ADVERTISEMENT
Senin, September 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

SIRIOS Perkuat Data Orang Asli Papua di Papua Selatan

Dengan sistem informasi yang terintegrasi, penyusunan program, perencanaan, hingga penganggaran dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

25 Juni 2026
0
SIRIOS Perkuat Data Orang Asli Papua di Papua Selatan

Workshop Perluasan Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan (SIRIOS) oleh Wakil Bupati Boven Digoel Marlinus di Aula Baperinda Kabupaten Boven Digoel, Rabu 24 Juni 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

BOVEN DIGOEL, Koranpapua.id– Memperkuat fondasi perencanaan pembangunan berbasis data, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel, Papua Selatan memperluas implementasi Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan (SIRIOS).

Sistem ini diharapkan mampu menghadirkan data terpilah Orang Asli Papua (OAP) yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan, penganggaran, dan pelaksanaan Otonomi Khusus Papua secara lebih tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Workshop Perluasan Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan (SIRIOS) oleh Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus di Aula Baperinda Kabupaten Boven Digoel, Rabu 24 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Wakil Bupati Marlinus dalam kesempatan itu mengatakan pemerintah pusat tengah melakukan konsolidasi secara intensif untuk mewujudkan Satu Data Indonesia.

Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

Hal itu diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2024 tentang Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri.

Namun, menurutnya, implementasi kebijakan tersebut di Papua memerlukan pendekatan yang lebih spesifik melalui penyediaan data terpilah OAP yang bersumber langsung dari kampung.

“Data yang memuat kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga garis keturunan OAP merupakan kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.

Karena menurutnya, tanpa data tersebut, pembangunan tidak akan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Otsus Papua pada hakikatnya merupakan bentuk keberpihakan negara melalui perlindungan, pemberdayaan, dan afirmasi terhadap OAP.

Karena itu, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada tersedianya data yang lengkap dan valid. “Ketiga aspek penting dari Otsus ini dapat terlaksana apabila data terpilah OAP sudah tersedia,” katanya.

Sebab selama data OAP berbasis ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan keturunan belum tersedia, maka perencanaan pembangunan yang dilaksanakan tidak akan menjawab kebutuhan OAP.

Marlinus mengajak seluruh kepala distrik serta OPD teknis, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Baperinda, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, untuk memperkuat sinergi dalam menyediakan data terpilah OAP melalui SIRIOS.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Selatan, Nugroho Asrianto menilai data merupakan fondasi utama dalam setiap proses pembangunan daerah.

Dengan sistem informasi yang terintegrasi, penyusunan program, perencanaan, hingga penganggaran dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

“Data menjadi instrumen utama dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu diperlukan penguatan kelembagaan data di tingkat Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2025 tentang Satu Data Tingkat Provinsi dan Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Orang Asli Papua (SIRIOS).

Kedua regulasi tersebut menjadi landasan dalam membangun sistem informasi yang mampu menghadirkan data sektoral sekaligus data terpilah OAP yang valid, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Nugroho, keberadaan data terpilah OAP memiliki nilai strategis karena menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan sekaligus mendukung pelaksanaan Otsus yang berorientasi pada perlindungan dan pemberdayaan masyarakat asli Papua.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah melalui Forum Satu Data agar seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi yang sama dalam membangun tata kelola data.

Untuk diketahui, kegiatan itu juga dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, tim Provinsi Papua Selatan, para kepala distrik, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

28 September 2026
SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

28 September 2026
Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

28 September 2026
Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

28 September 2026
Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

28 September 2026
Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

26 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Bupati Johannes Rettob Tantang Kadin Mimika Jemput Investor, Jangan Hanya Menunggu Pemerintah

Bupati Johannes Rettob Tantang Kadin Mimika Jemput Investor, Jangan Hanya Menunggu Pemerintah

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Mimika Jenguk Personel Sakit Menahun, Satu Anggota Berpulang

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Mimika Jenguk Personel Sakit Menahun, Satu Anggota Berpulang

Akui Pertumbuhan Ekonomi Mimika Masih Rendah, Bupati Johannes Rettob: Terlalu Bergantung Tambang

Akui Pertumbuhan Ekonomi Mimika Masih Rendah, Bupati Johannes Rettob: Terlalu Bergantung Tambang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id