ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Gedung sekolah tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kembali menyelenggarakan pendidikan secara resmi di Banti.

9 Agustus 2026
0
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Setelah hampir delapan tahun kehilangan tempat belajar akibat konflik keamanan, anak-anak di Kampung Banti dan sekitarnya, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai mendapat secercah harapan.

Pemerintah Distrik Tembagapura menargetkan kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut dapat kembali berjalan pada tahun ajaran 2027/2028, setelah pembangunan gedung TK dan SD Banti yang dikerjakan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) rampung.

ADVERTISEMENT

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, mengatakan pembangunan gedung sekolah baru itu menjadi langkah penting untuk mengembalikan akses pendidikan bagi anak-anak Banti, Opitawak, Kimbeli dan kampung-kampung di sekitarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Besar harapan kami gedung sekolah yang cukup bagus, dilengkapi fasilitas taman bermain, bisa segera rampung sehingga mulai digunakan pada tahun ajaran 2027. Sudah beberapa tahun ini anak-anak sekolah di Banti dan sekitarnya tidak memiliki gedung sekolah,” ujar Dev di Timika, Sabtu 9 Agustus 2026.

Baca Juga

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

Gedung tersebut dibangun di lokasi bekas SD Negeri Banti yang dibakar dalam aksi kelompok bersenjata pada Maret 2018. Sejak peristiwa itu, aktivitas pendidikan di Banti dan sejumlah kampung di sekitarnya praktis terhenti.

Delapan tahun tanpa sekolah menjadi masa panjang yang harus dilalui anak-anak di wilayah tersebut.

Dev mengakui, kondisi itu menjadi persoalan serius karena anak-anak harus kehilangan ruang belajar di kampung mereka sendiri.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, muncul upaya dari jajaran Polsek Tembagapura. 

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman bersama anggotanya, membuka sebuah honai di lingkungan Polsek untuk dijadikan tempat belajar sementara bagi anak-anak dari kampung sekitar.

“Awalnya hanya tiga anak yang ikut. Sekarang sudah lebih dari 60 anak setiap hari belajar di honai Polsek Tembagapura. Mereka datang dari Banti, Kimbeli dan sekitarnya. Siang hari mereka kembali ke rumah,” kata Dev, yang baru sekitar empat bulan menjabat sebagai Kepala Distrik Tembagapura.

Menurut Dev, perkembangan jumlah anak yang mengikuti kegiatan belajar di honai tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang layak.

Dari Tiga Anak, Kini Lebih dari 60 Anak 

Pemerintah Distrik Tembagapura pun mengapresiasi langkah jajaran Polsek yang telah membuka ruang belajar darurat tersebut sembari menunggu pembangunan sekolah permanen selesai.

Harapan baru juga mulai terlihat setelah sekitar sebulan lalu Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika bersama sejumlah guru berkunjung ke Banti II. 

Para guru tersebut dipersiapkan untuk kembali menjalankan tugas pendidikan di wilayah tersebut.

Tidak hanya gedung sekolah, sejumlah rumah guru yang selama ini rusak dan terbengkalai juga tengah direnovasi oleh PTFI. 

Rumah-rumah tersebut sebelumnya ditinggalkan para guru ketika situasi keamanan di wilayah Banti memburuk sekitar 2018.

“Teman-teman dari Dinas Pendidikan juga sudah melihat gedung PAUD yang ada di Banti. Untuk sementara, gedung itu bisa digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar sambil menunggu gedung sekolah baru selesai dibangun,” jelas Dev.

Setelah pembangunan selesai, gedung sekolah tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kembali menyelenggarakan pendidikan secara resmi di Banti.

Bagi masyarakat Banti, pembangunan sekolah ini bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran sekolah menjadi simbol bahwa anak-anak yang selama bertahun-tahun kehilangan hak atas ruang belajar kini memiliki kesempatan untuk kembali mengejar pendidikan di tanah kelahiran mereka sendiri.

Kampung Banti dan sejumlah kampung di sekitarnya merupakan wilayah permukiman masyarakat Suku Amungme yang berada dekat dengan kawasan aktivitas pertambangan PTFI.

Pada 2018, ketika kelompok bersenjata menguasai wilayah tersebut, ribuan warga dari Banti, Opitawak, Kimbeli dan kampung sekitarnya terpaksa mengungsi ke Timika. 

Setelah situasi keamanan mulai pulih, sebagian warga kembali ke kampung halaman sekitar 2021.

Perlahan Fasilitas Publik Kembali Dibangun 

Selain sekolah yang sedang dikerjakan PTFI, di Banti II juga telah berdiri rumah sakit permanen yang dibangun Dinas Kesehatan Mimika untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Gedung sekolah baru yang dibangun PTFI tersebut berada tepat di samping rumah sakit.

Jika pembangunan berjalan sesuai harapan, maka tahun ajaran 2027/2028 dapat menjadi titik balik bagi anak-anak Banti setelah bertahun-tahun belajar tanpa sekolah, mereka akhirnya diharapkan kembali memasuki ruang kelas di kampung sendiri. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

9 Agustus 2026
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

9 Agustus 2026
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

9 Agustus 2026
Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

9 Agustus 2026
Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

9 Agustus 2026
Masuk Top 10 Karisma Event Nusantara 2026, Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Masuk Top 10 Karisma Event Nusantara 2026, Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

9 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id