ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Delapan Nakes yang Disandera dan Menyaksikan Penembakan Pilot Helikopter Jalani Trauma Healing

Sebagai pimpinan, setelah mengetahui terjadinya peristiwa ini langsung meminta untuk segera menjemput dan mengevakuasi para Nakes kembali di Timika.

15 Agustus 2024
0
Delapan Nakes yang Disandera dan Menyaksikan Penembakan Pilot Helikopter Jalani Trauma Healing

Para Nakes Puskesmas Alama mendengarkan arahan Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika pada pembukaan healing trauma, Kamis 15 Agustus 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Delapan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sempat disandera dan menyaksikan penembakan Mr. Glen Malcolm Conning, pilot helikopter di Distrik Alama, 5 Agustus 2024 lalu, kini menjalani trauma healing

Trauma healing adalah satu upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah untuk menghilangkan traumatis pasca kasus penembakan pilot asal Slandia Baru.

Pelaksanaan trauma healing yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Kamis 15 Agustus 2024 merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Mimika dengan Himpunan Psikologi Wilayah Papua Tengah.

Tim healing ini terdiri dari Aryanti Christin Phangga Yoku, S.Psi, P2TP2A Kabupaten Mimika (asisten), David Setiawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog Praktik Psikolog Mandiri dan Niken Nurmei Ditasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog Praktik Psikolog Mandiri.

Baca Juga

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

Program trauma healing dibuka secara resmi oleh Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika didampingi Obeth Tekege, Kabid P2P Mimika.

Reynold dalam kesempatan itu memberikan semangat, motivasi dan apresiasi kepada delapan Nakes.

Ia juga menceritakan peristiwa-peristiwa sulit yang pernah dialaminya ketika bertugas di lapangan.

Semua peristiwa sulit tidak membuat dirinya putus asa, tetapi malah menjadi satu semangat baru dan kuat untuk kembali ke tempat tugas.

Reynold menyadari pengalaman trauma yang dihadapi dan dialami oleh setiap pribadi berbeda-beda, karena itu waktu pemulihannya juga tidak sama.

“Ada yang trauma dalam jangka waktu singkat, ada yang jangka waktu lama baru bisa kembali pulih,” katanya memotivasi.

Kepada para Nakes, Reynold berpesan bahwa hidup manusia bergantung pada Tuhan, alam dan leluhur. Bahwa setiap niat baik dalam pelayanan pasti menemukan jalannya.

Pasti ada pertolongan Tuhan dan dilindungi para leluhur yang sudah meninggal. Mereka akan selalu mendoakan kita.

Reynold menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Nakes atas pengabdiannya.

Sebagai pimpinan, setelah mengetahui terjadinya peristiwa ini langsung meminta untuk segera menjemput dan mengevakuasi para Nakes kembali di Timika.

“Kita bersyukur dan puji Tuhan teman-teman Nakes semua selamat,” katanya.

Selamatnya para Nakes dalam peristiwa itu, bukan karena hebatnya siapa-siapa melainkan atas kerjanya Tuhan, alam, tanah ini dan para leluhur.

Pada momen tersebut, Reynold mengingatkan kepada Nakes agar dalam setiap peristiwa apa saja, jangan menjadi objek untuk dipotret oleh siapapun.

Psikolog David Setiawan menjelaskan, perasaan trauma masing-masing orang dalam merespon setiap peristiwa pasti berbeda-beda.

Karena ini berkaitan erat dengan mental, pengetahuan yang dimiliki oleh setiap person.

Dengan demikian dalam trauma healing membutuhkan penyesuaian yang tidak sama antara satu dengan yang lain.

David merasa sangat bersyukur Himpunan Psikolog (Hipsi) Papua Tengah dilibatkan dalam proses membantu pemulihan para Nakes.

“Kengurusan Hipsi Papua Tengah barusan dilantik oleh Ketua Hipsi Pusat pada Juni 2024, kami bersyukur Hipsi mulai diterima dan dilibatkan, khususnya yang saat ini dialami delapan Nakes,” ujar David.

Ia berharap kedepan kerjasama seperti ini bisa dilanjutkan tidak saja dengan Dinkes tetapi juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta Dinas Sosial.

Menurutnya, salah satu tujuan Hipsi adalah menyiapkan manusia Indonesia yang sehat secara mental. Raga secara fisik menjadi tugas dan tanggung jawab Dinkes sementara mentalnya ada di psikolog.

Psikolog Niken Nurmei Ditasari, S.Psi., M.Psi dalam kesempatan yang sama menjelaskan, sesi trauma healing untuk Nakes dan bersama anaknya terdiri dari sesi asesmen dan sesi pelatihan self healing.

“Self healing yang dilatih menggunakan pendekatan kebersyukuran, kesenian, dan active life style,” jelasnya.

Berikut delapan Nakes yang mengikuti healing trauma:

  1. Kolariak Gwijangge.
  2. Hasmaya.
  3. Demianus Pakage.
  4. Naomi Kambu.
  5. Penina Marandof.
  6. Nikson Lokbere.
  7. Linda tandi pokambia.
  8. Herry Uamang. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

27 Oktober 2026
DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

27 Oktober 2026
BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

27 Oktober 2026
Operasi Sarang Narkoba, Polda Papua Amankan 10 Orang Positif Ganja di Jayapura

Operasi Sarang Narkoba, Polda Papua Amankan 10 Orang Positif Ganja di Jayapura

26 Oktober 2026
Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga di Sekitar Situs Sejarah Boven Digoel

Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga di Sekitar Situs Sejarah Boven Digoel

26 Oktober 2026
Ketua IDI Papua Apresiasi Dedikasi Dokter di Wilayah Terpencil

Ketua IDI Papua Apresiasi Dedikasi Dokter di Wilayah Terpencil

26 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Kemenkes RI akan Luncurkan Program Mimika Eliminasi Malaria di Pasar Sentral

Kemenkes RI akan Luncurkan Program Mimika Eliminasi Malaria di Pasar Sentral

APBD Mimika 2024 Rp7,5 Triliun Sebatas Impian, Defisit Rp800 Miliar, Keadaan Keuangan ‘Goyang’

APBD Mimika 2024 Rp7,5 Triliun Sebatas Impian, Defisit Rp800 Miliar, Keadaan Keuangan ‘Goyang’

Pj Gubernur Papua Tengah Undang Empat Nakes yang Sempat Disandera KKB Hadiri HUT RI di Nabire

Pj Gubernur Papua Tengah Undang Empat Nakes yang Sempat Disandera KKB Hadiri HUT RI di Nabire

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id