ADVERTISEMENT
Sabtu, April 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

80 Persen OAP Bakal Direkrut Menjadi Karyawan Pabrik Semen Tanpa Syarat

Setelah pabrik ini berdiri, masyarakat OAP usia produktif yang putus sekolah di sekitar perusahaan harus mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja.

17 Januari 2025
0
80 Persen OAP Bakal Direkrut Menjadi Karyawan Pabrik Semen Tanpa Syarat

Denty Ajkwa Widiyawati, Direktur Utama, PT Honya AJkwa Lorents (tiga dari kiri) didampingi Hamdani, General Manager, PT Honay Ajkwa Lorents, Muhammad Irsal Arfan, Kepala Government Relationship, PT Honay Ajkwa Lorents, Panius Kogoya, Komisaris Utama, PT Honay Ajkwa Lorents dan Melfi Dwi Andayani, Kepala Cabang PT Honay Ajkwa Lorents foto bersama usai jumpa pers di salah satu hotel di Timika, Jumat 17 Januari 2025. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Fenty Ajkwa Widiyawati, Direktur Utama PT Honay Ajkwa Lorents menegaskan karyawan yang nantinya direkrut bekerja di perusahaan pabrik semen dan keramik adalah 80 persen Orang Asli Papua (OAP).

Penerimaan mereka juga tanpa syarat. Penegasan ini disampaikan Fenty dalam jumpa pers di salah satu hotel di Timika, Jumat 17 Januari 2025.

ADVERTISEMENT

Dalam jumpa pers ini Fenty didampingi Hamdani, General Manager PT Honay Ajkwa Lorents, Muhammad Irsal Arfan, Kepala Government Relationship PT Honay Ajkwa Lorents.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hadir juga Panius Kogoya, Komisaris Utama PT Honay Ajkwa Lorents dan Melfi Dwi Andayani, Kepala Cabang PT Honay Ajkwa Lorents.

Baca Juga

Di Hadapan Dandim dan Danyon Brimob, Komisi I DPRK Mimika Soroti Tingginya Kasus Begal di Timika

Tim Gabungan TNI-Polri  Evakuasi Pengungsi Korban KKB Legagak Telengeng ke RSUD Mulia

Fenty menjelaskan perekrutan tenaga kerja OAP tanpa syarat itu, yakni untuk yang berusia produktif mulai umur 17-30 tahun, baik yang memiliki ijazah sarjana, SMA, SMK maupun yang putus sekolah.

Pencari kerja OAP yang putus sekolah kata Fenty, perusahaan akan membangun kerjasama dengan beberapa lembaga untuk melanjutkan sekolah paket A, B dan C guna mendapat ijazah.

Karena dengan modal ijazah tersebut akan menjadi standar perusahaan dalam memberikan upah sesuai UMK Papua.

Selain membantu mendapatkan ijazah, pekerja OAP yang putus sekolah sebelum masuk kerja juga diberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

Ini bertujuan agar mereka dapat meningkatkan kualitas pengetahuan, skill untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

Seluruh biaya pendidikan paket A, B dan C termasuk pendidikan dan pelatihan ditanggung 100 persen oleh perusahaan.

Mereka akan mengikuti Diklat selama 336 jam dan 200 jam sesuai program yang disiapkan perusahaan. Setelah mengikuti tahapan tersebut, otomatis sudah siap masuk dunia kerja.

“Saya tidak mau mereka diberi gaji kecil. Tapi kita ingin memanusiakan saudara-saudara kita OAP. Kalau putus sekolah kita rekrut tanpa ijazah kita mau kasih standar upahnya bagaimana?” katanya.

Ia mengungkapkan berdasarkan pengalaman hidupnya di Papua, banyak anak-anak di samping kiri dan kanan tetangga rumahnya yang putus sekolah, dengan alasan orang tua tidak mampu.

Atas kondisi ini, Fenty merasa dirinya gagal karena terlalu sibuk melakukan riset dan koordinasi dengan pemerintah sehingga lupa membantu sanak saudara yang lain.

Akibatnya tingginya angka pengangguran yang berujung pada meningkatnya kasus kriminalitas di daerah ini.

Fenty memastikan setelah pabrik ini berdiri, masyarakat OAP usia produktif yang putus sekolah di sekitar perusahaan harus mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja.

“Jadi masalah tenaga kerja kita prioritaskan 80 persen OAP usia produktif 17-30 tahun. Di atas 30 tahun tetap kami terima tapi dengan kategori tertentu,” pungkasnya.

Kategori yang dimaksud Fenty yakni, masih sehat jasmani dan rohani tanpa ada riwayat salah satu penyakit berbahaya.

Masih bisa kooperatif untuk bekerja pada posisi yang tidak berat dan bisa diberi tanggung jawab misalnya bekerja sebagai security.

Ia menambahkan meskipun putus sekolah, namun sebelum bekerja diberikan insentif mendapat pendidikan dan pelatihan, sebagai bentuk motivasi agar lebih giat dan serius dalam bekerja.

“Anak-anak putus sekolah setelah menjalani masa pendidikan dan pelatihan harus kembali masuk kerja di pabrik semen,” ajaknya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Cekcok Berujung Parang! Pria di Timika Sabet Tetangga, Korban Luka Parah di Kepala

Cekcok Berujung Parang! Pria di Timika Sabet Tetangga, Korban Luka Parah di Kepala

17 April 2026
Kontak Tembak Satgas Damai Cartenz dan KKB di Yahukimo

Kontak Tembak Satgas Damai Cartenz dan KKB di Yahukimo

16 April 2026
Di Hadapan Dandim dan Danyon Brimob, Komisi I DPRK Mimika Soroti Tingginya Kasus Begal di Timika

Di Hadapan Dandim dan Danyon Brimob, Komisi I DPRK Mimika Soroti Tingginya Kasus Begal di Timika

16 April 2026
Tim Gabungan TNI-Polri  Evakuasi Pengungsi Korban KKB Legagak Telengeng ke RSUD Mulia

Tim Gabungan TNI-Polri  Evakuasi Pengungsi Korban KKB Legagak Telengeng ke RSUD Mulia

16 April 2026
Kuasai Markas OPM di Nduga, Koops Habema Sita Senjata Api dan Puluhan Butir Amunisi

Kuasai Markas OPM di Nduga, Koops Habema Sita Senjata Api dan Puluhan Butir Amunisi

16 April 2026
Persit Kodim Mimika Ubah Batu Pryite jadi Aksesoris Bernilai Tinggi, Kini Diminati Pasar

Persit Kodim Mimika Ubah Batu Pryite jadi Aksesoris Bernilai Tinggi, Kini Diminati Pasar

16 April 2026

POPULER

  • Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Kereta Api Segera Hadir di Papua: Rute Pertama Hubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pengabdian Tanpa Lelah: dr. Samuel Octovianus Dimara, Sp.M., Ahli Mata untuk Masyarakat Papua

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Skandal Standar MBG Mimika: 11 SPPG Ditutup, Pengawasan Dipertanyakan

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Briptu Iqbal Gugur Setelah Peluru Terkena Leher, Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Briptu Iqbal Gugur Setelah Peluru Terkena Leher, Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Pj Bupati Yonathan Ingatkan Masyarakat Mimika Disiplin Membuang Sampah, Perda Sampah Perlu Ditegakkan

Pj Bupati Yonathan Ingatkan Masyarakat Mimika Disiplin Membuang Sampah, Perda Sampah Perlu Ditegakkan

Polisi Bekuk Oknum Guru yang Gauli Muridnya Sampai Hamil

Polisi Bekuk Oknum Guru yang Gauli Muridnya Sampai Hamil

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id