TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Distrik Jita membantah adanya pembiaran terhadap layanan kesehatan di Kampung Wapu, Kabupaten Mimika.
Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, mengatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski tidak lagi dipusatkan di Pustu Wapu akibat persoalan keamanan yang mengganggu petugas.
Pernyataan Yunus disampaikan menyusul sorotan Anggota Komisi III DPRK Mimika, Rampeani Rachman, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah Puskesmas terkait kondisi Pustu Wapu yang disebut tidak berfungsi dalam waktu lama.
Menurut Yunus, persoalan tersebut tidak terjadi karena pemerintah daerah mengabaikan kebutuhan masyarakat. Ia menyebut pemerintah sebelumnya telah membangun fasilitas kesehatan di kampung-kampung Distrik Jita, termasuk Pustu Wapu.
“Terkait kondisi Pustu di Wapu, memang apa yang disampaikan Ibu Rampeani benar. Namun, kalau dikatakan terjadi pembiaran oleh pemerintah daerah, sebenarnya tidak. Bukan terjadi pembiaran,” ujar Yunus kepada wartawan, Jumat 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Pustu Wapu pernah beroperasi dengan dukungan tenaga kesehatan. Namun, pelayanan kemudian terganggu karena faktor keamanan dan kenyamanan petugas.
“Di Wapu beberapa tahun lalu Pustunya sangat indah, megah yang dibangun oleh pemerintah daerah, bahkan ditempatkan beberapa petugas,” katanya.
Yunus mengungkapkan, fasilitas kesehatan tersebut mengalami gangguan setelah adanya tindakan dari sebagian masyarakat yang membuat petugas merasa tidak aman.
“Ketika masyarakat dalam situasi tertentu, misalnya mabuk, itu sangat mengganggu. Bahkan Pustu Wapu saja dibongkar. Petugas kesehatan yang ada di sana juga terganggu,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, pemerintah distrik bersama pemerintah kampung mengambil keputusan untuk memindahkan pelayanan kesehatan beberapa kampung di Pustu Waituku. Kebijakan itu, kata Yunus, telah disepakati bersama masyarakat.
“Masyarakat seperti Wapu dan Bloemen sudah sepakat bahwa ketika ada sakit tetap pelayanannya di Waituku,” jelasnya.
Minta Pos Polisi di Jita
Selain persoalan layanan kesehatan, Yunus juga menilai penguatan keamanan menjadi kebutuhan penting di Distrik Jita.
Ia meminta adanya penempatan pos polisi agar pelayanan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan lebih baik.
“Kalau terkait kondisi keamanan, memang dari distrik juga perlu ada penempatan salah satu pos polisi. Karena di sana memang agak sedikit rawan,” ujarnya.
Saat ini, pengamanan wilayah masih didukung oleh Koramil dan Satgas TNI Yon 133, sementara koordinasi dengan kepolisian dilakukan melalui Polsek Agimuga.
Yunus memastikan pihaknya akan segera mengirim surat kepada Kapolres Mimika untuk meminta penempatan pos polisi di Distrik Jita.
“Dalam waktu dekat kami akan surati secara resmi ke Pak Kapolres. Menurut kami ini sangat penting,” katanya.
Ia berharap aspek keamanan menjadi perhatian agar fasilitas pemerintah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Pembangunan, perumahan, dan lain-lain tidak boleh kecolongan dari sisi keamanan. Karena kurang keamanan, fasilitas pemerintah yang sudah dibangun dengan niat baik menjadi terganggu,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










