SENTANI, Koranpapua.id- Satuan Tugas (Satgas) Pasgat Pamtas Kewilayahan RI-PNG- 2026 Pos Jayapura berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis Ganja kering seberat sekitar 671 gram.
Ratusan gram barang haram tersebut diamankan di fasilitas kargo Bandara Internasional Sentani, Jayapura pada Jumat 10 Juli 2026.
Keberhasilan ini berkat kewaspadaan tinggi petugas saat pelaksanaan pemeriksaan rutin di Bandara tersebut.
Adapun penyitaan Ganja dilakukan pada pukul 07.08 WIT, saat dilakukan pemeriksaan melalui ruang X-Ray IAS Cargo Bandara Sentani.
Pada paket yang dikemas dalam kardus warna cokelat dengan keterangan isian “pakaian tekstil” dari jasa pengiriman Lion Parcel, Jalan Sulawesi Dok IX Jayapura, terdeteksi memiliki objek mencurigakan oleh operator X-Ray Carlos G. Wongkar.
Paket tersebut rencananya akan dikirim menuju Sorong melalui penerbangan Lion Air nomor JT 789 dan JT 941.
Pada pemeriksaan lanjutan secara manual yang dilakukan oleh personil Satgas Pasgat Pos Jayapura, Kopda Indra Bayu, mendapatkan 50 bungkus berisi ganja kering yang diselipkan di antara tumpukan pakaian.
Total keseluruhan berat Ganja mencapai mencapai sekitar 671 gram. Adapun nomor paket tersebut tercatat dengan kode 11LP1783651383204.
Berdasarkan data yang tertera pada dokumen pengiriman, paket tersebut atas nama pengirim ‘AS’ beralamat di Jalan Pasar Lama Abepura Kota Jayapura dengan nomor telepon 081122433021.
Paket tersebut rencananya ditujukan kepada penerima ‘RH’ dengan alamat belakang Kompleks RRI Sorong KU2, nomor telepon 08219915091.
Barang bukti telah dilaporkan kepada Komandan Pos Jayapura. Satgas kemudian berkoordinasi dengan Manajer Umum IAS Cargo Tafsir serta pihak KP3 Bandara Sentani untuk proses penanganan selanjutnya.
Satgas Pasgat menilai modus pengiriman Narkotika melalui jalur kargo udara ini mengindikasikan adanya jaringan terstruktur yang memanfaatkan celah distribusi.
Tindakan ini diduga erat kaitannya dengan upaya penggalangan dana serta dukungan logistik bagi kelompok yang mengganggu kedaulatan negara di wilayah Papua.
Pola kejadian yang berulang dengan cara serupa juga diduga sebagai bentuk pengujian kewaspadaan aparat.
Menanggapi hal ini, Satgas Pasgat Pos Jayapura telah memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur keamanan dan intelijen di Bandara untuk memperketat pengawasan.
Termasuk meningkatkan ketelitian pemeriksaan, serta menyempurnakan prosedur guna menutup celah yang mungkin dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Satgas juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan sinergi antarinstansi agar kejadian serupa tidak terulang. (Redaksi)









