TIMIKA, Koranpapua.id- Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Papua akan menjadi indikator penting keberhasilan pemerataan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Meki dalam dialog bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Tanah Papua di Timika, Kamis 30 Juli 2026.
Menurut Meki, arah pembangunan Papua saat ini telah memiliki landasan yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, yang diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022–2041 dan Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua 2025–2029.
“Papua memiliki peran strategis untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, pengelolaan sumber daya alam hingga pengembangan investasi bagi kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Meki.
Ia menilai percepatan pembangunan Papua tidak dapat dilakukan secara sektoral. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRP, DPRK, Majelis Rakyat Papua, lembaga adat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat sipil.
“Tanpa desain koordinasi yang kuat, program pembangunan di Papua berisiko berjalan secara sektoral, parsial, tidak saling terhubung, tidak tepat sasaran, dan tidak mampu menjawab akar persoalan Papua secara komprehensif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Meki juga menyinggung persoalan batas wilayah tiga pulau yang diklaim masuk wilayah Papua Barat Daya. Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut secara adil.
Menutup sambutannya, Meki berharap dialog bersama Bappenas tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menghasilkan rekomendasi strategis yang menjadi pedoman percepatan pembangunan Papua.
“Kami berharap dialog ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi menghasilkan rekomendasi strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang dimulai dari pemerataan pembangunan di Timur Indonesia, yaitu Tanah Papua,” ujarnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








