ADVERTISEMENT
Senin, September 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Masih dari Peristiwa Pembunuhan di Yahukimo, Bupati Didimus: Darah Perempuan Itu Akan Terus Mengejar Orang yang Membunuhnya

“Seharusnya itu dipahami bahwa guru, tenaga kesehatan, wartawan, pendeta, pastor atau tenaga kemanusiaan itu tidak boleh disentuh. Jika dilukai apalagi sampai dibunuh semua orang akan membenci”.

28 Maret 2025
0
Masih dari Peristiwa Pembunuhan di Yahukimo, Bupati Didimus: Darah Perempuan Itu Akan Terus Mengejar Orang yang Membunuhnya

Rosalina Berek Sogen (30), guru asal Desa Lewotala, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, NTT, yang tewas diserang OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Peristwa pembunuhan terhadap guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Distrik Aggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat 21 Maret 2025 masih menjadi pembicaraan banyak kalangan.

Untuk diketahui dalam peristiwa tragedi kemanusian itu, mengakibatkan satu guru perempuan atas nama Rosalina Rerek Sogen (30) tewas, sementara delapan guru dan tenaga kesehatan lainnya menderita luka berat dan luka ringan.

ADVERTISEMENT

Sejumlah pihak menyebut bahwa aksi pembunuhan itu dipicu akibat pernyataan Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI yang mengatakan bahwa tenaga pengajar di sekolah-sekolah di pedalaman Papua adalah tentara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pernyataan ini menjadi dasar yang mendorong kelompok Tentara Pembebasan Negara Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan aksi penyerangan dan pembunuhan itu.

Baca Juga

Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

Terkait dengan peristiwa ini, Didimus Yahuli, Bupati Yahukimo dengan tegas menyatakan bahwa dirinya siap untuk meletakkan jabatan, apabila dalam perekrutan tenaga medis dan guru ternyata ditunggangi misi lain.

Ia memastikan bahwa semua proses perekrutan guru dan Nakes dalam program Yahukimo Sehat dan Yahukimo Cerdas, berjalan sesuai ketentuan bahkan dilakukan secara ketat dengan melalui proses verifikasi selama satu bulan.

“Ini saya sampaikan untuk membantah anggapan bahwa tenaga guru atau medis yang bekerja di Yahukimo adalah aparat keamanan,” tegasnya beberapa hari lalu di Jayapura.

Didimus menyampaikan, sebagai kepala daerah di wilayah itu, dirinya mengaku sedih dan kecewa. Karena yang menjadi korban dalam peristiwa itu adalah tenaga guru dan Nakes.

“Darah perempuan itu akan mengejar orang yang membunuh. Seharusnya itu dipahami bahwa guru, tenaga kesehatan, wartawan, pendeta, pastor atau tenaga kemanusiaan itu tidak boleh disentuh,” kata Bupati Didimus.

Jika dilukai apalagi sampai dibunuh semua orang akan membenci. Bupati Didimus menuturkan bahwa, negara perjuangan mana yang membunuh guru dan Nakes yang akhirnya berhasil dan maju.

“Itu tidak ada karena mereka paham aturannya,” tandas Bupati Didimus.

Bupati Didimus bahkan menantang siapa saja untuk berani menunjukan bahwa guru dan Nakes yang direkrut adalah aparat keamanan.

“Tidak benar ada anggota yang menyamar jadi guru dari perekrutan itu. Itu bohong. Saya bantah 100 persen soal itu. Kami disini bersih dalam program Yahukimo Cerdas, Yahukimo Sehat, tidak ada yang terselubung,” bebernya.

Rasa sedih juga terlihat di wajah Esau Miram, Wakil Bupati Yahukimo. Ia bahwa mengawal langsung proses evakuasi hingga pengiriman jenazah Rosalina Sogen ke Jayapura untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Flores Timur, NTT.

Tidak sampai di Jayapura, Esau Miram juga masuk dan mendampingi jenazah sampai ke ruangan.

Ia mengaku sedih karena yang menjadi korban adalah tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan yang sepatutnya tidak disentuh dalam urusan  kepentingan konflik apapun.

Apalagi seorang guru disebut sebagai sosok yang nantinya mendorong perubahan peradaban satu daerah sehingga menganggap kejadian penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ini adalah tindakan jahat dan harus ditindak.

“Salah kalau mencurigai tenaga guru atau kesehatan ini adalah aparat. Mereka kami rekrut murni untuk kepentingan daerah. Mereka murni sipil,” jelas Esau Miram.

Ia merasa prihatin sebab Anggruk adalah salah satu tempat yang aman di Yahukimo namun itu dinodai. Karena sejak tahun 1961 daerah itu aman, dan karena pertiswa ini akhirnya memberi luka.

“Ini pukulan telak bagi pemerintah daerah dan kami sedih sekali. Seorang guru, wanita harus meregang nyawa ditempat tugas oleh ulah kelompok yang tidak bertanggungjawab. Yang tidak mau daerah ini maju,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026
HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

14 September 2026
Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    614 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Minta Tradisi Bakar Batu Dihentikan, Gubernur Meki Nawipa: Lebih Baik Anggaran Dialihkan untuk Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Minta Tradisi Bakar Batu Dihentikan, Gubernur Meki Nawipa: Lebih Baik Anggaran Dialihkan untuk Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Hasil Pantauan TPID Mimika, Ketersediaan Gas Elpigi dan Telur Ayam Mencukupi, Cabai Tembus Rp140 Ribu Per Kilogram

Hasil Pantauan TPID Mimika, Ketersediaan Gas Elpigi dan Telur Ayam Mencukupi, Cabai Tembus Rp140 Ribu Per Kilogram

Termasuk di Papua, Kabar Gembira untuk Nakes Berhak Dapat Rumah Subsidi dari Pemerintah, Tahap Awal 42 Ribu Orang

Termasuk di Papua, Kabar Gembira untuk Nakes Berhak Dapat Rumah Subsidi dari Pemerintah, Tahap Awal 42 Ribu Orang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id