ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Hendry Roy: Rawat jalan kami melayani sekitar 5.000–6.000 pasien per bulan, sementara rawat inap berkisar 900 hingga 1.000 pasien per bulan.

10 Februari 2026
0
Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Di tengah dinamika pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika terus berbenah.

Rumah sakit yang sejak awal mengemban mandat sosial ini kini menjalani transformasi bertahap, mulai dari renovasi fasilitas, pemenuhan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan, hingga peremajaan alat medis penunjang layanan.

ADVERTISEMENT

RSMM bukanlah rumah sakit baru. Berdiri sejak 1999, rumah sakit ini lahir dari kerja sama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) – sebelumnya LPMI bersama Pemerintah Daerah, Keuskupan Jayapura, serta PT Freeport Indonesia melalui dana kemitraan CSR.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sejak awal, arah pelayanannya jelas yakni melayani masyarakat Mimika, terutama masyarakat adat tujuh suku.

Baca Juga

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

Direktur RSMM Timika, dr. Hendry Roy, saat diwawancarai menegaskan komitmen tersebut masih dijaga hingga hari ini.

Direktur RSMM Timika, dr. Hendry Roy. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

“Saat ini RSMM memiliki 128 tempat tidur, sekitar 15 dokter spesialis, 12 dokter umum, serta didukung kurang lebih 300 tenaga perawat,” ujar dr. Hendry.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan dengan sepenuh hati sesuai moto Rumah Sakit Mitra Masyarakat,” tambah dr. Hendry kepada media ini, Selasa 10 Februari 2026.

Renovasi Bertahap Menuju Standar KRIS BPJS

Memasuki usia lebih dari dua dekade, RSMM tak bisa menghindari kebutuhan pembaruan.

Sejumlah ruang perawatan kini direnovasi secara bertahap, mulai dari ICU, ruang kebidanan, hingga ruang perawatan anak.

Renovasi ini dilakukan untuk menyesuaikan standar KRIS BPJS Kesehatan yang mulai diberlakukan secara nasional.

“Sejak berdiri tahun 1999, rumah sakit ini memang perlu dilakukan renovasi. Saat ini kami menyesuaikan dengan regulasi BPJS, khususnya terkait kelas rawat inap standar,” jelas dr. Hendry.

Hingga kini, sekitar 60–70 persen ruang perawatan RSMM telah memenuhi kriteria KRIS.

Renovasi masih berlanjut, khususnya di ruang perawatan penyakit dalam, sebelum menyasar Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang perawatan lainnya.

“Ada 12 kriteria KRIS yang harus dipenuhi, mulai dari jumlah tempat tidur di setiap ruangan, jarak antar tempat tidur, akses kursi roda ke kamar mandi, pencahayaan, ventilasi, oksigen sentral, hingga standar toilet,” tambahnya.

RSMM menargetkan seluruh ruang rawat inap telah memenuhi standar KRIS BPJS paling lambat Juni–Juli 2026, sesuai ketentuan BPJS Kesehatan.

Tantangan Alat Medis yang Mulai Menua

Tak hanya bangunan, tantangan lain datang dari usia alat medis dan utilitas rumah sakit.

dr Hendry menyebut sebagian besar peralatan yang digunakan RSMM telah beroperasi sejak awal berdirinya rumah sakit.

“Banyak alat medis kami sudah seumur dengan rumah sakit dan seharusnya sudah pensiun,” ungkap dr. Hendry.

Tahun ini, RSMM memprioritaskan pengadaan ventilator bayi untuk layanan NICU, alat kejut jantung (defibrillator) di IGD dan ICU.

Termasuk pembaruan sistem kelistrikan seperti panel, trafo, genset, dan sistem pengolahan limbah rumah sakit. Seluruh kebutuhan tersebut diajukan melalui dana kapital YPMAK.

BPJS Jadi Penopang Kemandirian

Dalam upaya menjaga keberlanjutan operasional, BPJS Kesehatan menjadi salah satu pilar utama pendapatan RSMM.

Sejak 2023, jumlah pasien BPJS menunjukkan tren peningkatan, meski sempat menurun akibat keterbatasan ruang selama masa renovasi.

“Rawat jalan kami melayani sekitar 5.000–6.000 pasien per bulan, sementara rawat inap berkisar 900 hingga 1.000 pasien per bulan,” jelas dr. Hendry.

Selain pasien BPJS, RSMM juga melayani masyarakat adat melalui skema jaminan YPMAK bagi dua suku besar, Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya sesuai regulasi pemilik rumah sakit.

Adapun pasien non-Papua tanpa BPJS tetap dilayani secara umum atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain sesuai kebutuhan medis.

Menatap Layanan Spesialis Baru

Ke depan, RSMM tak hanya berfokus pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga pengembangan layanan spesialis.

Layanan cuci darah (hemodialisis) dan penambahan dokter spesialis jantung masuk dalam rencana pengembangan.

dr Hendry mengaku studi kelayakan layanan hemodialisis telah dilakukan sejak 2023. Namun, realisasinya masih menunggu kesiapan sumber daya manusia dan persetujuan pemilik rumah sakit.

“Kasus penyakit ginjal dan jantung cukup tinggi di Timika. Untuk spesialis jantung, kami sedang menjajaki kerja sama dengan dokter spesialis jantung dari rumah sakit lain,” ujarnya.

Suara Pasien: “Pelayanannya Bagus”

Upaya perbaikan RSMM turut dirasakan langsung oleh pasien.

Mama Epi Wandagau, salah satu keluarga pasien yang mendampingi anaknya menjalani perawatan di RSMM. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Mama Epi Wandagau, salah satu keluarga pasien yang mendampingi anaknya menjalani perawatan lebih dari lima bulan di RSMM, mengaku puas dengan pelayanan yang diterima.

“Pelayanannya bagus. Dokter, suster, semua bagus. Obat juga bagus,” ujarnya singkat.

Seluruh pembiayaan perawatan anaknya ditanggung melalui Kartu Papua Sehat/BPJS, dan selama menjalani perawatan, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti.

Menjaga Mandat Sosial

Menutup keterangannya, dr. Hendry menegaskan bahwa RSMM akan terus menjaga keseimbangan antara mandat sosial dan keberlanjutan rumah sakit.

“Target kami minimal impas antara pendapatan dan pengeluaran. Dengan efisiensi, peningkatan layanan, serta dukungan semua pihak, kami berharap RSMM terus hadir dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Mimika,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

14 Mei 2026
Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

14 Mei 2026
Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

14 Mei 2026
Ditutup Sementara, Pemprov Papua akan Lakukan Perbaikan Kerusakan Stadion Lukas Enembe

Ditutup Sementara, Pemprov Papua akan Lakukan Perbaikan Kerusakan Stadion Lukas Enembe

14 Mei 2026
Peristiwa Dogiyai Berdarah: Empat Personel Polres Nabire Dipecat, Kapolsek Kamu Demosi Tiga Tahun

Peristiwa Dogiyai Berdarah: Empat Personel Polres Nabire Dipecat, Kapolsek Kamu Demosi Tiga Tahun

14 Mei 2026
Gakkum Kehutanan Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan Tujuh WNA China Diamankan

Gakkum Kehutanan Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan Tujuh WNA China Diamankan

14 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    952 shares
    Bagikan 381 Tweet 238
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    684 shares
    Bagikan 274 Tweet 171
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id