SURABAYA, Koranpapua.id- Kabar duka dari Surabaya. ASR (19), seorang mahasiswa ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Jetis Kulon, Wonokromo, Surabaya, Rabu malam 25 Maret 2026.
ASR yang berasal dari Desa Ghoyui, Urei Fasei Waropen, Provinsi Papua itu, diduga meninggal dunia karena menderita sakit malaria.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Wasito Adi mengatakan, jenazah korban ditemukan oleh salah satu keluarganya yang mendatangi kos ASR.
Awalnya korban ditelepon beberapa kali namun tidak diangkat. Saksi kemudian mendatangi kos ASR di Jetis Kulon X.
Sesampainya di depan kamar kos, saksi sempat memanggil korban beberapa kali. Namun korban tidak menjawab.
“Awalnya ditelepon nggak diangkat angkat. Akhirnya keluarganya datang ke kos dan pintu didobrak. Korban sudah dalam keadaan meninggal,” ujarnya seperti dilansir Radar Surabaya, Kamis 26 Maret 2026.
Wasito menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
ASR diduga baru meninggal dunia belum sekitar 5 jam. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga (meninggal dunia) sakit malaria,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, ASR masih berstatus sebagai salah satu mahasiswa peguruan tinggi negeri di Surabaya Selatan.
Setelah dilakukan identifikasi dan pemeriksaan oleh Tim Inafis, jenazah ASR dievakuasi petugas BPBD Surabaya dan Dinas Sosial menggunakan ambulans menuju ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. (Redaksi)










