JAYAPURA, Koranpapua.id- Empat lembaga keagamaan dan lima lembaga pendidikan perintis mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp5.750.000.000.
Dana tersebut disalurkan Pemerintah Provinsi Papua sebagai bagian dari komitmen mempercepat transformasi menuju Papua cerah yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan dukungan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembinaan karakter keagamaan maupun peningkatan akses pendidikan.
Menurut Gubernur Matius, transformasi Papua tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata.
Tetapi dibutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat luas.
“Lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang beriman, berakhlak, toleran, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” ujar Gubernur Matius.
Sementara sekolah-sekolah perintis dinilai sebagai ujung tombak dalam memperluas akses pendidikan yang layak, merata, dan inklusif bagi anak-anak Papua.
Dijelaskan, dari total Rp5,75 miliar dana hibah tersebut, sebesar Rp3.250.000.000 dialokasikan untuk bidang keagamaan.
Salah satu penerima hibah adalah pembangunan Kantor Klasis Gereja Kristen Injili Port Numbay di Kota Jayapura sebesar Rp2 miliar.
Selain itu, hibah juga diberikan kepada persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sebesar Rp500 juta, Haji Papua sebesar Rp500 juta, GPDI Alfa Omega Hamadi sebesar Rp250 juta.
Sementara untuk bidang pendidikan, sebesar Rp2.500.000.000 dialokasikan bagi lima lembaga pendidikan keagamaan perintis, masing-masing Rp500 juta.
Lima lembaga pendidikan itu yakni, lembaga pendidikan Advent, lembaga pendidikan Yapis Papua, lembaga pendidikan YPK, lembaga pendidikan YPPK, dan lembaga pendidikan keagamaan YPPGI.
Gubernur menegaskan bahwa dana hibah yang disalurkan merupakan amanah rakyat sehingga harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Gubernur menambahkan bahwa pemerintah provinsi menaruh kepercayaan penuh kepada para penerima hibah sebagai mitra pembangunan yang berintegritas dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dan pendidikan.
“Melalui dukungan ini, kami berharap pelayanan keagamaan dan pendidikan semakin optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” tegasnya. (Redaksi)










