikan arahan kepada kader peduli anak terlantar Mimika, Kamis 17 Oktober 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 40 kader dibekali sejumlah pengetahuan seputar pendampingan terhadap anak-anak terlantar yang ada di Kabupaten Mimika.

Pembekalan yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika di salah satu hotel di Timika, Kamis 17 Oktober 2024.

Dinsos menghadirkan dua pemateri dalam pembelakan itu, masing-masing dari Dinas Kesehatan Mimika dan Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kemensos Jayapura.

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial melalui Jenni Padallingan, Kepala Seksi Jaminan Perlindungan Anak menjelaskan, 40 kader peduli anak terlantar ini, berasal dari 20 kampung dan kelurahan.

Baca Juga

Mimika Baru Bersih dan Tertata, Merlyn Siapkan Aksi Tujuh Hari

Satgas Pasgat Layani Pengobatan Gratis di Kampung Kewam

Setiap kampung dan kelurahan mengutus dua orang perwakilan dari distrik Mimika Baru, Wania dan Kwamki Narama.

Jenni menyebutkan, tugas para kader ini memberikan pendampingan terhadap anak-anak kurang beruntung di setiap wilayah kerjanya.

Untuk menambah wawasan pengetahuan, puluhan kader dibekali sejumlah materi. Diantaranya, bagaimana memperhatikan kondisi kesehatan anak, merawat diri secara mandiri, dan menjaga kesehatan alat reproduksi sedini mungkin.

Materi kesehatan reproduksi ini penting dengan tujuan supaya menghindari terjadinya perkawinan usia muda.

Melalui pelatihan ini diharapkan para kader mampu mendampingi anak-anak, bahwa diatas usia 20 tahun minimal baru diperbolehkan untuk menikah.

“Tujuannya supaya pada saat melahirkan anak sebagai generasi masa depan yang benar-benar berkualitas baik fisik maupun kesehatannya,” ujarnya.

Jenni menjelaskan selain materi kesehatan, para kader juga diberikan materi yang berhubungan dengan bagaimana mengenali persoalan sosial, yang kerap dihadapi anak-anak dan dapat menimbulkan kerugian pada diri anak.

“Materi ini disajikan oleh narasumber dari Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kemensos Jayapura. Mereka diberi pengetahuan seputar tindakan preventif atau mencegah sebelum anak terjerumus dalam persoalan Narkoba, lem aibon dan lain-lain,” paparnya.

Strategi yang akan dilakukan para kader di masyarakat dengan mengadakan ibadah rutin setiap bulan, ada kegiatan kelas bersama dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

“Untuk kerjasama dengan Dinas Kesehatan lebih diutamakan menyiapkan guru yang sudah bersertifikasi. Kegiatan lain menumbuhkan minat dan bakat dibidang olahraga,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, mulai tahun 2024 ini, Dinsos akan membentuk kelas minat dan bakat bermain futsal dan voli. Kegiatan ini dilakukan dalam dua minggu sekali dalam sebulan.

Jenni menambahkan, selain 40 kader ini Dinsos juga menyiapkan masing-masing kampung dua kader untuk membantu kader kampung.

Dalam pendampingan, kader bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan berkaitan dengan perlindungan dan kekerasan anak dalam rumah tangga.

“Kami harapkan untuk menjalankan program ini ada dukungan dari pemerintah kampung dan kelurahan”.

Ia mengakui berdasarkan hasil evaluasi Dinsos, sejauh ini anak-anak yang didampingi sudah terlihat mengalami perubahan. Anak-anak yang awalnya sulit diatur, sekarang sudah mulai menerima dan berubah.

Ini dikarenakan dalam pembinaan diterapkan sistem pendekatan kekeluargaan atau humanis.

“Hingga saat ini berdasarkan data Dinsos terdapat 219 anak kurang beruntung yang mendapat pendampingan,” timpalnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Mimika Baru Bersih dan Tertata, Merlyn Siapkan Aksi Tujuh Hari

Mimika Baru Bersih dan Tertata, Merlyn Siapkan Aksi Tujuh Hari

5 November 2026
Polres Mimika Serahkan Kendaraan PAMAPTA untuk Respons Cepat

Polres Mimika Serahkan Kendaraan PAMAPTA untuk Respons Cepat

5 November 2026
Satgas Pasgat Layani Pengobatan Gratis di Kampung Kewam

Satgas Pasgat Layani Pengobatan Gratis di Kampung Kewam

5 November 2026
Bantuan Pertanian Mawokauw Jaya Beralih ke BUMDes pada 2026

Bantuan Pertanian Mawokauw Jaya Beralih ke BUMDes pada 2026

5 November 2026
Dugaan Penyadapan Prabowo, Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka

Dugaan Penyadapan Prabowo, Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka

5 November 2026
Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

4 November 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • 28 Ibu Hamil di Mimika Positif HIV, 24 Orang Telah Jalani Pengobatan ARV

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Dua Pekerja Sumur di Mimika Tewas Saat Hendak Memperdalam Sumur

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • ASN Korban Penikaman di Ilaga Dievakuasi ke Timika, Pisau Masih Tertancap

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Polisi Dalami Dugaan Motif Balas Dendam di Balik Penikaman ASN di Ilaga

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Bawaslu Mimika Terima Tujuh Laporan Pelanggaran, Diana Dayme: Satu Berpotensi Pidana

Bawaslu Mimika Terima Tujuh Laporan Pelanggaran, Diana Dayme: Satu Berpotensi Pidana

Terjatuh dari Tebing, Pendaki Asal China Meninggal Dunia di Puncak Cartensz

Terjatuh dari Tebing, Pendaki Asal China Meninggal Dunia di Puncak Cartensz

Gallery Foto Dinkes Mimika Rapat Evaluasi Bahas Pelayanan PIN Polio Bersama Kader Posyandu dari Sejumlah Distrik

Gallery Foto Dinkes Mimika Rapat Evaluasi Bahas Pelayanan PIN Polio Bersama Kader Posyandu dari Sejumlah Distrik

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id