ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Akibat kondisi tersebut, di beberapa daerah bahkan mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum dan kebutuhan untuk memasak dan mencuci.

25 Juni 2026
0
Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sumber air minum layak konsumsi menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat.

Semakin tinggi cakupan air minum layak, semakin besar peluang masyarakat memperoleh air yang aman untuk dikonsumsi dan mendukung kesehatan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis masih terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang memiliki cakupan akses air minum layak jauh di bawah rata-rata nasional.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seperti dikutip, Kamis 25 Juni 2026 menyebutkan bahwa kondisi ini membuat beberapa daerah masuk dalam kategori provinsi paling sulit akses sumber air minum layak di Indonesia.

Baca Juga

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

Berdasarkan data BPS tahun 2025 mengenai persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak dengan prosentase terendah, menempatkan Provinsi Papua Pegunungan pada posisi pertama dengan 32,89 persen.

Meskipun terdapat peningkatan 2,25% dari tahun sebelumnya, angka tersebut masih menjadikan Papua Pegunungan yang terendah di antara provinsi lainnya.

Di posisi kedua terdapat Bengkulu dengan persentase akses air minum layak sebesar 70,47%. Meski angkanya jauh lebih tinggi dibanding Papua Pegunungan, masih terdapat hampir tiga dari sepuluh rumah tangga yang belum menikmati akses air minum layak.

Selanjutnya, Papua Selatan menempati posisi ketiga dengan capaian 71,28%, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing mencatatkan akses air minum layak sebesar 78,27% dan 80,58%.

Sementara itu, Papua Barat Daya berada sedikit di atas Kalimantan Tengah dengan persentase 80,64%. Ketiga provinsi tersebut masih menghadapi tantangan dalam pemerataan jaringan distribusi air bersih, terutama di wilayah pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau.

Jambi menempati peringkat ketujuh dengan tingkat akses air minum layak sebesar 82,46%. Di atasnya terdapat Papua Barat yang mencatatkan angka 82,95%.

Sulawesi Barat dan Papua Tengah melengkapi daftar 10 provinsi dengan akses air minum layak terendah di Indonesia, masing-masing sebesar 83% dan 83,21%.

Wilayah-wilayah tersebut umumnya menghadapi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur air bersih, hingga kondisi permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau.

Akibatnya, distribusi air bersih dan pembangunan jaringan air minum belum dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.

Selain tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, akses masyarakat terhadap air bersih yang layak konsumsi di Papua masih relatif terbatas.

Ketersediaan air bersih di banyak wilayah juga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penduduk.

Jumlah instalasi pengolahan dan penjernihan air masih minim sehingga distribusi air minum layak belum dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Meski saat ini telah terdapat beberapa perusahaan pengolahan air minum yang beroperasi di Papua, sebagian warga masih bergantung pada pasokan air minum kemasan yang didatangkan dari luar daerah.

Ketergantungan tersebut membuat biaya pemenuhan kebutuhan air minum menjadi lebih tinggi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan sulit dijangkau transportasi.

Di sejumlah kawasan, jaringan perpipaan dan fasilitas produksi air bersih juga belum tersedia secara memadai.

Padahal, Papua memiliki banyak sumber air alami seperti sungai dan mata air yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku air bersih.

Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan menyebabkan sumber daya air tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

Akibat kondisi tersebut, di beberapa daerah bahkan mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum dan kebutuhan untuk memasak dan mencuci.

Situasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi masih menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

12 Agustus 2026
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

12 Agustus 2026
Lomba Kebersihan HUT ke-81 RI, Kelurahan Wanagon Juara Pertama Tingkat Distrik Mimika Baru

Lomba Kebersihan HUT ke-81 RI, Kelurahan Wanagon Juara Pertama Tingkat Distrik Mimika Baru

12 Agustus 2026
Program Tiga Juta Rumah: Alokasi 500 Unit untuk Kabupaten Mimika Belum Direalisasikan 

Program Tiga Juta Rumah: Alokasi 500 Unit untuk Kabupaten Mimika Belum Direalisasikan 

12 Agustus 2026
Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

12 Agustus 2026
Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

12 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    803 shares
    Bagikan 321 Tweet 201
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    583 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

641 CASN di Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan, Bupati Yuni: Siap Bertugas di Pelosok Daerah

641 CASN di Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan, Bupati Yuni: Siap Bertugas di Pelosok Daerah

Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Hadir Sebagai Sahabat Anak‑Anak Perbatasan, Ajari Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id