JAKARTA, Koranpapua.id- Universitas Diponegoro (UNDIP) mengirim 20 tim mahasiswa ke Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, dalam program Ekspedisi Patriot 2026 untuk mendampingi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi dan pembangunan berbasis potensi lokal.
UNDIP menjadi salah satu perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi RI dalam program tersebut. Secara keseluruhan, UNDIP menerjunkan 24 tim, terdiri atas 20 tim di Senggi, Papua, dan empat tim di sejumlah kawasan transmigrasi di Sumatera Selatan.
Ekspedisi Patriot 2026 mengusung tema “Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia” dan melibatkan 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi yang akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara mengatakan pembangunan kawasan transmigrasi kini diarahkan tidak hanya sebagai program perpindahan penduduk.
Tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sumber daya manusia, investasi, dan hilirisasi potensi daerah.
Di Kawasan Transmigrasi Senggi, tim UNDIP akan menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan, peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, hingga pengolahan hasil produksi untuk meningkatkan nilai tambah.
Wakil Rektor IV UNDIP, Wijayanto, mengatakan keikutsertaan UNDIP merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah terluar Indonesia.
Menurutnya, UNDIP berkomitmen memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi lokal, pengembangan keterampilan masyarakat, peningkatan nilai tambah komoditas, serta kebijakan berbasis bukti untuk mewujudkan pembangunan yang lebih berkeadilan.
“Wilayah terluar Indonesia, terutama Papua, adalah ujian bagi komitmen itu,” ujarnya dikutip Jumat 31 Juli 2026.Koordinator Ekspedisi Patriot UNDIP, Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani, menambahkan kehadiran tim tidak hanya untuk mengidentifikasi persoalan di kawasan transmigrasi, tetapi juga menghadirkan solusi melalui pendampingan dan penerapan hasil riset.
Selain penguatan sektor ekonomi, tim UNDIP juga akan berkontribusi pada penguatan manajemen agraria, mitigasi bencana, peningkatan layanan infrastruktur dasar, serta kajian sosial budaya mengenai hubungan masyarakat transmigran dan masyarakat adat.
Sebelum diterjunkan ke lokasi, seluruh peserta mengikuti pembekalan mengenai pembangunan kawasan, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, kepemimpinan, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal sebagai bekal pelaksanaan program di lapangan. (Redaksi)










