SINAK, Koranpapua.id– Akses transportasi udara di pedalaman Papua kini semakin lancar.
Ini berkat aksi nyata Satgas Korpasgat TNI Angkatan Udara yang berdinas di Bandara Tigiles, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
Kehadiran personel TNI cukup membantu kelancaran lalu lintas penerbangan di Bandara perintis yang fasilitasnya masih sangat terbatas.
Dukungan prajurit Korpasgat di Bandara Tigiles meliputi komunikasi udara dan koordinasi dengan berbagai unsur di Bandara.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran penerbangan, meski kondisi geografis menantang.
Termasuk menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Satgas Korpasgat, Pemda, Apkam, tokoh masyarakat, dan pihak Bandara dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi udara bagi masyarakat pedalaman.

“Koordinasi komunikasi dari darat kini berjalan baik, membantu kelancaran operasi meski fasilitas Bandara masih sederhana,” ujar seorang pilot maskapai perintis yang rutin melayani rute ke Tigiles.
Danpos Satgas Korpasgat Sinak, Kapten Pas Rizki Amrullah Oktavido, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Komunikasi dan koordinasi yang efektif penting untuk mengantisipasi kendala agar penerbangan tetap aman dan lancar bagi warga,” ujar Rizki dalam keterangannya Minggu 18 Januari 2026.
Dikatakan bahwa, Bandara Tigiles menjadi salah satu urat nadi transportasi bagi masyarakat Pegunungan Tengah Papua.
Kelancaran operasinya berdampak langsung pada distribusi logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas warga.
Dengan dukungan ini, Satgas Korpasgat tidak hanya menjalankan tugas operasional, tetapi juga turut menjaga akses dan konektivitas masyarakat terpencil.
Dukungan yang konsisten diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan bandara perintis lainnya di Indonesia
Manfaat dukungan Korpasgat dalam membantu kelancaraan operasional Bandara Tigiles langsung dirasakan warga.
“Jadwal pesawat jadi lebih teratur. Kami sangat terbantu, terutama untuk urusan berobat ke kota atau membawa kebutuhan pokok dari luar,” ungkap salah satu warga Sinak. (Redaksi)










