ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Dengan APBD Mimika yang mencapai angka Rp7,5 triliun, sudah saatnya jalanan dalam Kota Timika dilayani dengan transportasi massa berupa bus yang aman, nyaman dan murah.

29 Maret 2024
0
Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Ronal Kambu, ST, Sekretaris Gapensi Mimika. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan menghadirkan bus gratis untuk melayani transportasi di beberapa rute dalam kota Timika dan sekitarnya merupakan langkah tepat.

Mungkin sebagian masyarakat yang selama ini telah memiliki kendaraan sendiri (sepeda motor dan mobil), program bus gratis terasa biasa saja.

ADVERTISEMENT

Hal ini berbeda dengan mereka yang secara finansial belum mampu memiliki kendaraan, sehingga dalam menunjang aktivitas harian terpaksa menggunakan transportasi umum seperti, ojek, angkutan pedesaan dan taksi gelap.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berikut penuturan Ronal Kambu, ST, salah satu cendekiawan muda asli Papua kepada Koranpapua.id, Jumat 29 Maret 2024.

Baca Juga

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

“Program pemerintah menghadirkan bus gratis merupakan suatu langkah yang tepat. Sebagai warga Mimika saya mendukung program ini,”ujar Ronal.

Pelayanan bus gratis merupakan penantian panjang warga Mimika yang selama ini sangat merindukan layanan transportasi umum.

Patut disampaikan terima kasih, apalagi layananan transportasi kepada masyarakat tidak dipungut bayaran alias gratis.

Layanan bus gratis hadir tepat di tengah keresahan dan rintihan masyarakat akibat mahalnya harga transportasi umum di Timika belakangan ini.

“Coba bayangkan saja harga ojek sekarang berapa? Dekat dekat saja Rp10-20 ribu, apalagi jaraknya agak jauh harganya ditentukan sendiri oleh tukang ojek,” ujar Ronal.

Belum lagi angkutan taksi gelap yang tarifnya ditentukan sendiri oleh pemilik mobil. Warga yang betul-betul membutuhkan kendaraan dengan terpaksa mengikuti tarif yang sudah ditetapkan sepihak.

“Hal ini dulu yang kita pikirkan bersama. Jumlah warga yang tidak memiliki kendaraan lebih banyak dengan yang punya kendaraan pribadi. Mereka saat ini sangat membutuhkan pelayanan ini,”tandas Ronal.

Sekretaris Gapensi ini menuturkan, akibat mahalnya harga ojek banyak terjadi kasus kekerasan terhadap penumpang yang tidak mampu membayar tarif yang diminta.

“Sekali waktu saya pernah berjumpa di jalan tembus Kwamki Lama lewat Kantor Distrik Kuala Kencana SP3. Ada oknum tukang ojek memukul mama-mama dan meninggalkannya di jalan lalu pergi begitu saja,” kisahnya.

Kasus diatas hanya satu contoh dari sekian banyak kasus yang menimpah warga pengguna jasa ojek di Timika.

Tidak itu saja banyak kejadian lain dijumpai di jalan-jalan utama. Hanya dikarenakan mengejar setoran kredit sepeda motornya, mereka tidak segan-segan melawan arah yang dapat  membahayakan pengemudi lain.

Pengusaha muda asli Papua ini menuturkan, menghadirkan transportasi massa dalam kota Timika, pesisir dan pegunungan sudah pernah dibahas dalam debat konsultasi publik yang diadakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika beberapa waktu lalu.

Dalam konsultasi publik itu disebutkan sebagian besar kebutuhan dasar masyarakat Mimika hampir terpenuhi, namun ada satu kebutuhan yang belum diperhatikan dan sangan vital adalah menghadirkan transportasi massa.

Dengan APBD Mimika yang mencapai angka Rp7,5 triliun, maka sudah saatnya jalanan dalam Kota Timika dilayani dengan transportasi massa berupa bus yang aman, nyaman dan murah.

“Pada konsultasi publik beberapa profesional sudah menyampaikan masukan, seperti bidang kesehatan harus ada keadilan di bidang kesehatan juga di bidang pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.

Karenanya dengan hadirnya bus gratis ini menjadi solusi bagi tingginya biaya transportasi. Dan jika perlu kedepan, pemerintah daerah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menambah armada transportasi.

“Mari kita memposisikan diri kita sebagai masyarakat kecil yang tidak punya kendaraan. Bagaimana perasaan mereka dengan hadirnya angkutan ini? Kalo bapak ibu sudah punya kendaraan syukur puji Tuhan,” tandas Ronal sambari menambahkan program positif ini kebetulan saja diluncurkan berdekatan dengan hajatan politik.

Ia berharap Perum Damri yang bekerjasama dengan Pemkab Mimika dalam menjalani program ini tetap menarik retibusi dengan biaya yang wajar bukan untuk benefit.

“Jangan kita bicara sejahtera kalo banyak masyarakat yang masih susah,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

18 Agustus 2026
Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

18 Agustus 2026
Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

18 Agustus 2026
HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

18 Agustus 2026
Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

18 Agustus 2026
Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

18 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    712 shares
    Bagikan 285 Tweet 178
  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    919 shares
    Bagikan 368 Tweet 230
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    611 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id