ADVERTISEMENT
Senin, September 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Mengenal Max Regus : Uskup Perdana Diosesan Labuan Bajo

Melalui membaca Max mengenal dunia. Tapi dengan menulis dunia mengenal Max. Bagi saya, Max adalah salah seorang imam gereja lokal yang paling produktif.

22 Juni 2024
0
Mengenal Max Regus : Uskup Perdana Diosesan Labuan Bajo

Max Regus, Uskup Perdana Diosesan Labuan Bajo.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

(Bagian Pertama : Catatan Ringan EJA-KAE)

Oleh: RD Stefanus Wolo Itu

ADVERTISEMENT

SAYA mengenal Max Regus bulan September 1993. Ya, tiga puluh satu tahun lalu. Ketika itu menjelang pesta keluarga Seminari Tinggi Ritapiret Maumere.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Max dan teman-temannya baru saja menyelesaikan Tahun Orientasi Rohani di Lela.

Baca Juga

Aksi Kamisan Jember ke-50 Serukan Penyelesaian Pelanggaran HAM Hingga Keadilan Agraria

Anggaran Kemendes PDT 2027 Bertambah Rp1 Triliun, Jalan Desa hingga BUM Desa Jadi Sasaran

Mereka menjadi warga tingkat satu rumah Rita. Sekaligus mahasiswa semester satu STFK Ledalero. Saya sendiri berada di tingkat empat dan smester tujuh.

Meski berbeda tiga tahun, kami merasa dekat dalam pergaulan. Max selalu menyapa saya KA’E atau kakak. Sapaan khas para junior kepada senior-senior rumah Rita.

Max sering berteman dengan dua adik dari Bajawa. Polikarpus Sola Ngete asal Rakateda dan Jack Huik dari kota Bajawa.

Mereka akrab dan sering guyon santai dwi bahasa: Bajawa – Manggarai. Ketiganya tamatan Seminari Kisol dan selama di sana “sering bolos” ke kampung Kambe.

Kambe adalah markas karyawan Seminari Kisol asal Ngada. Beberapa dari mereka berasal dari Wolorowa- Sarasedu.

Sebut saja Bene Buku, Hendy Mite dan Karel Mite. Max suka meniru dialek mereka di depan saya.

Jack Huik pemuda ganteng, tenang, murah senyum dan anggun di lapangan bola kaki.

Sementara Max dan Poly punya talenta sama: lawak, musik dan tulis menulis. Tentang lawak, sepertinya Max dan Poly hanya melawak saat tingkat satu.

Setelah itu mereka “bertobat”. Rupanya karena aksi mogok tertawa para penonton saat lomba lawak.

Penonton baru akan tertawa lucu beberapa hari kemudian. Warga Rita menamainya “Lawak Eskatologis”.

Max dan Poly juga pemain Band angkatan. Max pemain gitar bas dan Poly gitar pengiring. Mereka bermain sangat tenang.

Tanpa banyak gara-gara dan improvisasi berlebihan. Rupanya mereka menganut prinsip gitaris Spanyol, Pepe Romero: “Gitar adalah alat meditasi untuk menyentuh Tuhan dan menemukan cinta di dalam dirimu”.

Ada satu hal yang lebih mengagumkan saya. Max sangat telaten mengembangkan intelektualnya. Dia banyak membaca dan suka berdiskusi.

Max rajin menulis. Baik di majalah dinding, buletin keuskupan, majalah rumah kita, Biduk dan majalah kampus STFK Ledalero.

Sejak mahasiswa Max sudah sangat produktif. Saya suka membaca tulisan-tulisannya.

Setelah tahbisan imam tahun 1997 kami berpisah. Max menuju tempat TOP dan beberapa tahun kemudian ditahbiskan menjadi imam dioses Ruteng.

Karena Keuskupan yang berbeda, kami jarang bertemu. Tapi saya setia menikmati gagasan-gagasan bernasnya di koran-koran lokal dan regional seperti Flores Pos dan Pos Kupang.

Dan tak lupa karya tulisnya menembus koran nasional: Media Indonesia dan Kompas.

Max juga menulis banyak buku. Sebut saja: Sketsa Nurani Anak Bangsa, Diskursus Politik Lokal, Republik Sialan, Leo Perik: Jembatan Peradaban.

Ada juga Omnia in Caritate dan Human Rights Culture in Indonesia: Attacks on the Ahmadiyya Minority Group.

Max juga menulis di Jurnal-Jurnal internasional. Dan tak lupa disertasinya dari Tilburg Belanda: “Understanding Human Rights Culture in Indonesia”.

Melalui membaca Max mengenal dunia. Tapi dengan menulis dunia mengenal Max. Bagi saya, Max adalah salah seorang imam gereja lokal yang paling produktif.

Di tengah keengganan menulis banyak doktor jebolan dalam dan luar negeri, Max hadir dan memberi nuansa baru yang memperkaya kasanah intelektual gereja kita.

Sesuatu yang membanggakan! Saya ingat kata-kata Stephen King: “Jika kamu ingin menjadi penulis, kamu harus melakukan dua hal di atas segalanya: banyak membaca dan banyak menulis”.

Setelah lama tak berjumpa, kami kembali bertemu di benua biru Eropa. Musim panas 2014 kami dua bertemu di Seminari Tinggi SVD Sankt Agustin Jerman.

Max kaget saya ada di sana. “Aehhhh, EJA-KAE ada di sinikah. Oleee datang buat apa eeee?”

Saya menjawabnya: “Bapa Uskup Sensi minta saya jadi misionaris di Keuskupan Basel Swiss eee. Enam belas tahun keluar masuk kampung, turun naik bukit dan lembah. Sekarang harus belajar bahasa Jerman di sini. Napas satu satu eee. Jao malu ko kalau harus dikirim atau ditarik pulang”.

“Tidak apa apa eee eja-kae. Maju terus, pasti bisa. Atur saat serius dan santai secara seimbang. Saya tahu kae jago pesiar. Istilah Yossy Erot, selisih detik sudah menghilang ha ha”, kata Max pada saya. Saya heran karena sejak itu Max menyapa saya EJA-KAE.

“Biasanya ase Max menyapa saya kae Stef. Tapi mulai hari ini EJA- KAE. Kenapa ko”, tanya saya penasaran.

Max menjawab: “Saudari saya menikah dengan orang Ngada-Nagekeo. Namanya Piter Daeng Parani (adik kandung Rm. Alex Dhae Laba, kebetulan ade kelas di Boawae dulu).

Semua yang datang dari arah Bajawa Nagekeo saya panggil Eja-Ka’e. Eja artinya ipar laki-laki dan ka’e artinya kakak.

Biar cepat tergerak beli tuak dan bir bila saya butuh. Sesekali minum bir bersama yang dibeli oleh EJA-KA’E to. Bahasa Jerman pasti lancar, lulus ujian dan segera “lengkung” ke Swiss ha ha ha”. Bersambung!

Eiken AG Swiss, Malam Jumat 21 Juni 2024.

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

26 September 2026
Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

26 September 2026
Di Mapurjaya, Dinkes Mimika Ajak Suami Aktif Dampingi Ibu Hamil hingga Persalinan

Di Mapurjaya, Dinkes Mimika Ajak Suami Aktif Dampingi Ibu Hamil hingga Persalinan

26 September 2026
Gerakan Bumil Sehat di Mimika, Suami Diminta Rutin Dampingi Istri Periksa Kehamilan

Puskesmas Mapurujaya Siapkan Layanan Antar-Jemput Ibu Hamil 24 Jam

26 September 2026
Gerakan Bumil Sehat di Mimika, Suami Diminta Rutin Dampingi Istri Periksa Kehamilan

Gerakan Bumil Sehat di Mimika, Suami Diminta Rutin Dampingi Istri Periksa Kehamilan

26 September 2026
Empat Musisi Papua Tampil di Nagoya, Bawa Semangat untuk Tim Indonesia

Empat Musisi Papua Tampil di Nagoya, Bawa Semangat untuk Tim Indonesia

26 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
DLH Turunkan Tim Tiga Roda, Jamin Kota Timika Tetap Bersih Selama Pelaksanaan MTQ ke-XXX

DLH Turunkan Tim Tiga Roda, Jamin Kota Timika Tetap Bersih Selama Pelaksanaan MTQ ke-XXX

Oknum Tukang Ojek di Timika Diduga Cabuli Bocah Tujuh Tahun

Oknum Tukang Ojek di Timika Diduga Cabuli Bocah Tujuh Tahun

Jelang HUT Bhayangkara, Polres Mimika Gandeng RSUD dan PMI Gelar Aksi Donor Darah

Jelang HUT Bhayangkara, Polres Mimika Gandeng RSUD dan PMI Gelar Aksi Donor Darah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id