ADVERTISEMENT
Senin, September 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Tingginya Angka Putus Sekolah di Papua Menjadi Ancaman Ekonomi Nasional, Pendidikan Modal Utama

Dari perspektif nasional, tingginya angka putus sekolah di Papua berpotensi mengganggu pemanfaatan bonus demografi Indonesia.

3 Januari 2026
0
Tingginya Angka Putus Sekolah di Papua Menjadi Ancaman Ekonomi Nasional, Pendidikan Modal Utama

Pakar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Romi Bhakti Hartarto (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

YOGYAKARTA, Koranpapua.id– Tingginya angka anak putus sekolah di Papua, dinilai bisa berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang yang serius, tidak hanya bagi Papua, tetapi juga bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Pakar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Romi Bhakti Hartarto, mengatakan pendidikan adalah fondasi utama pembentukan modal manusia.

ADVERTISEMENT

Ketika angka putus sekolah tinggi, akumulasi modal manusia akan terhambat sehingga produktivitas tenaga kerja menurun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada kinerja ekonomi daerah. Tenaga kerja dengan pendidikan rendah akan sulit bersaing,” ujarnya seperti dilansir Viva Jogja, Sabtu 3 Desember 2026.

Baca Juga

Speed Boat Rombongan KSDA Tenggelam di Perairan Kaimana, Tujuh Orang Selamat

Horison Diana Timika Tawarkan Konsep One Stop Service, Hotel hingga Hiburan

Menurutnya, merujuk laporan Bank Dunia yang menyebutkan wilayah dengan tingkat putus sekolah di atas 20 persen beresiko terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lebih rendah 1–1,5 persen dalam satu dekade dibandingkan daerah dengan capaian pendidikan lebih baik.

Romi menegaskan, rendahnya kualitas pendidikan di Papua akan membatasi kemampuan daerah tersebut dalam memanfaatkan peluang industrialisasi dan modernisasi ekonomi.

Akibatnya, masyarakat lokal berisiko tersisih dari sektor strategis yang justru berkembang di wilayah mereka sendiri. “Ini bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga keadilan pembangunan,” katanya.

Dari perspektif nasional, tingginya angka putus sekolah di Papua berpotensi mengganggu pemanfaatan bonus demografi Indonesia.

Ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah dapat memperlebar kesenjangan dan meningkatkan risiko Indonesia terjebak dalam middle income trap.

Romi menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Papua harus dipandang sebagai kepentingan strategis nasional.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, Papua membutuhkan tenaga kerja lokal yang mampu mengelola dan memberi nilai tambah secara berkelanjutan.

Sebagai solusi, ia mendorong pemerintah untuk mengembangkan sekolah terpadu atau integrated school yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.

“Pendekatan ini efektif untuk menekan angka putus sekolah, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur,” pungkasnya (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Speed Boat Rombongan KSDA Tenggelam di Perairan Kaimana, Tujuh Orang Selamat

Speed Boat Rombongan KSDA Tenggelam di Perairan Kaimana, Tujuh Orang Selamat

21 September 2026
Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

21 September 2026
Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Dokter Cilik, Guru SD YPPK Waonaripi: “Sangat Bermakna bagi Siswa

Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Dokter Cilik, Guru SD YPPK Waonaripi: “Sangat Bermakna bagi Siswa

21 September 2026
Horison Diana Timika Tawarkan Konsep One Stop Service, Hotel hingga Hiburan

Horison Diana Timika Tawarkan Konsep One Stop Service, Hotel hingga Hiburan

21 September 2026
Wakil Komandan OPM Kodap 35 Ditangkap TNI di Bandara Dekai Yahukimo

Wakil Komandan OPM Kodap 35 Ditangkap TNI di Bandara Dekai Yahukimo

21 September 2026
Tersisa Tiga Bulan, Serapan APBD Mimika Baru 48 Persen, Target 90 Persen Diburu

Tersisa Tiga Bulan, Serapan APBD Mimika Baru 48 Persen, Target 90 Persen Diburu

21 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pengemudi Lajuran Aris Sanda Tewas, Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Persediaan Bahan Bakar Pesawat Aman Jelang Arus Balik Tahun Baru 2026 di Papua & Maluku

Persediaan Bahan Bakar Pesawat Aman Jelang Arus Balik Tahun Baru 2026 di Papua & Maluku

Gubernur Matius Ingatkan Aplikasi AI Jadikan Alat Pemersatu, Bukan Sumber Perpecahan

Gubernur Matius Ingatkan Aplikasi AI Jadikan Alat Pemersatu, Bukan Sumber Perpecahan

Sukses Laksanakan Tugas di Papua, 10 Prajurit Marinir Naik Pangkat Luar Biasa

Sukses Laksanakan Tugas di Papua, 10 Prajurit Marinir Naik Pangkat Luar Biasa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id