TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mematangkan persiapan HUT ke-30 Mimika pada 8 Oktober 2026. Selain menyiapkan rangkaian perayaan, pemerintah ingin menjadikan momentum tiga dekade ini sebagai kesempatan mengevaluasi pelayanan kepada masyarakat.
Yohana Paliling menyampaikan hal tersebut saat wawancara dengan Koranpapua.id seusai apel gabungan di halaman Kantor Bupati Mimika, Senin (14/9/2026).
Menurut Yohana, panitia masih membahas konsep kegiatan dengan memperhatikan kenyamanan masyarakat dan tamu undangan. Kondisi cuaca yang belakangan tidak menentu turut menjadi pertimbangan dalam persiapan.
“Konsepnya sedang kami pikirkan bagaimana supaya semua bisa hadir dan dapat berkomunikasi dengan baik. Kami juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait berbagai kebutuhan,” ujar Yohana.
Persiapan HUT ke-30 Mimika Perhatikan Cuaca
Pemerintah berencana menyediakan area bertenda untuk mengantisipasi perubahan cuaca. Panitia juga mematangkan fasilitas pendukung agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Yohana menjelaskan bahwa rangkaian peringatan tetap mengutamakan agenda resmi pemerintahan. Upacara dan pengibaran bendera akan mengawali kegiatan pada pagi hari, kemudian doa bersama.
“Pagi tetap ada upacara seperti biasa, termasuk kenaikan bendera. Setelah itu dilanjutkan dengan doa bersama,” jelasnya.
Selain agenda resmi, pemerintah menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung dan hiburan untuk melengkapi perayaan.
Menengok Perjalanan Tiga Dekade Mimika
Yohana mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membahas kemungkinan menampilkan perjalanan Kabupaten Mimika selama 30 tahun. Materi tersebut akan mencakup perkembangan daerah dan berbagai capaian dari tahun ke tahun.
“Di usia 30 tahun ini mungkin kami akan menampilkan sedikit tentang perjalanan Kabupaten Mimika dari tahun pertama sampai tahun ke-30, termasuk pencapaian-pencapaian yang sudah kita dapat,” katanya.
Menurut Yohana, refleksi tersebut dapat membantu pemerintah melihat kembali perjalanan pembangunan. Pemerintah juga perlu mengevaluasi kekurangan dan menentukan langkah perbaikan ke depan.
Masukan Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi
Yohana menekankan bahwa HUT ke-30 Mimika harus menjadi momentum untuk menilai kualitas pelayanan publik. Ia mengajak jajaran pemerintah memperhatikan saran masyarakat sebagai bahan evaluasi.
“Ini tentu menjadi evaluasi bagi kita. Sekarang posisi kita di mana terkait pelayanan publik, termasuk masukan-masukan dari masyarakat yang menjadi saran bagi kami semua,” tuturnya.
Ia berharap seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) menindaklanjuti masukan tersebut untuk memperbaiki pelayanan.
Melalui peringatan tiga dekade ini, Yohana berharap pemerintah dapat meninjau capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen melayani masyarakat Mimika.
Penulis: Ril Minggu







