ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Delapan Nakes yang Disandera dan Menyaksikan Penembakan Pilot Helikopter Jalani Trauma Healing

Sebagai pimpinan, setelah mengetahui terjadinya peristiwa ini langsung meminta untuk segera menjemput dan mengevakuasi para Nakes kembali di Timika.

15 Agustus 2024
0
Delapan Nakes yang Disandera dan Menyaksikan Penembakan Pilot Helikopter Jalani Trauma Healing

Para Nakes Puskesmas Alama mendengarkan arahan Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika pada pembukaan healing trauma, Kamis 15 Agustus 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Delapan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sempat disandera dan menyaksikan penembakan Mr. Glen Malcolm Conning, pilot helikopter di Distrik Alama, 5 Agustus 2024 lalu, kini menjalani trauma healing

Trauma healing adalah satu upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah untuk menghilangkan traumatis pasca kasus penembakan pilot asal Slandia Baru.

Pelaksanaan trauma healing yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Kamis 15 Agustus 2024 merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Mimika dengan Himpunan Psikologi Wilayah Papua Tengah.

Tim healing ini terdiri dari Aryanti Christin Phangga Yoku, S.Psi, P2TP2A Kabupaten Mimika (asisten), David Setiawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog Praktik Psikolog Mandiri dan Niken Nurmei Ditasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog Praktik Psikolog Mandiri.

Baca Juga

Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

Pemkab Mimika Matangkan Tata Ruang Poumako-Kokonau untuk Investasi

Program trauma healing dibuka secara resmi oleh Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika didampingi Obeth Tekege, Kabid P2P Mimika.

Reynold dalam kesempatan itu memberikan semangat, motivasi dan apresiasi kepada delapan Nakes.

Ia juga menceritakan peristiwa-peristiwa sulit yang pernah dialaminya ketika bertugas di lapangan.

Semua peristiwa sulit tidak membuat dirinya putus asa, tetapi malah menjadi satu semangat baru dan kuat untuk kembali ke tempat tugas.

Reynold menyadari pengalaman trauma yang dihadapi dan dialami oleh setiap pribadi berbeda-beda, karena itu waktu pemulihannya juga tidak sama.

“Ada yang trauma dalam jangka waktu singkat, ada yang jangka waktu lama baru bisa kembali pulih,” katanya memotivasi.

Kepada para Nakes, Reynold berpesan bahwa hidup manusia bergantung pada Tuhan, alam dan leluhur. Bahwa setiap niat baik dalam pelayanan pasti menemukan jalannya.

Pasti ada pertolongan Tuhan dan dilindungi para leluhur yang sudah meninggal. Mereka akan selalu mendoakan kita.

Reynold menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Nakes atas pengabdiannya.

Sebagai pimpinan, setelah mengetahui terjadinya peristiwa ini langsung meminta untuk segera menjemput dan mengevakuasi para Nakes kembali di Timika.

“Kita bersyukur dan puji Tuhan teman-teman Nakes semua selamat,” katanya.

Selamatnya para Nakes dalam peristiwa itu, bukan karena hebatnya siapa-siapa melainkan atas kerjanya Tuhan, alam, tanah ini dan para leluhur.

Pada momen tersebut, Reynold mengingatkan kepada Nakes agar dalam setiap peristiwa apa saja, jangan menjadi objek untuk dipotret oleh siapapun.

Psikolog David Setiawan menjelaskan, perasaan trauma masing-masing orang dalam merespon setiap peristiwa pasti berbeda-beda.

Karena ini berkaitan erat dengan mental, pengetahuan yang dimiliki oleh setiap person.

Dengan demikian dalam trauma healing membutuhkan penyesuaian yang tidak sama antara satu dengan yang lain.

David merasa sangat bersyukur Himpunan Psikolog (Hipsi) Papua Tengah dilibatkan dalam proses membantu pemulihan para Nakes.

“Kengurusan Hipsi Papua Tengah barusan dilantik oleh Ketua Hipsi Pusat pada Juni 2024, kami bersyukur Hipsi mulai diterima dan dilibatkan, khususnya yang saat ini dialami delapan Nakes,” ujar David.

Ia berharap kedepan kerjasama seperti ini bisa dilanjutkan tidak saja dengan Dinkes tetapi juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta Dinas Sosial.

Menurutnya, salah satu tujuan Hipsi adalah menyiapkan manusia Indonesia yang sehat secara mental. Raga secara fisik menjadi tugas dan tanggung jawab Dinkes sementara mentalnya ada di psikolog.

Psikolog Niken Nurmei Ditasari, S.Psi., M.Psi dalam kesempatan yang sama menjelaskan, sesi trauma healing untuk Nakes dan bersama anaknya terdiri dari sesi asesmen dan sesi pelatihan self healing.

“Self healing yang dilatih menggunakan pendekatan kebersyukuran, kesenian, dan active life style,” jelasnya.

Berikut delapan Nakes yang mengikuti healing trauma:

  1. Kolariak Gwijangge.
  2. Hasmaya.
  3. Demianus Pakage.
  4. Naomi Kambu.
  5. Penina Marandof.
  6. Nikson Lokbere.
  7. Linda tandi pokambia.
  8. Herry Uamang. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

5 Oktober 2026
Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

5 Oktober 2026
Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

5 Oktober 2026
Cerita, Tarian hingga Kuliner Amungme-Kamoro Ramaikan Festival Budaya Mimika

Cerita, Tarian hingga Kuliner Amungme-Kamoro Ramaikan Festival Budaya Mimika

5 Oktober 2026
29 Sekolah Dilibatkan, Mimika Siapkan Generasi Muda Jadi Penjaga Budaya Amungme-Kamoro

29 Sekolah Dilibatkan, Mimika Siapkan Generasi Muda Jadi Penjaga Budaya Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026
Keributan Pelajar Berujung Bentrokan Warga Dua Kampung di Mimika Timur Jauh

Keributan Pelajar Berujung Bentrokan Warga Dua Kampung di Mimika Timur Jauh

5 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Kemenkes RI akan Luncurkan Program Mimika Eliminasi Malaria di Pasar Sentral

Kemenkes RI akan Luncurkan Program Mimika Eliminasi Malaria di Pasar Sentral

APBD Mimika 2024 Rp7,5 Triliun Sebatas Impian, Defisit Rp800 Miliar, Keadaan Keuangan ‘Goyang’

APBD Mimika 2024 Rp7,5 Triliun Sebatas Impian, Defisit Rp800 Miliar, Keadaan Keuangan ‘Goyang’

Pj Gubernur Papua Tengah Undang Empat Nakes yang Sempat Disandera KKB Hadiri HUT RI di Nabire

Pj Gubernur Papua Tengah Undang Empat Nakes yang Sempat Disandera KKB Hadiri HUT RI di Nabire

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id