JAYAPURA, Koranpapua.id- Program Sekolah Rakyat (SR) diharapkan juga berdampak positif terhadap kesempatan kerja bagi putra-putri Papua yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi untuk ditempatkan sebagai tenaga pendidik.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan Papua memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.
Namun, sebagian lulusan tersebut belum memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensinya.
Karena itu, dengan dibukanya program SR, para sarjana putra-putri Papua dapat ikut berkontribusi sebagai tenaga pengajar.
“Kami sudah menyekolahkan banyak anak Papua ke luar negeri. Mereka sudah pulang, tetapi masih menganggur,” ujar Fakhiri seperti dikutip, Rabu 15 Juli 2026.
Menurutnya, keberadaan SR dapat menjadi salah satu ruang untuk memanfaatkan potensi lulusan lokal sekaligus menjawab kebutuhan tenaga pendidik di Papua.
Ia berharap Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan dapat diprioritaskan dalam rekrutmen menjadi guru SR.
“Kalau bisa mereka yang diberi kesempatan mengajar di Sekolah Rakyat agar sekaligus membantu adik-adik mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua mendukung pelaksanaan SR sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan.
Pelibatan tenaga pendidik lokal diharapkan turut membuka peluang kerja bagi lulusan Papua dan mendukung pelayanan pendidikan bagi anak-anak di daerah. (Redaksi)










