TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 105 calon wirausaha di Kabupaten Mimika mendapat pelatihan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menyiapkan usaha agar mampu bertahan dan membuka lapangan kerja baru.
Pelatihan penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru industri kecil tersebut digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian di salah satu hotel di Timika, Rabu 2 September 2026.
Selama tiga hari, peserta mendapat pelatihan di antaranya mengenai pengolahan roti, pembuatan sabun, serta servis air conditioner (AC).
Direktur Industri Aneka Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reny Meilany mengatakan, calon wirausaha tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis. Mereka juga perlu memahami cara mengelola dan mengembangkan usaha.
“Bapak dan Ibu ini harus dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman terkait wirausaha baru,” kata Reny dalam sambutannya.
Menurut dia, kemampuan mengelola usaha sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan produk. Karena itu, peserta juga mendapat materi mengenai peluang bisnis, manajemen usaha, motivasi kewirausahaan, legalitas, pembiayaan hingga pemasaran.
Reny berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah peserta menerima materi. Pendampingan lanjutan dari pemerintah daerah dinilai penting agar usaha yang dirintis dapat berkembang.
“Kami titipkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika. Kami tidak mungkin setiap hari mengawasi teman-teman di Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Ia juga mendorong peserta menggali produk yang memiliki keunikan sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasar di Mimika. Dengan demikian, usaha yang dibangun tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Arjuna Sakir mengatakan, pengembangan wirausaha menjadi bagian penting untuk mendorong masyarakat Papua Tengah, khususnya Mimika, mengambil peran lebih besar dalam perekonomian daerah.
“Kita ingin masyarakat Papua Tengah, khususnya Mimika, tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku usaha, pencipta produk, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi di daerah,” kata Arjuna.
Ia juga meminta peserta memanfaatkan perkembangan teknologi, terutama dalam pemasaran digital. Menurut Arjuna, pemasaran melalui platform digital dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada pasar di Mimika.
“Kita mengharapkan bahwa kegiatan ini lahir pula usaha baru yang mampu membuat produk berkualitas, memberikan pelayanan yang baik, dan memanfaatkan teknologi menggunakan pemasaran secara digital yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika drh Sabelina Fitriani mengatakan, pengembangan wirausaha perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan, kualitas produk, manajemen usaha dan pemasaran.
Menurut Sabelina, legalitas usaha juga menjadi fondasi penting agar pelaku usaha lebih mudah mengakses pembiayaan maupun berbagai program pemerintah.
Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap 105 calon wirausaha tidak sekadar memperoleh pengetahuan baru, tetapi mampu mengubah keterampilan yang diperoleh menjadi usaha yang mandiri, produktif dan berkelanjutan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










