ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

“Meski harga tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Hendrik mengakui keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar”.

18 Juli 2026
0
“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

Salah satu stand yang menjual beras di Pasar Central Timika. Gambar diambil Sabtu 18 Juli 2026. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Harga beras di Pasar Central Timika, Kabupaten Mimika, masih bertahan di level yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat melemah sehingga para pedagang mengaku penjualan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang beras, Mas Hendrik, saat ditemui Koranpapua.id, Sabtu 18 Juli 2026, mengatakan harga beras saat ini relatif stabil, namun berbeda-beda tergantung merek yang dijual.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, beras Bulog dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, sementara beras merek lain berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram.

Baca Juga

33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

“Kalau harga sekarang masih stabil. Yang membedakan hanya mereknya. Beras Bulog sekitar Rp15 ribu per kilogram, sedangkan merek lain ada yang Rp17 ribu, Rp18 ribu sampai Rp19 ribu per kilogram,” ujarnya.

Untuk penjualan dalam bentuk karung, Hendrik menjelaskan harga juga bervariasi. Beras Bulog dijual sekitar Rp700 ribu per karung, sedangkan merek Pandan Wangi mencapai Rp870 ribu dan merek Mawar Merah sekitar Rp950 ribu per karung.

Ia mengatakan sebagian besar masyarakat kini lebih memilih membeli beras dalam kemasan 10 kilogram dibandingkan membeli eceran per kilogram.

“Yang paling banyak dicari sekarang kemasan 10 kilogram. Harganya sekitar Rp170 ribu sampai Rp180 ribu. Itu yang paling sering dibeli masyarakat,” katanya.

Meski harga tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Hendrik mengakui keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. Seluruh stok beras dipasok dari distributor di Sulawesi.

Ia juga mengungkapkan harus membayar biaya sewa kios sekitar Rp3 juta setiap bulan. Menurutnya, penghasilan dari berjualan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meski tidak terlalu besar.

“Alhamdulillah masih cukup untuk makan, minum dan bayar kontrakan. Bantuan dari pemerintah sampai sekarang belum pernah ada,” ungkapnya.

Penjual Lain Keluhkan Omzet Menurun

Keluhan serupa disampaikan Rahma (25), pedagang beras lainnya di Pasar Baru.

Ia mengaku penjualan semakin sepi karena hampir seluruh harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja.

“Jualan sekarang memang sepi. Mungkin karena semua harga barang naik, jadi pembeli berkurang,” katanya.

Menurut Rahma, meskipun setiap hari masih ada pembeli yang datang, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya sehingga pendapatan pedagang ikut menurun.

Pembeli: Beras Tetap Dibeli Meski Mahal

Sementara itu, seorang pembeli beras, Riki, mengatakan masyarakat tidak memiliki pilihan selain tetap membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Beras ini kebutuhan pokok. Walaupun harganya naik, kami tetap harus beli. Kalau tidak beli, kami mau makan apa?” ujarnya.

Riki berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat mencari solusi agar harga bahan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami dan membantu mencari solusi. Kami ini masyarakat kecil yang sangat merasakan beratnya harga kebutuhan pokok,” pintanya.

Ia juga berharap mudah-mudahan melalui pemberitaan dui media, pemerintah bisa menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Kondisi di Pasar Baru Central Timika menunjukkan bahwa meski harga beras saat ini cenderung stabil, tingginya harga kebutuhan pokok tetap menjadi beban bagi masyarakat.

Di sisi lain, pedagang juga ikut terdampak karena daya beli masyarakat melemah, sehingga omzet penjualan terus menurun.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

18 Juli 2026
33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

18 Juli 2026
Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

18 Juli 2026
Kurang dari Empat Jam, Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Ganja

Kurang dari Empat Jam, Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Ganja

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Temui Keluarga Korban Penikaman Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Proses Hukum Berjalan

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

18 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    797 shares
    Bagikan 319 Tweet 199
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kondisi Kantor Pemerintahan Kampung Nawaripi-Mimika Terbengkalai

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    732 shares
    Bagikan 293 Tweet 183
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id