ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Dialog merupakan keberanian untuk mendengarkan luka, ruang untuk saling mengakui kenyataan, membangun kepercayaan, dan mencari jalan keluar yang menghormati martabat seluruh pihak.

18 Juli 2026
0
Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) mengadakan konferensi pers di Jakarta, 16 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Gereja-gereja Indonesia yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), buka suara terkait konflik senjata berkepanjangan yang terjadi di tanah Papua dan telah memakan korban jiwa cukup besar dari kalangan sipil.

Gereja-gereja Indonesia bersepakat satu suara menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan prioritas pada penanganan krisis kemanusiaan ketimbang fokus pada pendekatan keamanan di Papua.

ADVERTISEMENT

Mereka juga mendesak agar selalu mengutamakan  perlindungan warga sipil dalam menangani konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada 16 Juli 2026, FUKRI menyampaikan bahwa, lebih dari 100.000 warga sipil masih mengungsi di berbagai wilayah Papua.

Baca Juga

Temui Keluarga Korban Penikaman Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Proses Hukum Berjalan

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Kondisi para pengungsi cukup prihatin, karena keterbatasan pangan, pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan, dan pelayanan pastoral.

FUKRI ini mencakup Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), serta Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI).

Termasuk Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLI), Gereja Pentakosta Indonesia (PBI), Gereja Bala Keselamatan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan Gereja Ortodoks Indonesia

FUKRI menyatakan bahwa negara telah memperkuat pendekatan keamanannya melalui pengerahan tambahan personel militer non-organik, pembangunan fasilitas pertahanan baru, serta pelibatan aparat keamanan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kebijakan tersebut, menurut mereka, memunculkan pertanyaan mendasar: “Apakah pendekatan keamanan yang kian dominan itu benar-benar menjawab kebutuhan utama Orang Asli Papua (OAP), atau justru melanggengkan ketakutan, ketidakpercayaan, dan penderitaan warga sipil?”

Disebutkan bahwa pihak Gereja, tokoh masyarakat adat, tokoh perempuan, kaum muda, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil telah lama menyerukan dialog inklusif, namun belum diberikan ruang yang memadai dalam kebijakan negara.

“Padahal, dialog bukanlah tanda kelemahan negara, melainkan wujud kedewasaan demokrasi,” demikian pernyataan forum tersebut seperti dikutip, Sabtu 18 Juli 2026.

Dialog merupakan keberanian untuk mendengarkan luka, ruang untuk saling mengakui kenyataan, membangun kepercayaan, dan mencari jalan keluar yang menghormati martabat seluruh pihak.

Forum tersebut juga mendesak pemerintah untuk memprioritaskan para pengungsi, mengizinkan gereja-gereja menjalankan kegiatan kemanusiaan tanpa intimidasi atau stigma, serta menjadikan dialog sebagai jalan utama menuju perdamaian.

“Pelayanan Gereja bagi masyarakat yang menderita tidak boleh dicurigai sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok tertentu ataupun dikaitkan dengan separatisme,” demikian pernyataan sikap FUKRI.

Pendeta Jacklevyn Fritz Manuputty, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menyatakan bahwa suara Gereja terkait Papua bersifat kemanusiaan.

Cypri Jehan Paju Dale, seorang antropolog yang telah meneliti Papua selama dua dekade, mengatakan bahwa ia menyambut baik kritik terhadap operasi militer, namun pihak Gereja-gereja belum menyentuh persoalan pokoknya.

“Kita semua tahu bahwa operasi militer Indonesia di Papua dilakukan di wilayah yang ditetapkan sebagai konsesi pertambangan, serta di kawasan konsesi perkebunan, seperti di Papua Selatan dan Papua Barat Daya,” ujarnya.

Dale menyutradarai film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme Zaman Kita, yang baru-baru ini menarik perhatian nasional maupun internasional karena mengungkap keterlibatan militer di Papua yang berdampak pada kehidupan masyarakat adat.

Kementerian Hak Asasi Manusia Indonesia menyatakan pada 7 Juli bahwa sekitar 122.000 warga Papua telah mengungsi di dalam wilayah mereka sendiri, sementara Human Rights Monitor melaporkan jumlahnya 123.931 orang hingga akhir Juni.

Secara terpisah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melaporkan adanya 42 insiden kekerasan bersenjata antara Januari – Juni tahun ini yang menewaskan 59 orang, yang sebagian besar merupakan warga sipil. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Temui Keluarga Korban Penikaman Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Proses Hukum Berjalan

18 Juli 2026
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

18 Juli 2026
Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

18 Juli 2026
Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

18 Juli 2026
Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

18 Juli 2026
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

17 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kondisi Kantor Pemerintahan Kampung Nawaripi-Mimika Terbengkalai

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bergeser dari Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Jabat Dirreskrimsus Polda Papua

    732 shares
    Bagikan 293 Tweet 183
Next Post
Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Temui Keluarga Korban Penikaman Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Proses Hukum Berjalan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id