ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Panti Asuhan Santa Susana Timika Dihuni 145 Anak, Magdalena: Tidak Saja Menerima tetapi Juga Memberi

Sebanyak 16 anak TK, 105 orang SD, tiga anak SMP dan satu orang sudah duduk di bangku SMK. Sementara yang belum bersekolah ada 20 anak termasuk lima bayi.

10 Desember 2024
0
Panti Asuhan Santa Susana Timika Dihuni 145 Anak, Magdalena: Tidak Saja Menerima tetapi Juga Memberi

Magdalena Ela Nunang, pendiri Panti Asuhan Santa Susana menyampaikan sambutan pada perayaan syukuran tiga tahun LKSA Yayasan Peduli Kasih Mimika, Senin 9 Desember 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Panti Asuhan Santa Susana Timika, Papua Tengah dibawah naungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Peduli Kasih Mimika, sejak 15 Oktober 2024 hingga saat ini dihuni 145 anak.

Anak-anak yang ditampung di panti itu terdiri dari 83 laki-laki dan 62 perempuan dari berbagai suku.

ADVERTISEMENT

Diantaranya Suku Kamoro, Dani, Damal, Moni, Muyu, Biak, Jayapura, Timor, Ambon, Toraja, Menado, Kei Maluku dan Tanimbar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari jumlah yang ada, anak dengan status yatim piatu 34 orang, 53 anak yatim, 35 anak piatu, 15 anak korban broken home dan enam anak titipan dengan alasan khusus akibat konflik keluarga.

Baca Juga

Polisi Periksa 8 Siswa SMA Terkait Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Nabire

DPRK Mimika Mulai Bahas LKPJ Bupati 2025, Tegaskan Evaluasi untuk Perbaikan Tata Kelola

Magdalena Ela Nunang, Pendiri Panti Asuhan Santa Susana dalam perayaan syukuran tiga tahun Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Peduli Kasih, Senin 9 Desember 2024 menjelaskan, saat ini ada 125 anak yang masuk usia sekolah.

Sebanyak 16 anak TK, 105 orang SD, tiga anak SMP dan satu orang sudah duduk di bangku SMK. Sementara yang belum bersekolah ada 20 anak termasuk lima bayi.

Untuk mendukung proses pembinaan anak-anak ini, Yayasan Peduli Kasih Mimika memiliki 27 aktivis pelaku kasih.

Sementara dalam menjalankan pekerjaan sosial kemanusiaan ini, yayasan selalu berpegang pada motto ‘berdoa, bersabar dan jangan kuatir, diutus bukan untuk sukses tetapi untuk setia menjadi pelayan kasih’.

Perempuan asal Lembata NTT menyampaikan, dalam usia tiga tahun keberdaan LKSA ini, bila diibaratkan dengan seorang anak maka belum bisa berlari kencang.

“Banyak keluarga yang datang untuk mengadopsi anak mereka, tetapi saya sendiri tidak mengijinkan. Disini ada Anjelo yang usianya juga sudah tiga tahun. Anjelo akan tinggal selamanya di panti ini,” ujarnya.

Selain Anjelo, ada juga seorang bayi yang sejak lahir sudah diurus dan dirawat di tempat ini, sehingga mereka berdua akan tetap tinggal dan tumbuh kembang di panti asuhan ini.

Ia menjelaskan dalam mengelola panti selain dibantu 27 pelaku kasih, juga ada empat guru yayasan, satu orang guru TK dan tiga orang mengajar SD.

Panti Asuhan ini dihitung berdasarkan tahun berdiri secara mandiri sudah berusia tujuh tahun dari tanggal 18 Februari 2018 lalu.

Hadirnya panti ini berawal dengan kehadiran seorang anak yang hampir dua tahun tanpa diketahui siapa orangtuanya.

Selain itu, ia mengungkapkan mulai 1 Januari 2025, pihak panti tidak lagi mengambil tenaga pendamping kemanusiaan dari luar, tetapi memanfaatkan tenaga pendamping dari Kementerian Sosial.

Sebagai pengasuh, Magdalena merasa bersyukur walaupun dalam keterbatasan masih ada orang tua yang datang mengantarkan anak-anaknya untuk diasuh di panti asuhan.

Magdalena yakin dan percaya meskipun berjalan dalam keterbatasan, tetapi Tuhan sangat luar biasa melalui tangan-tangan kasih untuk membantu.

Magdalena yang keseharian juga bekerja sebagai Menteri Hewan di Dinas Peternakan Mimika ini mengungkapkan, selama anak-anak hidup di panti tidak saja membuka telapak tangan untuk menerima.

Pihaknya juga membagi dengan para janda, duda maupun kepada orangtuanya dalam bentuk bingkisan kasih.

Kepada semua penghuni panti, Magdalena berpesan tetap menjaga sikap, tutur kata, kelakuan dan jaga hati, pikiran dengan tanpa saling menyakiti supaya berkat itu tetap ada.

“Kalau kita hidup penuh kebencian, amarah, saling baku pukul maka kasih akan menjauh,” pesannya.

Dengan banyaknya anak panti, Magdalena berusaha untuk membagi kasih sayang secara merata.

Meski demikian, sebaik apapun perhatian yang diberikan pengelola panti, jauh lebih baik kasih sayang dan perhatian dari orang tua kandung di rumah. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polisi Periksa 8 Siswa SMA Terkait Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Nabire

Polisi Periksa 8 Siswa SMA Terkait Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Nabire

28 Juli 2026
DPRK Mimika Mulai Bahas LKPJ Bupati 2025, Tegaskan Evaluasi untuk Perbaikan Tata Kelola

DPRK Mimika Mulai Bahas LKPJ Bupati 2025, Tegaskan Evaluasi untuk Perbaikan Tata Kelola

28 Juli 2026
Sunset Run Meriahkan HUT Ke-81 RI di Mimika, Kuota 500 Peserta Diserbu 3.000 Pendaftar

Sunset Run Meriahkan HUT Ke-81 RI di Mimika, Kuota 500 Peserta Diserbu 3.000 Pendaftar

28 Juli 2026
Pemkab Mimika Ingatkan Fasilitas Kesehatan Kelola Limbah B3 Sesuai Aturan

Yan Mandenas Minta WNA Pelaku Kejahatan Diproses Pidana, Bukan Sekadar Dideportasi

28 Juli 2026
Pemkab Mimika Ingatkan Fasilitas Kesehatan Kelola Limbah B3 Sesuai Aturan

Pemkab Mimika Ingatkan Fasilitas Kesehatan Kelola Limbah B3 Sesuai Aturan

28 Juli 2026
Perjalanan Dinas ASN Mimika Dinilai Berlebihan, Wabup Emanuel: Pelayanan Publik Terabaikan

Persiapkan LKPJ Bersama DPRK: Wakil Bupati Mimika Tegaskan Kepala OPD Dilarang ke Luar Daerah

27 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    709 shares
    Bagikan 284 Tweet 177
  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    687 shares
    Bagikan 275 Tweet 172
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika Terpantau Normal

Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika Terpantau Normal

Kecelakaan Lalu Lintas di Bundaran Petrosea Timika, Perempuan 13 Tahun Meninggal di TKP

Kecelakaan Lalu Lintas di Bundaran Petrosea Timika, Perempuan 13 Tahun Meninggal di TKP

Tim Hukum MP3 Layangkan Gugatan ke MK dan Laporkan Penyelenggara ke DKPP RI

Tim Hukum MP3 Layangkan Gugatan ke MK dan Laporkan Penyelenggara ke DKPP RI

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id