ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Nugraha Gumilar mengakui hubungan warga sipil dengan prajurit yang bertugas di Papua, cukup dekat. Masyarakat Papua sangat senang dengan kehadiran TNI.

29 Maret 2024
0
Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar, Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan, Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi dalam konferensi di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat. (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus penyiksaan terhadap satu warga asli Papua di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada 3 Februari 2024 merupakan margin error dan bukan gambaran TNI.

“TNI bukan superman, kalau lebih excelent lagi TNI itu bukan malaikat. Kalau dilihat detail dari penelitian ada istilah margin error, enggak sampai satu persen dan itu bukan gambaran TNI,” kata Nugraha Kapuspen TNI, Mayjen Nugraha Gumilar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 29 Maret 2024.

ADVERTISEMENT

Menurut Nugraha, tidak adil bila masyarakat menilai hanya dari perilaku beberapa oknum anggota TNI yang saat ini sedang dalam proses investigasi dan penahanan. Sebab, jumlah prajurit TNI mencapai ribuan orang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

TNI sudah sangat berkomitmen untuk melakukan investigasi sebaik-baiknya. Karenanya Nugraha berharap masyarakat bisa melihat informasinya dari dua sisi dan berimbang.

Baca Juga

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

“Saya harap wartawan, teman-teman media berikan informasi yang berimbang. Jadi tidak hanya dari pihak OPM selalu memberikan yang negatif,” ujarnya.

Nugraha Gumilar mengakui hubungan warga sipil dengan prajurit yang bertugas di Papua, cukup dekat. Masyarakat Papua sangat senang dengan kehadiran TNI.

Bahkan, sebelum Batalyon 300 pulang, mereka diberikan gelar adat. Sampai anak-anak dan ibu-ibu di sana menangis saat ditinggal.

Setelah kejadian itu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengeluarkan instruksi khusus untuk mengincar prajurit yang bertugas di Papua.

Kapuspen menuturkan bahwa, KKB memang selama ini tak manusiawi. “KKB lebih sadis saya lihat, lebih tidak manusiawi. Sudah di luar batas. Bagaimana dia memperlakukan TNI walaupun sedang ditawan. Sangat sadis.

TNI sebagai alat negara tidak akan kalah dengan mereka. Negara harus dijaga dan dilindungi. Yang terbaik buat negara, itu yang terbaik buat TNI,” tandasnya.

Sebelumnya Panglima Kodam Cenderawasih Mayjen TNI, Izak Pangemanan mengatakan, Defianus Kogoya, warga yang disiksa oknum prajurit TNI merupakan anggota KKB.

Defianus merupakan salah satu pelaku pembakaran Puskesmas di Distrik Omukima Puncak Papua.

“Ada tiga orang yang ditangkap aparat gabungan TNI-Polri, salah satunya Defianus,”jelas Panglima dalam konfirmasi pres di Subden Denma Mabes TNI, Jakarta, awal pekan ini.

Ketika aparat gabungan mengamankan Puskesmas, KKB melakukan penembakan terhadap aparat TNI-Polri, sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiswa itu prajurit berhasil menangkap tiga orang yakni, Warinus Kogoya, Alianus Murip dan Defianus Kogoya.

Dari tangan mereka, aparat juga menyita barang bukti berupa senjata api, amunisi, senapan angin dan senjata tajam.

Saat hendak dibawa ke Polres Puncak, Definus sempat mencoba melarikan diri, tetapi berhasil ditangkap aparat. “Disinilah oknum prajurit TNI melakukan penganiyaan.

“Kasusnya sudah terjadi tanggal 3 Maret, namun baru sempat viral tanggal 25 Maret 2024,”tandasnya. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

15 Agustus 2026
SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

15 Agustus 2026
Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

15 Agustus 2026
YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

YPMAK Bidik Potensi Kopi Jadi Program Unggulan di Wilayah Pegunungan Mimika 

15 Agustus 2026
Arel Kerja Freeport Kembali Terusik, Satu Karyawan Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

Willem Assem Sebut Tiga Warga yang Ditembak di Maybrat Bukan OPM, Dua Korbannya Perempuan 

15 Agustus 2026
Kemenkeu Tetapkan Dana Desa 2025 untuk Papua Tengah, Puncak Jaya Terbesar Rp275.517.473.000

Di Hadapan Ratusan Kepala Kampung, Gubernur Meki Nawipa Paparkan Besaran Dana Desa Delapan Kabupaten. Ini Rinciannya

15 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    900 shares
    Bagikan 360 Tweet 225
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    674 shares
    Bagikan 270 Tweet 169
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

FKDM Mimika Soroti Parpol Libatkan Anak-anak Ikut Kampanye, Bawaslu Harus Tegakkan Aturan

FKDM Dukung Layanan Bus Gratis, Bermanfaat Menjawab Kebutuhan Transportasi Warga Timika

Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tidak Boleh Lakukan Pergantian Pejabat Dalam Sisa Waktu Jabatan

Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tidak Boleh Lakukan Pergantian Pejabat Dalam Sisa Waktu Jabatan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id