ADVERTISEMENT
Jumat, Maret 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Dari Rp14 Ribu ke Pj Sekda Mimika: Perjalanan Inspiratif Putra Kamoro Abraham Keteyau

Abraham adalah salah satu penerima manfaat program beasiswa dari YPMAK, lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia. Program tersebut memberikan dukungan biaya pendidikan, uang saku, hingga pembinaan rutin bagi mahasiswa Amungme dan Kamoro.

11 Februari 2026
0
Dari Rp14 Ribu ke Pj Sekda Mimika: Perjalanan Inspiratif Putra Kamoro Abraham Keteyau

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Keteyau. ( redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Perjalanan hidup Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Keteyau, adalah potret nyata tentang ketekunan, iman, dan komitmen pengabdian.

Lahir pada 13 April 1972, Abraham tumbuh dalam keterbatasan, namun tidak pernah membiarkan keadaan membatasi cita-citanya.

ADVERTISEMENT

Sebagai putra asli Papua dari Suku Kamoro, Abraham pernah merasakan betapa sulitnya mengenyam pendidikan tinggi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun berkat tekad kuat, dukungan keluarga, serta program beasiswa dari Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia melalui YPMAK (dulu LPMAK), Abraham mampu menapaki tangga pendidikan.

Baca Juga

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Kini ia boleh menikmati lelahnya dengan dipercayakan sebagai pimpinan birokrasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Berangkat dengan Rp14 Ribu

Abraham kecil mengawali pendidikan dasarnya di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah Kabupaten Mimika.

Ia kemudian melanjutkan SMP di Kokonau dan lulus pada 1989. Pendidikan SMA ditempuhnya di SMA Katolik Luhur Nabire. Ia masuk menjadi angkatan ketiga sekolah itu.

Perjalanannya tidak mudah. Saat meninggalkan kampung untuk melanjutkan sekolah, Abraham hanya dibekali uang Rp14 ribu yang diberikan sang ayah.

“Ini uangmu. Silakan pergi. Yang penting selesai, baru kembali,” kenangnya mengulang pesan sang ayah saat diwawancarai Koranpapua.id, Rabu 11 Februari 2026.

Keterbatasan biaya bahkan sempat memaksanya berhenti sekolah selama satu tahun saat duduk di bangku SMA.

Abraham akhirnya memutuskan untuk merantau ke Sorong dan bekerja sebagai buruh kasar di Pelabuhan. Ia bahkan pernah ikut pekerjaan pengeboran minyak hingga ke Pulau Buru.

Meski sempat dilema dengan kondisi ekonominya yang tidak pasti, namun tekat untuk menyelesaikan sekolah terus membara di hatinya.

Abraham akhirnya kembali ke Nabire dan melanjutkan sekolahnya. Dedikasi dan prestasinya pun berbuah manis.

Kepala sekolah saat itu, almarhum Pak Edi Raya, langsung menaikkannya ke kelas tiga karena sebelumnya Abraham adalah siswa peringkat satu.

“Kalau kesempatan tidak dipakai baik-baik, hidup bisa jadi lebih sulit,” ujarnya.

Dari Uncen ke STIE, Hingga Magister Hukum

Setelah lulus SMA Katolik YPPK Adiluhur Nabire tahun 1993, Abraham diterima tanpa tes di Universitas Cenderawasih (Uncen) melalui jalur Seleksi Lokal Siswa Berpotensi.

Ia sempat mengambil program D3 Olahraga, namun merasa panggilan hidupnya bukan di sana.

Abraham kemudian melanjutkan studi ke jenjang Srata Satu (S1) di STIE Ottow Geissler Jayapura, jurusan Ekonomi, dan menyelesaikannya sekitar tahun 2000–2001. Saat itu, jumlah sarjana lulusan S1 dari Suku Kamoro masih sangat terbatas.

Abraham kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih, melalui program kerja sama pemerintah daerah.

Melalui pendidikan yang dilaluinya, kini menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya di saat ini.

Peran YPMAK dan Freeport dalam Perjalanan Hidupnya

Abraham adalah salah satu penerima manfaat program beasiswa dari YPMAK, lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Program tersebut memberikan dukungan biaya pendidikan, uang saku, hingga pembinaan rutin bagi mahasiswa Amungme dan Kamoro.

“Kalau waktu itu program ini tidak ada, mungkin kami tidak tahu jadi seperti apa hari ini,” ungkapnya.

Ia bahkan pernah terpilih sebagai Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kamoro di Jayapura.

Program beasiswa tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga membangun solidaritas dan pembinaan karakter.

Karena kelangkaan sarjana Kamoro saat itu, Abraham direkrut langsung oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) tanpa tes setelah lulus S1 dan bekerja sebagai staf Industrial Relation, Departement HRD PT Freeport Indonesia.

Namun saat pemerintah daerah membuka peluang untuk mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Abraham kembali dihadapkan pada pilihan besar.

Apalagi saat itu perusahaan sempat menahannya selama dua minggu dan menawarkan penugasan ke luar negeri. “Tapi saya memilih mengabdi kepada masyarakat lewat jalur pemerintahan,” katanya.

Keputusan itu membuatnya memulai kembali dari nol, dengan upah bulanan yang jauh lebih kecil dibanding saat bekerja sebagai karyawan Freeport. Namun baginya, pengabdian adalah panggilan.

Karier Pemerintahan: Bertahap dan Sesuai Sistem

Kariernya dimulai sebagai CPNS di Dinas Sosial tahun 2001. Ia kemudian menjabat di berbagai posisi strategis.

Mulai dari Kepala Bidang di Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Seksi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat.

Abraham juga pernah dipercayakan menduduki jabatan sebagai Kepala Distrik Mimika Timur Jauh (2013) dan Kepala Bagian Organisasi Setda Mimika selama delapan tahun.

Kemudian dipercayakan menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Kominfo serta Kepala Dinas PTSP.

Selanjutnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, hingga akhirnya dipercaya sebagai Pj Sekda Mimika oleh Bupati Johannes Rettob.

Menurutnya, jabatan bukan soal hebat atau tidak, tetapi tentang kesiapan mengikuti sistem dan proses.

“Semua ada aturannya. Kalau mau menduduki jabatan, harus ikut prosesnya. Disiplin, ikuti Diklat, naik pangkat sesuai aturan. Pimpinan pasti melihat itu,” ujarnya.

Pesan untuk Generasi Penerima Beasiswa

Sebagai mantan penerima beasiswa YPMAK, Abraham berpesan agar generasi muda Papua memanfaatkan kesempatan dengan sungguh-sungguh.

“Sekarang ini luar biasa. Uang saku ada, biaya pendidikan dibayar, makan minum dijamin. Tinggal bagaimana adik-adik mengatur diri supaya selesai tepat waktu,” pesannya.

Ia menyayangkan jika kesempatan emas itu disia-siakan. Karena menurutnya, bantuan pendidikan adalah bentuk kasih Tuhan yang harus dijawab dengan tanggung jawab.

“Tidak semua orang dapat kesempatan ini. Kalau tidak dipakai baik-baik, kasihan.”

Keluarga dan Fondasi Iman

Abraham lahir dari pasangan bapak Paulus (alm) dan mama Hendrika Potereyau.

Ia berdarah Papua asli, terlahir dari rahim perempuan Kamoro kampung Kekwa. Abraham memiliki seorang kakak, Teodorus, serta beberapa saudara angkat dalam keluarga besar.

Dalam kehidupan pribadinya, Abraham didampingi sang istri, Natalia, asal Boven Digoel, Merauke.

Mereka kini dikaruniai enam orang anak, tiga putra dan tiga putri, termasuk sepasang anak kembar.

“Istri selalu mendukung saya. Dalam setiap keputusan besar, dia selalu ada di belakang saya,” tuturnya.

Inspirasi dari Mimika

Kisah Abraham Keteyau bukan sekadar cerita sukses birokrasi. Ini adalah kisah tentang anak kampung yang pernah membawa Rp14 ribu di saku.

Bekerja sebagai buruh kasar, hampir putus sekolah, namun tetap bertahan karena satu tekad: harus menyelesaikan pendidikan.

Kini, sebagai Pj Sekda Mimika dan salah satu putra Kamoro yang berhasil menembus pendidikan tinggi.

Abraham yang baru menyelesaikan pendidikan program Doktoral (S3) di Universitas Trisakti Jakarta, menjadi bukti bahwa pendidikan dan kesempatan bila dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dapat mengubah masa depan.

 

“Ketika kita sudah siap, campur tangan Tuhan pasti datang lewat orang lain,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

12 Maret 2026
Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

12 Maret 2026
YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

12 Maret 2026
Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

12 Maret 2026
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

12 Maret 2026
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

12 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    687 shares
    Bagikan 275 Tweet 172
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    653 shares
    Bagikan 261 Tweet 163
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    616 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Pendekatan Humanis TNI Berbuah Hasil, Dua Senjata Api Diamankan di Kampung Mosso

Pendekatan Humanis TNI Berbuah Hasil, Dua Senjata Api Diamankan di Kampung Mosso

Kontak Tembak di KM 50 Areal Kerja Freeport, Satu Prajurit TNI Gugur

Kontak Tembak di KM 50 Areal Kerja Freeport, Satu Prajurit TNI Gugur

Satgas ODC Pastikan Pilot dan Co Pilot Smart Air Tewas Ditembak Usai Mendarat di Korowai

Satgas ODC Pastikan Pilot dan Co Pilot Smart Air Tewas Ditembak Usai Mendarat di Korowai

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id