ADVERTISEMENT
Rabu, Mei 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Masyarakat Mimika Diajak Sukseskan Pemilu 2024, Luky: Jauhi Politik Identitas yang Berpotensi Pecah Belah Bangsa

Luky menaruh harapan besar agar dalam percaturan politik, setiap warga tetap menjunjung tinggi perilaku yang baik, berintegritas dan dewasa dalam menjaga demokrasi jelang Pemilu maupun pasca Pemilu.

8 Februari 2024
0
FKDM Mimika Soroti Parpol Libatkan Anak-anak Ikut Kampanye, Bawaslu Harus Tegakkan Aturan

Luky Mahakena, S.Sos., M.Si, Ketua FKDM Mimika. (foto:dok/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Pelaksanaan pesta demokrasi memilih wakil rakyat untuk duduk di parlemen dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tinggal enam hari lagi.

Masyarakat Mimika, Provinsi Papua Tengah diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketentraman sehingga pesta rakyat lima tahunan ini bisa berjalan aman dan sukses.

ADVERTISEMENT

Ajakan ini disampaikan Luky Mahakena, S.Sos, M.Si, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika melalui keterangan tertulisnya yang diterima Koranpapua.id, Kamis 8 Februari 2024.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Luky juga meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintah daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai penyelenggara untuk mensukseskan agenda besar Nasional ini.

Baca Juga

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Kapolda Papua Tengah Berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari Mimika, Tekankan Kualitas Guru

Ia mengingatkan kepada Partai Politik (Parpol) dalam mendukung ketiga Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden agar tidak terlalu fanatik, dan menjauhkan sikap politik identitas yang akan perpotensi pada memecah belah bangsa serta menghambat perkembangan demokrasi.

“Pesan dan ajakan ini saya sampaikan setelah melihat dinamika peta politik menjelang perhelatan Pemilu Legislatif dan Pilpres,”ujar Luky.

Mantan Rektor UTI ini menyadari benar bahwa dampak politik identitas tidak hanya berpengaruh pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi juga berdampak pada miskinnya ide dan gagasan dalam membangun bangsa ini kedepan.

“Dalam kampanye-kampanye kontestasi Pemilu harus mengedepankan gagasan, bukan mencari kesalahan atau kekurangan Paslon lain. Dampak politik identitas dapat menjadi lebih buruk dari itu, yaitu memecah belah bangsa dan memperlambat perkembangan demokrasi di Indonesia,”  timpal Luky.

Humas RSUD Mimika ini menegaskan, bagi warga yang akan diperhadapkan dalam tataran berinteraksi Pemilu Capres-Cawapres dan legislatif perlu tertanam kedewasaan berdemokrasi yang lebih sehat dan bermartabat.

Serta menjunjung tinggi adanya kedaulatan rakyat Indonesia tanpa adanya intimidasi atau tekanan apapun dalam menyampaikan hak memilih pada tanggal 14 Februari mendatang. Hal ini dikarenakan negara telah menjamin hak partisipasi politik warga Indonesia.

“Saya ingin sampaikan pesan dan himbauan damai yang perlu menjadi atensi bersama semua warga Mimika dan secara khusus peserta Pemilu, para pendukung Paslon Capres-Cawapres. Begitupun kontestan calon legislatif agar dalam pertarungan politik perlu siapkan mental menerima kalah atau menang,” harapnya.

Luky juga menaruh harapan besar agar dalam percaturan politik, setiap warga tetap menjunjung tinggi perilaku yang baik, berintegritas dan dewasa dalam menjaga demokrasi jelang Pemilu maupun pasca Pemilu.

Masyarakat sebagai penjaga demokrasi, patut menerima keputusan hasil Pemilu yang telah memenuhi semua unsur tatalaksana perundang-undangan Pemilu yang diumumkan penyelenggara pesta demokrasi.

“Awal dan berakhir keputusan Pemilu mari kita  tetap jaga Mimika Rumah Kita bersama yang aman dan damai,” ajak Luky.

Luky menuturkan, ini menjadi bahan refleksi bersama masyarakat Mimika. Bahwa selama tahun 2004 hingga saat ini Mimika bebas dari Indeks Pemetaan Rawan Potensi Konflik secara Nasional maupun Regional di Bumi Cenderawasih Papua.

Hal ini telah terwujud dan terbukti Mimika sangat terawat nilai pluralisme dan toleransinya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

19 Mei 2026
Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

19 Mei 2026
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Kapolda Papua Tengah Berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari Mimika, Tekankan Kualitas Guru

19 Mei 2026
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

19 Mei 2026
Serapan Anggaran Rendah, Bappeda Mimika Dorong OPD Percepat Input Realisasi Kegiatan di Si-Monev

Serapan Anggaran Rendah, Bappeda Mimika Dorong OPD Percepat Input Realisasi Kegiatan di Si-Monev

19 Mei 2026
Pengisian Jabatan: ASN OAP Harus Mampu Bersaing Jangan Bergantung Afirmasi Otsus

Pengisian Jabatan: ASN OAP Harus Mampu Bersaing Jangan Bergantung Afirmasi Otsus

19 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Berharap Pilot Susi Air Philip Mark Tetap Sehat, Polda Papua Siap Kirim Obat-obatan

Berharap Pilot Susi Air Philip Mark Tetap Sehat, Polda Papua Siap Kirim Obat-obatan

Petugas KPPS menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemungutan suara (Foto: ist/koranpapua.id)

Ini Penjelasan Besaran Uang Makan, Transportasi, dan Pembangunan TPS untuk Pemilu 2024

Petugas pemilihan mengenakan pakaian adat Papua saat pemilihan di TPS (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Warga Mimika Perlu Tahu Apa Saja yang Harus Dibawa ke TPS Tanggal 14 Februari. Berikut Penjelasannya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id