TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 120 jemaah haji asal Kabupaten Mimika resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Makkah, Selasa 28 April 2026.
Prosesi pelepasan yang dilakukan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob di Gedung Eme Neme Yauware, berlangsung penuh khidmat.
Hadir juga dalam acara pelepsan itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong, serta unsur Forkopimda, panitia haji, dan keluarga jemaah.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Mimika, Syahruddin Syarkani, dalam laporannya menyampaikan, jemaah yang diberangkatkan tahun ini berjumlah 120 orang.
“Total semuanya 123 orang karena ditambah tiga petugas haji,” jelas Syahruddin.
Dikatakan, guna memastikan kesiapan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci, seluruh jemaah telah melalui proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, serta bimbingan manasik haji.
Dikatakan, jemaah haji Mimika dijadwalkan berangkat dalam dua gelombang menuju Embarkasi Makassar.
Gelombang pertama diberangkatkan pada 29 April Sementara gelombang kedua dijadwalkan berangkat pada 10 Mei 2026.
Selanjutnya, seluruh jemaah yang tergabung dalam Kloter 29 Embarkasi Makassar akan diberangkatkan ke Makkah pada 12 Mei 2026.
Adapun jemaah tertua tercatat berusia 90 tahun atas nama St. Habubah Latif Mangesa, sementara jemaah termuda berusia 18 tahun atas nama Riswandy Syarifuddin.
Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta keikhlasan.
“Kesempatan ini adalah anugerah yang tidak semua orang peroleh. Gunakan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dengan khusyuk agar kembali sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga nama baik Kabupaten Mimika selama berada di Tanah Suci.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Muhammad Hilal, menekankan pentingnya pelayanan haji yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti Lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari kelancaran ritual, tetapi juga dari perlindungan dan kemudahan yang diberikan kepada jemaah,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, termasuk instansi pemerintah, tenaga kesehatan, pihak keamanan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji yang mabrur. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










