ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Tingginya Angka Putus Sekolah di Papua Menjadi Ancaman Ekonomi Nasional, Pendidikan Modal Utama

Dari perspektif nasional, tingginya angka putus sekolah di Papua berpotensi mengganggu pemanfaatan bonus demografi Indonesia.

3 Januari 2026
0
Tingginya Angka Putus Sekolah di Papua Menjadi Ancaman Ekonomi Nasional, Pendidikan Modal Utama

Pakar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Romi Bhakti Hartarto (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

YOGYAKARTA, Koranpapua.id– Tingginya angka anak putus sekolah di Papua, dinilai bisa berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang yang serius, tidak hanya bagi Papua, tetapi juga bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Pakar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Romi Bhakti Hartarto, mengatakan pendidikan adalah fondasi utama pembentukan modal manusia.

ADVERTISEMENT

Ketika angka putus sekolah tinggi, akumulasi modal manusia akan terhambat sehingga produktivitas tenaga kerja menurun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada kinerja ekonomi daerah. Tenaga kerja dengan pendidikan rendah akan sulit bersaing,” ujarnya seperti dilansir Viva Jogja, Sabtu 3 Desember 2026.

Baca Juga

Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

Di Hadapan Ratusan Kepala Kampung, Gubernur Meki Nawipa Paparkan Besaran Dana Desa Delapan Kabupaten. Ini Rinciannya

Menurutnya, merujuk laporan Bank Dunia yang menyebutkan wilayah dengan tingkat putus sekolah di atas 20 persen beresiko terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lebih rendah 1–1,5 persen dalam satu dekade dibandingkan daerah dengan capaian pendidikan lebih baik.

Romi menegaskan, rendahnya kualitas pendidikan di Papua akan membatasi kemampuan daerah tersebut dalam memanfaatkan peluang industrialisasi dan modernisasi ekonomi.

Akibatnya, masyarakat lokal berisiko tersisih dari sektor strategis yang justru berkembang di wilayah mereka sendiri. “Ini bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga keadilan pembangunan,” katanya.

Dari perspektif nasional, tingginya angka putus sekolah di Papua berpotensi mengganggu pemanfaatan bonus demografi Indonesia.

Ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah dapat memperlebar kesenjangan dan meningkatkan risiko Indonesia terjebak dalam middle income trap.

Romi menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Papua harus dipandang sebagai kepentingan strategis nasional.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, Papua membutuhkan tenaga kerja lokal yang mampu mengelola dan memberi nilai tambah secara berkelanjutan.

Sebagai solusi, ia mendorong pemerintah untuk mengembangkan sekolah terpadu atau integrated school yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.

“Pendekatan ini efektif untuk menekan angka putus sekolah, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur,” pungkasnya (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

16 Agustus 2026
72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

16 Agustus 2026
Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

16 Agustus 2026
Kunker di Papua Tengah, Yorrys Rawayei: Serap Aspirasi untuk Didorong ke Pemerintah Pusat

Yorrys Raweyai: Keberhasilan Otsus Tidak Cukup Diukur dari Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat yang Dirasakan Masyarakat 

16 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    910 shares
    Bagikan 364 Tweet 228
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    680 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Persediaan Bahan Bakar Pesawat Aman Jelang Arus Balik Tahun Baru 2026 di Papua & Maluku

Persediaan Bahan Bakar Pesawat Aman Jelang Arus Balik Tahun Baru 2026 di Papua & Maluku

Gubernur Matius Ingatkan Aplikasi AI Jadikan Alat Pemersatu, Bukan Sumber Perpecahan

Gubernur Matius Ingatkan Aplikasi AI Jadikan Alat Pemersatu, Bukan Sumber Perpecahan

Sukses Laksanakan Tugas di Papua, 10 Prajurit Marinir Naik Pangkat Luar Biasa

Sukses Laksanakan Tugas di Papua, 10 Prajurit Marinir Naik Pangkat Luar Biasa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id