ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Dari Misa Inkulturasi di Gereja Katedral Tiga Raja, Flobamora Miniatur NKRI di Tanah Perantauan

Satu hal yang terasa kuat dalam misa inkulturasi adalah bahwa Pancasila sungguh lahir dari rahim budaya Flobamora termasuk dari nurani anak - anak NTT.

28 September 2025
0
Dari Misa Inkulturasi di Gereja Katedral Tiga Raja, Flobamora Miniatur NKRI di Tanah Perantauan

Misa inkulturasi budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Minggu 28 September 2025. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Timika, Ibukota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kembali menjadi saksi sebuah peristiwa indah yang lahir dari semangat persaudaraan.

Dalam misa inkulturasi di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, warna-warni budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) berpadu membentuk harmoni yang mempesona.

ADVERTISEMENT

Lagu, tarian, busana, dan simbol adat ditampilkan dengan penuh kebanggaan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun keindahan itu bukan sekadar pesta budaya, melainkan cerminan dari sesuatu yang lebih dalam: Flobamora sebagai miniatur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

Harga Bahan Bangunan di Timika Melonjak, Pemilik Toko Mengeluh Omzet Turun Drastis

NTT adalah rumah bagi pulau-pulau yang berbeda yaitu  Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu, Lembata, Adonara, dan pulau kecil lainnya.

Masing-masing memiliki bahasa, adat, serta kepercayaan yang khas. Namun di tengah perbedaan itu, ada semangat yang selalu dijaga yaitu persatuan.

Bagi orang NTT, perbedaan bukan penghalang, melainkan kekayaan yang memperindah kehidupan.

Falsafah ini tercermin dalam semboyan Flobamora, yang merangkul semua suku dari daratan, pesisir, hingga pulau-pulau kecil.

Semangat itulah yang menjadi ciri khas masyarakat NTT, baik di kampung halaman maupun di tanah rantau.

Misa inkulturasi di Gereja Tiga Raja menghadirkan liturgi yang menyatu dengan budaya.

Irama gong dan gendang, doa dalam dialek daerah, serta tarian adat yang dipersembahkan dengan khidmat menciptakan suasana yang menggetarkan hati.

Lebih dari itu, kebersamaan tidak terbatas pada umat Katolik. Saudara-saudara Muslim dari Flobamora turut hadir, duduk bersama, dan memberi warna dalam perayaan.

Inilah wajah Pancasila dalam kehidupan nyata, saling menghormati keyakinan, merayakan keragaman, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pernah mengingatkan:

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Pesan itu relevan hingga kini. Ancaman terbesar bangsa bukan lagi kolonialisme asing, melainkan perpecahan antar anak bangsa.

Flobamora di Timika membuktikan bahwa perbedaan dapat dirangkai menjadi persatuan, asalkan ada kerendahan hati dan rasa saling menghargai.

Tokoh besar asal Maumere, Frans Seda, juga pernah berkata:

“Kita boleh berbeda-beda, tetapi perbedaan itu jangan membuat kita tercerai-berai. Perbedaan adalah karunia yang menyatukan, bukan memisahkan.”

Kalimat ini bukan sekadar retorika, melainkan napas kehidupan orang Flobamora di rantau.

Meski berasal dari latar yang beragam, mereka tetap mengedepankan kekeluargaan. Dalam suka maupun duka, saling mendukung menjadi tradisi yang hidup.

Pancasila lahir dari tanah flobamora.

Satu hal yang terasa kuat dalam misa inkulturasi adalah bahwa Pancasila sungguh lahir dari rahim budaya Flobamora termasuk dari nurani anak – anak NTT.

Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan bukan konsep asing. Semuanya tertanam dalam falsafah hidup orang NTT.

Ketika masyarakat Flobamora di Timika hidup rukun dengan orang Papua dan bersaudara dengan umat Muslim, kita melihat pancaran Pancasila dari sila pertama hingga kelima, bukan sekadar dalam teori, tetapi dalam praktik nyata.

Flobamora di Timika memberi pelajaran penting bahwa  perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Jika jauh dari kampung halaman saja orang NTT bisa hidup rukun dengan masyarakat setempat, maka bangsa Indonesia semestinya mampu menjaga persatuan di tanah sendiri.

Misa inkulturasi ini seolah berkata: mari belajar dari Flobamora. Jangan biarkan politik praktis, ego kelompok, atau perbedaan keyakinan memecah belah kita.

Pesan Bung Karno tentang bahaya perpecahan dan nasihat Frans Seda tentang perbedaan sebagai karunia perlu terus dihidupkan.

Flobamora adalah miniatur NKRI. Di dalamnya kita melihat pulau-pulau kecil yang berbeda namun bersatu, agama-agama yang beragam namun saling menghormati, budaya yang bervariasi namun tetap menjunjung persaudaraan.

Apa yang terjadi di Gereja Tiga Raja Timika menjadi pengingat bahwa Indonesia akan tetap kokoh selama persatuan dijaga.

Flobamora telah membuktikan hal itu dengan cara sederhana namun bermakna merangkai perbedaan dalam bingkai kebersamaan.

Seperti pesan Frans Seda, perbedaan adalah karunia. Dan seperti peringatan Bung Karno, perjuangan terbesar adalah menjaga persatuan.

Di tanah Papua, jauh dari kampung halaman, masyarakat Flobamora telah melakukannya. Kini, tinggal bagaimana bangsa Indonesia belajar dari mereka. (*)

Penulis: Gabriel Zezo

Wakil Ketua III Ikatan Flobamora Mimika

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

22 Juli 2026
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Harga Bahan Bangunan di Timika Melonjak, Pemilik Toko Mengeluh Omzet Turun Drastis

22 Juli 2026
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

22 Juli 2026
Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

Lemasa Ingatkan PT KBV Perhatihan Keluhan Ratusan Karyawan, Siap Demo Susulan dengan Jumlah Besar

22 Juli 2026
Menjaga Negeri, Mencerdaskan Generasi: Satgas Pasgat Hadir Membawa Harapan di Perbatasan Bomakia

Menjaga Negeri, Mencerdaskan Generasi: Satgas Pasgat Hadir Membawa Harapan di Perbatasan Bomakia

22 Juli 2026
Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

22 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    902 shares
    Bagikan 361 Tweet 226
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    633 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post

Dari Mimika Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Diawali Menanam Benih Jagung di Lahan Seluas 400 Hektar

Pelarian Pelaku 17 Kasus Curas di Wamena Akhirnya Terhenti

Pelarian Pelaku 17 Kasus Curas di Wamena Akhirnya Terhenti

Dinkes Mimika Gencar Kampanye GERMAS dan PHBS, Wujudkan Rumah Sehat Bebas Jentik Menuju Eliminasi Malaria

Dinkes Mimika Gencar Kampanye GERMAS dan PHBS, Wujudkan Rumah Sehat Bebas Jentik Menuju Eliminasi Malaria

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id