JAYAPURA, Koranpapua.id- Demonstrasi dengan tema utama “Papua Darurat Militer dan Kemanusian” yang berlangsung di Kota Jayapura, sempat ricuh antara polisi dan massa aksi, Senin 27 April 2026.
Kericuhan bermula ketika massa aksi yang akan bertolak dari titik kumpul di Perumnas III, Expo dan serta Asrama Tolikara, hendak menuju Lingkaran Abepura, dihadang polisi dan Brimob di depan Zipur Waena.
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu.
Kedua pihak kemudian saling dorong yang berujung pada kericuhan.
Aparat keamanan kemudian menembakkan gas air mata, dan dibalas dengan lemparan batu oleh massa aksi.
Massa aksi kemudian berupaya menyelamatkan diri ke berbagai arah menghindari tembakan gas air mata.
Sebagaian massa aksi berlari ke arah Perumnas I, Perumnas III, Expo Waena, serta sebagian lainnya membubarkan diri ke kawasan Waena.
Suara letusan gas air mata sontak memecah suasana. Massa aksi yang tidak siap langsung terpukul mundur dan berlarian menyelamatkan diri ke berbagai arah.
Kericuhan tersebut sempat membuat aktivitas di kawasan Waena lumpuh total.
Sejumlah kios memilih menutup sementara, pedagang meninggalkan lapak, dan kendaraan yang melintas berhenti karena situasi tidak aman.
Meski sempat mencekam, namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
Sekitar beberapa jam setelah kericuhan, situasi di Waena mulai berangsur pulih.
Masyarakat terlihat kembali melaksanakan aktivitas secara normal. Para pedagang juga kembali membuka tempat usaha.
Mama-mama penjual pinang dan kembali membuka lapak jualan seperti biasa sementara arus lalu lintas pun kembali lancar. (Redaksi)










