TIMIKA, Koranpapua.id- Kematian ternak babi di Timika terus bertambah. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian semua elemen masyarakat, sehingga populasi babi yang tersisa bisa diselamatkan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mencatat sampai akhir Maret 2024 sudah 5.200 ekor babi yang mati akibat terserang virus African Swine Fever (ASF).
Kedisnak Keswan Mimika, Drh. Sabelina Fitriani mengatakan, kematian babi sudah mencapai 50 persen. Dengan mencapai angka 5.200 maka jumlah populasi babi di Mimika tinggal sebagian yang hidup.
“Sudah 50 persen babi yang mati akibat virus ASF, jadi populasinya tinggal sebagian saja,” ungkap Sabelina saat ditemui Koranpapua.id di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin 25 Maret 2024.
Masyarakat bersama pemerintah harus bersama-sama menyelamatkan ternak babi yang tersisa, dengan cara memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.
“Saya sampaikan lagi kepada masyarakat agar tidak membuang sembarang babi yang mati, tetapi harus dikuburkan sehingga virusnya tidak menyebar lagi ke ternak babi yang masih sehat,” pesan Sabelina.
Peternak juga bisa melapor ke Disnak Keswan apabila ada babi yang mati, sehingga bisa dikuburkan pada tempat yang sudah disiapkan pemerintah.
“Masyarakat yang membutuhkan bantuan dinas untuk mengubur bangkai babi dapat menghubungi kami melalui call center biar bisa dibantu,” tandas Sabelina.
Dikatakan, jika dibandingkan dengan Bulan Februari lalu, memasuki akhir Maret ini kematian ternak babi mulai menurun.
“Mari kita sama-sama memutus mata rantai penyebaran virus. Sekali lagi saya himbau jangan sembarangan membuang babi yang mati,” tandas Sabelina.(Redaksi)










