SORONG, Koranpapua.id- Solidaritas lintas suku ditunjukkan Ikatan Pemuda Sulawesi Utara (IPSU) Provinsi Papua Barat Daya untuk membantu korban bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui aksi penggalangan dana selama tiga hari di kawasan Lampu Merah KM 10, Kota Sorong, IPSU berhasil menghimpun donasi sebesar Rp20.200.000. Bantuan juga berupa pakaian layak pakai yang dikumpulkan dari sejumlah sub-organisasi IPSU di Papua Barat Daya.
Seluruh bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada Ikatan Keluarga Lamaholot Kota Sorong untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Ketua Umum IPSU Papua Barat Daya, Jakson Sambow, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat di tanah rantau terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah.
“Kami berharap kita selalu berkolaborasi dan bergandengan tangan. Jangan melihat dari suku mana, tetapi mari kita menjadi satu di sini,” ujar Jakson dilansir Senin 31 Agustus 2026.
Pembina sekaligus pendiri IPSU Papua Barat Daya, James Nixon Senewe Su, mengatakan dana Rp20,2 juta tersebut dihimpun selama tiga hari. Selain donasi uang, masyarakat juga turut memberikan pakaian layak pakai untuk korban bencana.
Sementara itu, Bidang Kumham Ikatan Keluarga Lamaholot, Wikris Ribu, mengapresiasi kepedulian IPSU serta masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong terhadap warga yang terdampak bencana di NTT.
“Atas nama keluarga Lamaholot, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Papua Barat Daya, khususnya Kota dan Kabupaten Sorong, atas simpati dan rasa empatinya,” katanya.
Wikris berharap seluruh bantuan tersebut dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak di Flores. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar kondisi di wilayah bencana segera pulih.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong dapat tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah. (Redaksi)







