ADVERTISEMENT
Rabu, April 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Dinas Sosial Bekali 40 Kader untuk Pendampingan Anak Terlantar di Mimika

berdasarkan hasil evaluasi Dinsos, sejauh ini anak-anak yang didampingi sudah terlihat mengalami perubahan. Anak-anak yang awalnya sulit diatur, sekarang sudah mulai menerima dan berubah.

17 Oktober 2024
0
Dinas Sosial Bekali 40 Kader untuk Pendampingan Anak Terlantar di Mimika

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial memberikan arahan kepada kader peduli anak terlantar Mimika, Kamis 17 Oktober 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 40 kader dibekali sejumlah pengetahuan seputar pendampingan terhadap anak-anak terlantar yang ada di Kabupaten Mimika.

Pembekalan yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika di salah satu hotel di Timika, Kamis 17 Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

Dinsos menghadirkan dua pemateri dalam pembelakan itu, masing-masing dari Dinas Kesehatan Mimika dan Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kemensos Jayapura.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Petrus Yumte, Kepala Dinas Sosial melalui Jenni Padallingan, Kepala Seksi Jaminan Perlindungan Anak menjelaskan, 40 kader peduli anak terlantar ini, berasal dari 20 kampung dan kelurahan.

Baca Juga

Empat Bulan, Dua Ton Sopi Tanpa Pemilik Masuk Mimika

RS Waa Banti Terancam Amruk, Pemkab dan Freeport Percepat Penanganan Longsor

Setiap kampung dan kelurahan mengutus dua orang perwakilan dari distrik Mimika Baru, Wania dan Kwamki Narama.

Jenni menyebutkan, tugas para kader ini memberikan pendampingan terhadap anak-anak kurang beruntung di setiap wilayah kerjanya.

Untuk menambah wawasan pengetahuan, puluhan kader dibekali sejumlah materi. Diantaranya, bagaimana memperhatikan kondisi kesehatan anak, merawat diri secara mandiri, dan menjaga kesehatan alat reproduksi sedini mungkin.

Materi kesehatan reproduksi ini penting dengan tujuan supaya menghindari terjadinya perkawinan usia muda.

Melalui pelatihan ini diharapkan para kader mampu mendampingi anak-anak, bahwa diatas usia 20 tahun minimal baru diperbolehkan untuk menikah.

“Tujuannya supaya pada saat melahirkan anak sebagai generasi masa depan yang benar-benar berkualitas baik fisik maupun kesehatannya,” ujarnya.

Jenni menjelaskan selain materi kesehatan, para kader juga diberikan materi yang berhubungan dengan bagaimana mengenali persoalan sosial, yang kerap dihadapi anak-anak dan dapat menimbulkan kerugian pada diri anak.

“Materi ini disajikan oleh narasumber dari Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kemensos Jayapura. Mereka diberi pengetahuan seputar tindakan preventif atau mencegah sebelum anak terjerumus dalam persoalan Narkoba, lem aibon dan lain-lain,” paparnya.

Strategi yang akan dilakukan para kader di masyarakat dengan mengadakan ibadah rutin setiap bulan, ada kegiatan kelas bersama dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

“Untuk kerjasama dengan Dinas Kesehatan lebih diutamakan menyiapkan guru yang sudah bersertifikasi. Kegiatan lain menumbuhkan minat dan bakat dibidang olahraga,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, mulai tahun 2024 ini, Dinsos akan membentuk kelas minat dan bakat bermain futsal dan voli. Kegiatan ini dilakukan dalam dua minggu sekali dalam sebulan.

Jenni menambahkan, selain 40 kader ini Dinsos juga menyiapkan masing-masing kampung dua kader untuk membantu kader kampung.

Dalam pendampingan, kader bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan berkaitan dengan perlindungan dan kekerasan anak dalam rumah tangga.

“Kami harapkan untuk menjalankan program ini ada dukungan dari pemerintah kampung dan kelurahan”.

Ia mengakui berdasarkan hasil evaluasi Dinsos, sejauh ini anak-anak yang didampingi sudah terlihat mengalami perubahan. Anak-anak yang awalnya sulit diatur, sekarang sudah mulai menerima dan berubah.

Ini dikarenakan dalam pembinaan diterapkan sistem pendekatan kekeluargaan atau humanis.

“Hingga saat ini berdasarkan data Dinsos terdapat 219 anak kurang beruntung yang mendapat pendampingan,” timpalnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Empat Bulan, Dua Ton Sopi Tanpa Pemilik Masuk Mimika

Empat Bulan, Dua Ton Sopi Tanpa Pemilik Masuk Mimika

28 April 2026
KKB Tembak Warga Sipil di Yahukimo, Terluka Bagian Leher, Korban Dirujuk ke Jayapura

KKB Tembak Warga Sipil di Yahukimo, Terluka Bagian Leher, Korban Dirujuk ke Jayapura

28 April 2026
RS Waa Banti Terancam Amruk, Pemkab dan Freeport Percepat Penanganan Longsor

RS Waa Banti Terancam Amruk, Pemkab dan Freeport Percepat Penanganan Longsor

28 April 2026
Riswandy Jemaah Haji Termuda asal Mimika: Usia 18 Tahun, Gantikan Almarhum Ayah

Riswandy Jemaah Haji Termuda asal Mimika: Usia 18 Tahun, Gantikan Almarhum Ayah

28 April 2026
Polda Papua Bongkar Mafia BBM Subsidi, Ini Modus Operandi para Pelaku

Polda Papua Bongkar Mafia BBM Subsidi, Ini Modus Operandi para Pelaku

28 April 2026
Dukung Program Perumahan, Mendagri Ajak Pemda di Papua Perkuat Kolaborasi

Dukung Program Perumahan, Mendagri Ajak Pemda di Papua Perkuat Kolaborasi

28 April 2026

POPULER

  • Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    637 shares
    Bagikan 255 Tweet 159
  • Yones Yohame Tewas di Depan Rumahnya, Aparat Gabungan Buru Anggota OPM Pelaku Penembakan

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • SK LMHA Belum Bisa Terbit, Bupati Johannes Rettob: Diperbaiki atau Musda Ulang

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Senator Perempuan di DPR PT Kritik Kunjungan Wapres Gibran ke Tanah Papua

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Bawaslu Mimika Terima Tujuh Laporan Pelanggaran, Diana Dayme: Satu Berpotensi Pidana

Bawaslu Mimika Terima Tujuh Laporan Pelanggaran, Diana Dayme: Satu Berpotensi Pidana

Terjatuh dari Tebing, Pendaki Asal China Meninggal Dunia di Puncak Cartensz

Terjatuh dari Tebing, Pendaki Asal China Meninggal Dunia di Puncak Cartensz

Gallery Foto Dinkes Mimika Rapat Evaluasi Bahas Pelayanan PIN Polio Bersama Kader Posyandu dari Sejumlah Distrik

Gallery Foto Dinkes Mimika Rapat Evaluasi Bahas Pelayanan PIN Polio Bersama Kader Posyandu dari Sejumlah Distrik

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id