ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kepolisian

Polres Mimika Usut Dugaan Penipuan Loker, Korban Diperkirakan Tembus 200 Orang

Terkait dugaan penggunaan nama PT Freeport Indonesia dalam proses perekrutan tersebut, Billyandha mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan.

23 Juni 2026
0
Polres Mimika Usut Dugaan Penipuan Loker, Korban Diperkirakan Tembus 200 Orang

Kapolres Mimika. AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Polres Mimika tengah menyelidiki dugaan penipuan berkedok Lowongan Kerja (Loker) yang diduga telah merugikan ratusan pencari kerja di Kabupaten Mimika.

Nilai kerugian yang dialami para korban bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per orang.

ADVERTISEMENT

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut dan berkomitmen mengusut tuntas dugaan penipuan yang meresahkan masyarakat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan akan berusaha mengusut kasus dugaan penipuan lowongan kerja tersebut,” kata Billyandha kepada wartawan, Selasa 23 Juni 2026.

Baca Juga

Pangkoops Habema Cup 2026 Bergulir di Timika, 20 Tim Ambil Bagian

Penembakan Dua Warga di Pintu Masuk FBLB, Festival Lembah Baliem Dihentikan Sementara

Menurut Billyandha, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jumlah korban, total kerugian, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Ia menjelaskan, pelaku diduga menggunakan modus menawarkan pekerjaan kepada calon korban, kemudian meminta sejumlah uang dengan iming-iming korban akan diterima bekerja.

“Modusnya membuka lowongan kerja, kemudian korban diiming-imingi pekerjaan dan diminta menyerahkan sejumlah uang dengan janji akan diterima bekerja,” ujarnya.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Namun, kepolisian belum dapat merinci jumlah saksi maupun korban yang telah diperiksa karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Terkait dugaan penggunaan nama PT Freeport Indonesia dalam proses perekrutan tersebut, Billyandha mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan keabsahan informasi lowongan kerja yang ditawarkan kepada para korban.

“Kami akan berkoordinasi dan mengonfirmasi apakah benar ada lowongan pekerjaan dari PT Freeport Indonesia atau tidak,” katanya.

Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang dalam praktik dugaan penipuan tersebut.

“Kami masih mendalami apakah ini dilakukan oleh perorangan atau sindikat. Namun, jika melihat jumlah korbannya yang cukup banyak, tentu ada indikasi kelompok yang sudah berpengalaman,” ujar Billyandha.

Sebelumnya, salah satu korban, Yakobus Balubun, mengaku menyerahkan uang hingga Rp5 juta setelah dijanjikan pekerjaan sebagai tenaga welder.

Namun, setelah beberapa kali menerima janji pemanggilan kerja dan penandatanganan kontrak, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Tak hanya warga Mimika, korban disebut berasal dari sejumlah daerah lain di Papua, termasuk Biak dan Jayapura.

Sebagian korban bahkan datang ke Timika dan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi serta akomodasi selama menunggu proses perekrutan yang dijanjikan.

Koordinator Asosiasi Pencari Kerja Lokal Kartens Mimika (APLKAMI), Gelfin Kafiar, memperkirakan jumlah korban mencapai sekitar 200 orang.

Menurutnya, besaran uang yang disetorkan para pencari kerja bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga lebih dari Rp8 juta, bergantung pada posisi pekerjaan yang ditawarkan.

Merasa dirugikan, para korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Mimika pada 19 Juni 2026.

Saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku, memastikan jumlah korban, serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan dalam kasus ini. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pangkoops Habema Cup 2026 Bergulir di Timika, 20 Tim Ambil Bagian

Pangkoops Habema Cup 2026 Bergulir di Timika, 20 Tim Ambil Bagian

8 Agustus 2026
Penembakan Dua Warga di Pintu Masuk FBLB, Festival Lembah Baliem Dihentikan Sementara

Penembakan Dua Warga di Pintu Masuk FBLB, Festival Lembah Baliem Dihentikan Sementara

8 Agustus 2026
Penembakan di Festival Lembah Baliem Jayawijaya, Dua Warga Jadi Korban

Penembakan di Festival Lembah Baliem Jayawijaya, Dua Warga Jadi Korban

8 Agustus 2026
Tokoh Pemuda Amungme Tegur Aksi Palang Jalan Cenderawasih: Sengketa Lahan Jangan Ganggu Publik

Tokoh Pemuda Amungme Tegur Aksi Palang Jalan Cenderawasih: Sengketa Lahan Jangan Ganggu Publik

8 Agustus 2026
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

38 Tahun Menanti Pengakuan Negara, 75 Pasangan OAP di Ohotya Akhirnya Kantongi Akta Perkawinan

8 Agustus 2026
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

14 Ribu Pencaker Lokal Menganggur, APELCAMI Tagih Keadilan: Mimika Dipenuhi Investasi, Tapi Anak Daerah Jadi Penonton

8 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Kasus Tewasnya Siswa Magang di Kuala Kencana Masuk Meja Hijau, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus Tewasnya Siswa Magang di Kuala Kencana Masuk Meja Hijau, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Lewat Bakti Kesehatan

Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Lewat Bakti Kesehatan

Papua Tengah Diantara Dua Prestasi: Peringkat Pertama Penurunan Tingkat Pengangguran dan Provinsi Termiskin di Indonesia

Papua Tengah Diantara Dua Prestasi: Peringkat Pertama Penurunan Tingkat Pengangguran dan Provinsi Termiskin di Indonesia

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id