TIMIKA, Koranpapua.id- Alfian Akbar Balyanan, Ketua Komisi I DPRK Mimika dari Fraksi PDI Perjuangan, meluncurkan buku terbarunya dengan judul ‘Menuju Timika Yang Menyala”.
Buku tersebut secara resmi telah dilauncing yang dilanjutkan dengan diskusi ilmiah yang digelar di salah satu hotel di Timika, Sabtu malam, 11 Juli 2026.
Peluncuran buku tersebut dihadiri berbagai tokoh penting di Kabupaten Mimika. Di antaranya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Michael Yanwarin.
Hadir juga sejumlah anggota DPRK Mimika, perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP), akademisi, serta para tokoh muda Timika.
Dalam sambutannya, Alfian mengungkapkan bahwa buku tersebut lahir dari kumpulan gagasan, catatan, dan refleksi yang telah ia tulis sejak tahun 2018.
“Saya kumpulkan tulisan-tulisan lama. Ketika saya lihat kembali, ternyata sudah cukup untuk menjadi sebuah buku. Akhirnya saya putuskan membukukannya dan hari ini resmi kita luncurkan,” ujar Alfian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerbitan, mulai dari penerbit Kampustaka, editor, tim desain tata letak dari Jakarta, hingga panitia pelaksana yang menyukseskan acara peluncuran.
Refleksi Kritis Otsus dan Masa Depan Papua

Lebih dari sekadar karya tulis, “Menuju Timika Yang Menyala” menjadi ruang refleksi atas perjalanan pembangunan Papua, khususnya Kabupaten Mimika.
Buku tersebut mengulas berbagai isu strategis, mulai dari dinamika politik hukum Otonomi Khusus (Otsus) dan pemangkasan dana Otsus.
Termasuk juga membahas persoalan kewenangan antar lembaga, hingga tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat Papua.
Menurut Alfian, setelah lebih dari dua dekade pelaksanaan Otsus, negara sebenarnya telah menghadirkan berbagai instrumen hukum sebagai bentuk afirmasi, perlindungan, dan pemberdayaan bagi Orang Asli Papua (OAP).
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan yang belum mampu dijawab secara optimal.
“Birokrasi semakin gemuk, regulasi saling mengunci, sementara kesejahteraan masyarakat belum sebanding dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan selama ini,” katanya.
Alfian menilai buku tersebut menjadi titik awal untuk mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan evaluasi terhadap arah pembangunan Papua.
Kemajuan Indonesia Harus Diukur dari Papua
Dalam kesempatan itu, Alfian menyampaikan pandangan tegas bahwa kemajuan Indonesia tidak boleh hanya dilihat dari pembangunan di wilayah barat, tetapi harus menjadikan Papua sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan nasional.
“Papua harus menjadi parameter nasional dalam mengukur kemajuan Indonesia. Selama Papua masih berada dalam ketimpangan, selama itu pula negara belum sepenuhnya menunaikan janji kemerdekaan,” tegasnya.
Menurutnya, membangun Mimika dan Papua bukanlah pekerjaan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemuda, akademisi, dunia usaha, hingga tokoh adat dan agama.
Di penghujung acara, Alfian menegaskan bahwa “Menuju Timika Yang Menyala” bukan hanya sebuah judul buku, melainkan sebuah gerakan moral yang mengajak seluruh masyarakat menyalakan kembali optimisme, gagasan, dan semangat membangun daerah.
“Ini adalah seruan agar Mimika menjadi titik lahirnya perubahan dan menunjukkan kepada Indonesia bahwa Papua siap berkarya, siap maju, dan siap menjadi bagian penting dalam masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







