ADVERTISEMENT
Jumat, Juli 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Kepala Distrik Jita Bantah Layanan Kesehatan Wapu Diabaikan, Sebut Faktor Keamanan Nakes Jadi Kendala

“Kalau terkait kondisi keamanan, memang dari distrik juga perlu ada penempatan salah satu pos polisi. Karena di sana memang agak sedikit rawan”.

10 Juli 2026
0
Kepala Distrik Jita Bantah Layanan Kesehatan Wapu Diabaikan, Sebut Faktor Keamanan Nakes Jadi Kendala

Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Distrik Jita membantah adanya pembiaran terhadap layanan kesehatan di Kampung Wapu, Kabupaten Mimika.

Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, mengatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski tidak lagi dipusatkan di Pustu Wapu akibat persoalan keamanan yang mengganggu petugas.

ADVERTISEMENT

Pernyataan Yunus disampaikan menyusul sorotan Anggota Komisi III DPRK Mimika, Rampeani Rachman, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah Puskesmas terkait kondisi Pustu Wapu yang disebut tidak berfungsi dalam waktu lama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Yunus, persoalan tersebut tidak terjadi karena pemerintah daerah mengabaikan kebutuhan masyarakat. Ia menyebut pemerintah sebelumnya telah membangun fasilitas kesehatan di kampung-kampung Distrik Jita, termasuk Pustu Wapu.

Baca Juga

Jadikan Lumbung Logistik, Satgas Pamtas RI-PNG Yon Parako 462 Borong Hasil Kebun Warga Dekai

Harapan Mimika ke Istana Terhenti, Nikolaus Timakonama Gugur di Seleksi Akhir Paskibraka Nasional

“Terkait kondisi Pustu di Wapu, memang apa yang disampaikan Ibu Rampeani benar. Namun, kalau dikatakan terjadi pembiaran oleh pemerintah daerah, sebenarnya tidak. Bukan terjadi pembiaran,” ujar Yunus kepada wartawan, Jumat 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Pustu Wapu pernah beroperasi dengan dukungan tenaga kesehatan. Namun, pelayanan kemudian terganggu karena faktor keamanan dan kenyamanan petugas.

“Di Wapu beberapa tahun lalu Pustunya sangat indah, megah yang dibangun oleh pemerintah daerah, bahkan ditempatkan beberapa petugas,” katanya.

Yunus mengungkapkan, fasilitas kesehatan tersebut mengalami gangguan setelah adanya tindakan dari sebagian masyarakat yang membuat petugas merasa tidak aman.

“Ketika masyarakat dalam situasi tertentu, misalnya mabuk, itu sangat mengganggu. Bahkan Pustu Wapu saja dibongkar. Petugas kesehatan yang ada di sana juga terganggu,” ungkapnya.

Akibat kondisi tersebut, pemerintah distrik bersama pemerintah kampung mengambil keputusan untuk memindahkan pelayanan kesehatan beberapa kampung di Pustu Waituku. Kebijakan itu, kata Yunus, telah disepakati bersama masyarakat.

“Masyarakat seperti Wapu dan Bloemen sudah sepakat bahwa ketika ada sakit tetap pelayanannya di Waituku,” jelasnya.

Minta Pos Polisi di Jita

Selain persoalan layanan kesehatan, Yunus juga menilai penguatan keamanan menjadi kebutuhan penting di Distrik Jita.

Ia meminta adanya penempatan pos polisi agar pelayanan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan lebih baik.

“Kalau terkait kondisi keamanan, memang dari distrik juga perlu ada penempatan salah satu pos polisi. Karena di sana memang agak sedikit rawan,” ujarnya.

Saat ini, pengamanan wilayah masih didukung oleh Koramil dan Satgas TNI Yon 133, sementara koordinasi dengan kepolisian dilakukan melalui Polsek Agimuga.

Yunus memastikan pihaknya akan segera mengirim surat kepada Kapolres Mimika untuk meminta penempatan pos polisi di Distrik Jita.

“Dalam waktu dekat kami akan surati secara resmi ke Pak Kapolres. Menurut kami ini sangat penting,” katanya.

Ia berharap aspek keamanan menjadi perhatian agar fasilitas pemerintah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

“Pembangunan, perumahan, dan lain-lain tidak boleh kecolongan dari sisi keamanan. Karena kurang keamanan, fasilitas pemerintah yang sudah dibangun dengan niat baik menjadi terganggu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Jadikan Lumbung Logistik, Satgas Pamtas RI-PNG Yon Parako 462 Borong Hasil Kebun Warga Dekai

Jadikan Lumbung Logistik, Satgas Pamtas RI-PNG Yon Parako 462 Borong Hasil Kebun Warga Dekai

10 Juli 2026
Harapan Mimika ke Istana Terhenti, Nikolaus Timakonama Gugur di Seleksi Akhir Paskibraka Nasional

Harapan Mimika ke Istana Terhenti, Nikolaus Timakonama Gugur di Seleksi Akhir Paskibraka Nasional

10 Juli 2026
Cegah Kesalahan Administrasi, BPKAD Mimika Bekali PPK dan Bendahara OPD Tata Kelola Keuangan

Cegah Kesalahan Administrasi, BPKAD Mimika Bekali PPK dan Bendahara OPD Tata Kelola Keuangan

10 Juli 2026
Padat Karya Rp3 Miliar, Distrik Jita Pasang 100 Lampu Jalan di 10 Kampung

Padat Karya Rp3 Miliar, Distrik Jita Pasang 100 Lampu Jalan di 10 Kampung

10 Juli 2026
Kepala Distrik Jita Bantah Layanan Kesehatan Wapu Diabaikan, Sebut Faktor Keamanan Nakes Jadi Kendala

Kepala Distrik Jita Bantah Layanan Kesehatan Wapu Diabaikan, Sebut Faktor Keamanan Nakes Jadi Kendala

10 Juli 2026
DPMK Mimika Ubah Konsep Lomba Kampung, Fokus pada Kebersihan hingga Inovasi Desa

DPMK Mimika Ubah Konsep Lomba Kampung, Fokus pada Kebersihan hingga Inovasi Desa

10 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    672 shares
    Bagikan 269 Tweet 168
  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Padat Karya Rp3 Miliar, Distrik Jita Pasang 100 Lampu Jalan di 10 Kampung

Padat Karya Rp3 Miliar, Distrik Jita Pasang 100 Lampu Jalan di 10 Kampung

Cegah Kesalahan Administrasi, BPKAD Mimika Bekali PPK dan Bendahara OPD Tata Kelola Keuangan

Cegah Kesalahan Administrasi, BPKAD Mimika Bekali PPK dan Bendahara OPD Tata Kelola Keuangan

Harapan Mimika ke Istana Terhenti, Nikolaus Timakonama Gugur di Seleksi Akhir Paskibraka Nasional

Harapan Mimika ke Istana Terhenti, Nikolaus Timakonama Gugur di Seleksi Akhir Paskibraka Nasional

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id