ADVERTISEMENT
Selasa, Maret 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Umat Hindu di Timika Rayakan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1945

Ketua PHDI Papua Tengah, I Dewa Sukawati memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Meski jumlah umat Hindu di Timika belum terlalu banyak, namun mampu melangsungkan perayaan dengan meriah.

28 April 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Umat Hindu di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah merayakan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1945. Perayaan dipusatkan di Hotel Cartenz, Jumat 28 April 2023 mengusung tema ‘Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia’.

Acara yang kental dengan kekhasan nuansa Bali ini juga mengusung Sub Tema ‘Dengan Semangat Persaudaraan, Kebersamaan dan Persatuan serta Penguatan Moderasi Beragama Umat Hindu di Kabupaten Mimika Siap Sukseskan Pesta Demokrasi Menuju Indonesia Lebih Sejahtera.’

ADVERTISEMENT

Hadir dalam perayaan itu Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama RI Prof.Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Papua Tengah, I Dewa Sukawati

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tampak juga Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Kapolres Puncak AKBP I Nyoman, Ketua FKUB Mimika Ignatius Robert Adii serta ketua-ketua paguyuban di Timika serta tamu undangan.

Baca Juga

Kasus DBD di Mimika Turun Drastis, Januari Hingga Awal Maret 2026, Dinkes Catat 22 Kasus

Loka POM dan Dinkes Mimika Sidak Gudang Distributor, Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

Johannes Rettob dalam sambutan mengungkapkan perayaan Tahun Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka baru dilangsungkan lagi di Timika sejak tahun 2000 lalu. Ia berharap kedepannya perayaaan ini bisa dilaksanakan lebih meriah, seperti Natal dan Idul Fitri.

“Umat Hindu bisa kumpul bersama. Kita perlu wujudkan kebersamaan di kabupaten ini,” katanya sambari menambahkan dalam ajaran Hindu ada sebutan aku adalah engkau. Untuk itu hidup bertoleransi itu menjadi penting.

“Kita saling bersatu. Mimika toleransinya sangat baik. Saat Natal umat muslim datang bersalaman. Sebaliknya Idul Fitri yang Kristen datang bersalaman. Suasana ini terus menerus dipertahankan, dengan umat Hindu jadi garda terdepan,” pesan Jhon Rettob.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Mimika ini berharap semua elemen masyarakat harus saling mendukung. Hilangkan perbedaan dan ego, jadilah Mimika rumah kita bersama. Pemerintah akan berupaya memberikan perhatian yang sama bagi semua agama.

Jhon Rettob mempunyai mimpi besar kelak Mimika bisa menjadi rumah toleransi besar Nasional. Namun dengan adanya Otsus, ia menyadari hal itu sulit mendapatkan predikat Papua Rumah Toleransi Nasional.

Dalam kesempatan itu, ia juga berjanji Pemerintah Kabupaten Mimika akan membantu membangun Pura.

“Selama ini lebih banyak untuk gereja. Jadi kedepan pemerintah juga bangun Pura. Kita wujudkan visi misi Mimika yang aman damai dan cerdas. Demi Mimika yang lebih maju ke depannya,” ajaknya.

Ketua PHDI Papua Tengah, I Dewa Sukawati memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Meski jumlah umat Hindu di Timika belum terlalu banyak, namun mampu melangsungkan perayaan dengan meriah.

Ia menjelaskan, Dharma Shanti dilaksanakan bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar umat beragama.

“Ciptakan satu keharmonisan di mana kita berada. Umat Hindu harus ikut serta membangun dan menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah,” ajak Sukawati.

Sebagai umat Hindu wajib mendukung, menghormati apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Karena pemerintah adalah  guru yang membina warganya untuk hidup bernegara yang baik.

Sukawati menjelaskan dalam Agama Hindu ada empat guru yang multak dihormati.

Pertama Guru Rupaku.

“Guru Rupa orangtua kita. Kasih sayang tidak pernah sirna. Jangan lupa memberi kabar kepada orang tua supaya tidak menyesal dikemudian hari ketika ia meninggalkan kita,” pesannya.

Kedua Guru Pengajian, yang mengajar kita di sekolah. Tanpa guru, kita tidak jadi seperti saat ini.

Ketiga Guru Wesesar, pemerintah memberikan jaminan keamanan untuk warganya agar bisa berusaha dan bekerja dengan aman. Dan Keempat Guru Swadiaye, guru yang memberikan kekuatan bagi umatnya.

Ketua FKUB Mimika, Ignatius Robert Adii mengungkapkan, Mimika menjadi salah satu kota paling toleransi di Papua. Dan umat Hindu merupakan salah satu garda terdepannya. Selama 13 tahun menjadi Ketua FKUB, Adii mengaku tidak pernah ada keluhan sedikitpun dari umat Hindu.

FKUB hadir untuk memberi pencerahan bagi umat beragama. Meskipun jumlah orang Hindu sedikit, tetapi dalam penilaiannya  kualitasnya tinggi. Umat Hindu juga menjadi dominasi dalam menjaga toleransi.

Perayaan ini selain meriah juga diwarnai pemberian bingkisan noken oleh Ketua FKUB Mimika kepada Dirjen Binmas Hindu. Dirjen juga menerima bingkisan batu emas yang diserahkan oleh Jhon Rettob. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kasus DBD di Mimika Turun Drastis, Januari Hingga Awal Maret 2026, Dinkes Catat 22 Kasus

Kasus DBD di Mimika Turun Drastis, Januari Hingga Awal Maret 2026, Dinkes Catat 22 Kasus

10 Maret 2026
Loka POM dan Dinkes Mimika Sidak Gudang Distributor, Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

Loka POM dan Dinkes Mimika Sidak Gudang Distributor, Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

10 Maret 2026
BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

10 Maret 2026
Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

10 Maret 2026
RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

10 Maret 2026
Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

10 Maret 2026

POPULER

  • Bahas Tapal Batas Wilayah Adat di Kapiraya, Kementerian HAM RI Bertemu Tokoh Kamoro di Timika

    Bahas Tapal Batas Wilayah Adat di Kapiraya, Kementerian HAM RI Bertemu Tokoh Kamoro di Timika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Awalnya Diduga Bunuh Diri, Polisi Temukan Kejanggalan pada Kasus Kematian Perempuan di Mimika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ini Kronologi Kontak Tembak di Tembagapura, Satu Pelaku Tewas, Enam Diamankan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Bawa Pasien Rujukan ke Timika, Speedboat Puskesmas Agimuga Terobang-Ambing di Perairan Puriri

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    719 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Satu Pelaku Perampasan Senjata di Mile 50 Tembagapura Ditangkap

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
200 Penghuni Lapas Timika Belum Kantongi KTP

200 Penghuni Lapas Timika Belum Kantongi KTP

Baru 249 Bacaleg Mimika Urus SKCK

Jokowi Restui Freeport Lanjutkan Ekspor Konsentrat Tembaga Setelah Juni 2023

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id