ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

30 Kader PKK Peserta Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Dibekali Uang Pembinaan dan Peralatan Masak

Makanan jangan terlalu tergantung pada beras, ajarkan juga kepada anak-anak makan pangan lokal di rumah, supaya ketika kehabisan beras mereka terbiasa makan keladi, petatas, ubi dan sagu.

13 Oktober 2023
0
30 Kader PKK Peserta Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Dibekali Uang Pembinaan dan Peralatan Masak

Yulius Koga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika didampingi Kepala Distrik Mimika Baru, para kepala bidang, Sekretaris DKP Bertha Beanal foto bersama kelompok binaan DKP sambil memperagakan logo Ketahanan Pangan, Jumat 13 Oktober 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal (P2PL) yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika yang berlangsung selama lima hari di Aula DKP dinyatakan berakhir, Jumat 13 Oktober 2023.

Penutupan ditandai dengan pelepasan kartu tanda peserta yang diwakili oleh Yoke Ibo, anggota kelompok binaan DKP oleh Yulius Koga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika.

Bersamaan dengan itu diserahkan uang pembinaan dan peralatan masak kepada 30 kader PKK utusan distrik.

Bantuan yang diberikan tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan di tingkat kampung, RT dan RW.

Baca Juga

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Adapun 30 kader tersebut merupakan utusan dari enam distrik yaitu, Mimika Baru, Mimika Timur, Wania, Iwaka, Kwamki Narama dan Kuala Kencana dan dua kelompok binaan Dinas Ketahanan Pangan.

Yulius Koga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan ketika menutup kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada para kader yang sudah bertahan selama lima hari mengikuti pelatihan.

Ucapan terima kasih yang sama juga disampaikan kepada para narasumber yang sudah membagikan ilmunya. “Kita harus bersyukur apa yang kita belum tahu melalui pelatihan yang didampingi narasumber menjadi kita tahu,”ujar Yulius.

Menurutnya, berbicara ketahanan pangan mempunyai dua hal penting yang berkaitan yaitu, ketahanan pangan lokal dan Nasional.

“Ketahanan pangan lokal kita punya banyak komoditi yang bisa kelola menjadi beragam olahan,” ujar Yulius.

Dikatakan, pelatihan yang diberikan bertujuan agar para kader PKK bisa mengolah pangan lokal menjadi makanan bergizi yang dapat dikonsumsi sehari-hari.

Yulius mencontohkan, sagu selama ini hanya dipakai sebagai bahan dasar membuat papeda yang hanya sekali makan dan lebihnya dibuang.

Begitupun dengan patatas dan keladi yang hanya direbus atau dibakar. Padahal komoditi lokal ini bisa diolah menjadi keripik, tepung, es cream yang dapat disimpan lama dan bisa dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kita melakukan kegiatan ini secara menyeluruh. Kami latih kader distrik dengan harapan program ini bisa dilanjutkan ke kaum ibu di kampung-kampung. Para kader ini akan menjadi nara sumbernya,”tandas Yulius.

Di hadapan Kadistrik Mimika Baru dan Kuala Kencana serta puluhan kader, Yulius berpesan jangan terlalu boros memakai pangan lokal untuk konsumsi harian, tetapi bisa diolah dalam bentuk lain yang bisa bertahan lama.

“Jangan terlalu tergantung pada beras, ajarkan juga kepada anak-anak makan pangan lokal di rumah, supaya ketika kehabisan beras mereka terbiasa makan keladi, petatas, ubi dan sagu,” pesannya.

Kepada kader PKK yang sudah dilatih, Yulius menyarankan untuk membuat tempat pelatihan, sehingga peralatan yang dibagi bisa bermanfaat.

Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan pemantauan lapangan mengenai tindaklanjut pelaksanaan program ini.

“Peralatan masak bukan disimpan tetapi digunakan. Jika tidak dipakai dan berkembang peralatan akan kita ambil kembali, tetapi jika berjalan baik akan dibangun rumah produksi,” paparnya.

Bagi kelompok yang sudah menghasilkan olahan pangan lokal, DKP akan membantu untuk pemasarannya.

“Kalau susah bahan informasikan ke dinas untuk dicarikan, setelah ada baru ibu-ibu belanjakan,” pesan Yulius.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelatihan dilakukan agar para kader mampu mengolah pangan lokal bertahan lama. Diantaranya berupa naget, kue kering, berbahan keladi, petatas, selai nenas dan es cream

Pelatihan yang mendatangkan narasumber dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSP) dan Koperasi Bintang Timur juga melatih mengolah sagu menjadi beras dan mie. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

14 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

14 Oktober 2026
Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

14 Oktober 2026
Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Festival Pameran Budaya Resmi Dibuka, 130 Pelaku UMKM Tampilkan Beragam Produk Kerajinan Lokal

Festival Pameran Budaya Resmi Dibuka, 130 Pelaku UMKM Tampilkan Beragam Produk Kerajinan Lokal

Buka Pesparani Papua Tengah, Pj Gubernur Ribka Haluk Beri Bantuan Rp3 Miliar

Buka Pesparani Papua Tengah, Pj Gubernur Ribka Haluk Beri Bantuan Rp3 Miliar

Gallery Foto Pelatihan Pangolahan Pangan Lokal oleh Dinas Ketahanan Pangan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id