TIMIKA, Koranpapua.id– Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Eanus Mom, korban penembakan di Mile 68 Tembagapura, tiba di rumah duka di Jalan Kangguru, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama, Selasa 3 Maret 2026.
Suasana haru tak terbendung ketika ambulans Rumah Sakit TK IV Timika yang membawa jenazah almarhum perlahan memasuki halaman rumah.
Keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak awal langsung menyambut dengan pelukan dan tangisan pilu.
Perwakilan keluarga, Helois Kemong, menuturkan bahwa almarhum merupakan warga sipil yang sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas.
Menurutnya, Eanus baru kembali ke Tembagapura untuk mencari nafkah.
“Terakhir di Timika satu bulan lalu. Dia bukan bagian dari kelompok bersenjata,” ujarnya kepada wartawan.
Helois menegaskan agar tidak ada pihak yang menyebut mendiang sebagai bagian dari kelompok bersenjata mana pun.

“Kami berharap tidak ada informasi hoaks yang beredar. Almarhum ini murni warga sipil. Tidak benar jika disebut terlibat TPN-OPM atau kelompok lain. Itu tidak ada,” tegasnya.
Keluarga mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal sebagai tulang punggung keluarga dan pribadi yang disegani di lingkungan keluarga besar.
Eanus Mom diduga tewas dalam operasi aparat keamanan di Mile 69, Distrik Tembagapura, pada Senin 2 Maret 2026.
Perwakilan keluarga lainnya, Yohanis Amisim, menjelaskan kronologi yang mereka ketahui.
Menurutnya, sebelum kejadian, almarhum sempat menemui istrinya di Pos Empat dengan membawa rokok, pinang, dan beberapa barang kebutuhan lainnya.
Setelah berbelanja, ia kembali turun seperti biasa. Namun di tengah perjalanan, rombongan bertemu aparat keamanan dan diminta berhenti untuk pemeriksaan.
Yohanis menyebut, karena saat itu almarhum membawa minuman keras sehingga ia berusaha untuk menghindari aparat keamanan.
Karena berdasarkan kesepakatan antara pendulang dan petugas siapa pun yang membawa minuman keras ke lokasi dulang akan diamankan.
“Karena takut ditangkap, dia lari. Saat itulah dia ditembak. Itu informasi yang kami dengar,” ungkapnya.
Rencana jenazah akan di semayangkan lebih dulu sebelum dilakukan pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu 4 Maret 2026. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










